<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114</id><updated>2012-02-01T01:29:29.958-08:00</updated><category term='Business'/><category term='Lain-lain'/><category term='Marriage'/><category term='Parenting'/><category term='Thought'/><category term='Gifted Children'/><title type='text'>INES HANDAYANI - TERKINI</title><subtitle type='html'>CATATAN KONTEMPLATIF IBU 4 ANAK UNTUK BISNIS,CINTA &amp;amp; MASA DEPAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-8821060850611063964</id><published>2012-01-31T01:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T02:03:58.898-08:00</updated><title type='text'>Mati Suri Dua Tahun Delapan Bulan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Judul ini saya buat, setelah dengan kesepuluh jari saya hitung tanggal terakhir posting tulisan yakni 2tahun lewat 8 bulan yang lalu. Lama sekaliiii...menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selama masa itu, perubahan-perubahan besar terjadi dalam hidup saya. Anugerah yang luar biasa atas karunia dua anak, sehingga yang sebelumnya dimana-mana saya kerap memperkenalkan diri sebagai "mom of two boys", kini saya adalah mom of four.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya masih rajin menulis setiap hari, sayang tulisan-tulisan itu masih saya posting di kepala. Kalau dibukukan mungkin sudah jadi delapan judul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi siapapun yang nyasar mengunjungi blog ini salam saya "Apa kabar..senang sekali sudah mampir ke blog yang barusan saya hidupkan kembali.." &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-8821060850611063964?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/8821060850611063964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2012/01/mati-suri-dua-tahun-delapan-bulan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8821060850611063964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8821060850611063964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2012/01/mati-suri-dua-tahun-delapan-bulan.html' title='Mati Suri Dua Tahun Delapan Bulan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3835525743449685732</id><published>2009-05-07T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T08:15:00.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thought'/><title type='text'>Sekolah kita dulu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SgL6meqXDuI/AAAAAAAAAFg/TLOCB3MqsGc/s1600-h/woman+farmer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333100447732797154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 108px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SgL6meqXDuI/AAAAAAAAAFg/TLOCB3MqsGc/s320/woman+farmer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Waktu TK saya pingin jadi astronot, apa yang mengilhami, saya tak ingat. Ketika SD saya pingin jadi detektif. Mungkin karena saya senang baca cerita detektif di majalah intisari, novel lima sekawan, trio detektif, sapta siaga, nancy drew dan hardy boys. Komplit. Setiap hari saya beraktivitas dengan imajinasi bak seorang detektif. Saya suka mengamat-amati sekeliling. Menandai hal-hal yang menurut saya penting, mencurigakan dan sejenisnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Cita-cita itu berubah lagi. Saya pingin jadi wartawan, karena jadi wartawan berarti bisa pergi-pergi ke banyak tempat. Selain itu saya juga pernah ingin jadi peneliti, jadi profesor (ga tau profesor apa), pingin jadi ahli (ntah ahli apa) dan jadi insinyur (mbuh insinyur apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekolah pertanian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sampai menjelang ujian masuk PT, saya sesungguhnya dalam keadaan bingung, tidak tahu harus sekolah apa, mau jadi apa. Ibu saya memberi masukan, jadi insinyur pertanian saja, biar ilmunya bisa diamalkan di desa saya. Sementara itu, sebelah hati saya bilang, kuliah MIPA Biologi saja, karena saya senang pelajaran itu, sekalipun tidak tahu kalau lulus saya bisa jadi apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil test ujian masuk, mengirim saya masuk fakultas pertanian. Tak butuh waktu lama, ternyata saya tidak punya feeling dengan tumbuh-tumbuhan. Kuliah berlalu begitu saja, praktikum kadang ikut kadang tidak. Laporan dan tugas pinjam teman sana-sini. Tidak punya catatan kuliah, dan sibuk fotocopy saat ujian tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, saya punya hiburan. Teman-teman nongkrong di unit aktivitas pers mahasiswa. Bersama mereka saya melewatkan 4.5 tahun masa kuliah dengan selamat. Kami bicara bahasa yang sama, tertawa dan bercanda dengan cara yang sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selepas yudisium, saya diterima kerja di Majalah SWA (Alhamdulillah...). Penuh semangat, saya jalani profesi itu seluruh jiwa raga dan kebanggaan. Tapi hanya tiga tahun, diganggu rasa bosan, ingin sesuatu yang lain. Saya pindah ke perusahaan lain, ke jenis pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya adalah wiraswasta yang tidak ada hubungannya dengan cocok tanam. Pengalaman menjadi wartawan, penulis, periset serta di event organizer dan public relations menjadi bagian dari proses membentuk sikap mental dan personalitas.&lt;br /&gt;Pertanyaannya: apa relevansi sekian tahun kuliah saya pada kehidupan saya kini?&lt;br /&gt;Saya dulu seneng pelajaran kimia, pinter biologi, laluuu… Bener banget yang dibilang Pak Bob Sadino, ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari, jika tdk applied, maka akan busuk belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3835525743449685732?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3835525743449685732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/05/sekolah-kita-dulu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3835525743449685732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3835525743449685732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/05/sekolah-kita-dulu.html' title='Sekolah kita dulu'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SgL6meqXDuI/AAAAAAAAAFg/TLOCB3MqsGc/s72-c/woman+farmer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3120062636348082735</id><published>2009-05-06T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T22:42:50.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>MAIN APA, dong!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Peringatan keras bagi semua orang tua, segera beri batas waktu anak-anak berinteraksi dengan komputer dan segala gadget lain, terutama jika untuk nge’game.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang, selain kita dibantu oleh suster,mbak atau apapun namanya atau tanpa bantuan, ada asisten berteknologi tinggi yang mungkin tanpa kita sadari sudah menjadi menjadi “pengasuh terbaik” bagi anak-anak.  “Pengasuh” yang tidak pernah marah, yang tidak pernah berantem sama anak kita, yang bisa membuat anak duduk manis, penuh konsentrasi itu bernama komputer, TV dan piranti lain sejenis (PSP,gameboy dll yang saya tdk tahu namanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengalami banget, masa-masa dimana “pengasuh” itu menjadi jalan keluar saat kami sibuk urusan pekerjaan maupun kecapekan karena pekerjaan.  Anak-anak tidak merengek minta ditemani, tidak minta jalan-jalan, mereka manteng terus didepan komputer main game selama berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;(Sering bukan, melihat anak-anak umur SD entah lagi jalan di mal, makan sama ortunya diresto, di ruang tunggu dokter dan kesempatan lain, tangannya asyik pegang entah PSP entah HP ortunya, matanya tidak lepas dari layar main game, seperti tak ada hal lain yang bisa dan positif untuk dikerjakan.  Coba kita liat, seperti apa itu ortunya).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, para orang tua yang bijaksana.  Ayo mari sama-sama mengevaluasi, berapa lama anak-anak kita main game komputer,main PSP, main game di Hp, setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Main apa dong kalo tidak boleh nge’game?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes spontan anak-anak, saat peraturan komputer sejam sehari ditetapkan.  Beberapa hari kemudian anak-anak jadi badmood.  Jika ini nanti terjadi, mohon jangan menyerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, anak-anak adalah mahkluk yang rajin, tidak bisa bengong dan tidak suka jika tidak beraktivitas &lt;em&gt;–sudah capek disuruh tidur aja ga mau&lt;/em&gt;-.  Berbeda dengan orang dewasa (saya maksudnya hehehe).  Jika ada anak yang suka bengong, maunya ngganggur alias do nothing, ha itu pasti karena salah asuhan (coba kita lihat bagaimana cara ortu mendidiknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setelah jam komputer dibatasi.  Sebagai pengganti, sepeda yang berdebu dan kempes ban-nya, dibenerin.  Mainan-mainan yang lama terlupa dibongkar. Buku-buku yang berjajar di rak, dibongkar.  Dan sesuai dengan kodratnya sebagai anak-anak, lambat tapi pasti mereka akan mencari hiburan lain.  Bersepeda, main bola, main segala macem yang bisa dimainkan, baca buku, berkelahi dengan siblingnya dan satu lagi - kembali merecoki orang tuanya. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3120062636348082735?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3120062636348082735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/05/main-apa-dong.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3120062636348082735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3120062636348082735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/05/main-apa-dong.html' title='MAIN APA, dong!!!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7059520413220048733</id><published>2009-04-11T10:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T10:41:42.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thought'/><title type='text'>Ruang remang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SeDV4U8FMuI/AAAAAAAAAFY/OWfJZWxsv8A/s1600-h/lightdarkness.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323489923222024930" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SeDV4U8FMuI/AAAAAAAAAFY/OWfJZWxsv8A/s320/lightdarkness.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Total jenderal hampir 8 minggu saya me”nenggelam”kan diri mengurusi hal-hal teknis, kerumitan-kesibukan-keruwetan macem-macem urusan. Sampai tidak nge-blog, jarang buka facebook, jarang buka email dan YM lebih sering offline. Termasuk tidak keluar-keluar untuk bertemu dengan si-ini, si itu, tidak bertelepon, tidak sms-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan, saya asyik menghabiskan &lt;a href="http://nobelprize.org/nobel_prizes/literature/laureates/2006/pamuk-lecture_en.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Orhan Pamuk&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;(dan lain-lain). “Bertapa” dalam riuh operasional bisnis, itu bisa sangat melenakan. Persis seperti saat kita masuk ke sebuah ruang dengan cahaya remang. Pertama masuk kaget merasa “wah kok gelap”. Setelah kaget sirna, mata lambat laun mulai bisa menangkap bentuk-bentuk benda dalam ruang itu. Makin lama, tak terasa bahwa ruang itu kurang cahaya, yang ada adalah rasa kian terbiasa. Baru sadar jika ruang itu kurang cahaya, saat kita buka jendela atau pintu. Mata kaget lagi “wah kok silau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti tidak lama di dalam ruang remang tadi. Ternyata waktu telah bergeser, dari pagi ke siang ke sore – ke malam. Bahwa hari telah berganti, lebih gawat lagi kalau ternyata musimpun telah bergeser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7059520413220048733?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7059520413220048733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/04/ruang-remang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7059520413220048733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7059520413220048733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/04/ruang-remang.html' title='Ruang remang'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SeDV4U8FMuI/AAAAAAAAAFY/OWfJZWxsv8A/s72-c/lightdarkness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-622240217449596144</id><published>2009-03-15T02:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T02:48:24.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thought'/><title type='text'>BOLT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SbzO0n742VI/AAAAAAAAAFQ/RaPaePHxkBM/s1600-h/bolt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313349063859034450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SbzO0n742VI/AAAAAAAAAFQ/RaPaePHxkBM/s320/bolt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hari kemarin dan hari ini, saya bersama anak-anak nonton BOLT di rumah. Film garapan Disney ini kemudian cukup membuat si bungsu saya mengidentifikasi dirinya sebagai Bolt. Di punggung tangannya digambar scare serupa setrum listrik, dengan tinta tahan air (tapi ga tahan kringet, jadi sebentar-sebentar hrs ditebali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolt, kisah anak anjing berbulu putih yang pemberani. Hari-harinya dilalui dengan berlari kencang –selaju mobilnya schumy-, demi menyelamatkan diri dari para pengejar. Melompat gedung tinggi, jalan layang dan aneka manuver luar biasa khas imajinasi film. Punya tatapan mata yang bisa melumerkan besi, kepalanya kuat menubruk bolong tembok tebal, dia juga punya juru pamungkas berupa “super bark” alias menyalak kencang yang dampaknya seperti ledakan nuklir. Pokoknya awesome. Bolt adalah hero, anjing pahlawan (atau pahlawan anjing) yang selalu berperan sebagai pelindung, penolong, penyelamat gadis cilik –Penny- dalam rangka memberantas kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya si Bolt tidak mengerti bahwa semua petualangan yang dia tempuh bersama Penny hanyalah sebuah skenario film serial BOLT. Ia tidak tahu, bahwa besi lumer, tembok bolong dan semua adegan dasyat itu adalah trik film belaka. Bolt yakin seyakinnya bahwa dirinya sungguh awesome dog in the world. Baginya melindung, menolong dan menyelamatkan Penny adalah tugas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sikap mental dan keyakinan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Bolt terpisah dari Penny, tersesat lalu bertemu burung dara lalu berteman dengan kucing jalanan dan hamster (yang seumur hidupnya pingin bisa jadi super hero seperti Bolt). Namun tidak sedetikpun Bolt bisa menghentikan keyakinannya bahwa ia harus menemukan Penny, melindungi, menolong dan menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kucing jalanan berusaha menyadarkan Bolt, tentang realitas dunia nyata vs realitas film. Menjelang ujung cerita, Bolt sadar bahwa dia adalah regular dog. Ekspresi sedihnya sungguh membuat saya dan anak-anak tercekam. Namun saat Penny dalam bahaya yang sesungguhnya –studio filmnya terbakar- Bolt yang terlatih menjadi hero, melupakan soal bahwa dia adalah reguler dog –yg ga punya heat vision dan super bark-, Bolt dengan keberaniannya menerobos api, mempertaruhkan diri menyelamatkan Penny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terlatih, karena berulang-ulang dilakukan,karena keyakinan yang kuat, Bolt si anjing biasa, mampu membuktikan bahwa dia “luar biasa”. Persis banget seperti apa yang kita jalani dalam bisnis, mempelajari sesuatu, menerapkannya, menemukan masalah mencari jalan keluarnya, menganalisa hasil dan seterusnya, sampai menjadi sikap mental entrepreneur. Berproses terus dan melihat hasil sebagai sebuah konsekuensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-622240217449596144?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/622240217449596144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/03/bolt.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/622240217449596144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/622240217449596144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/03/bolt.html' title='BOLT'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SbzO0n742VI/AAAAAAAAAFQ/RaPaePHxkBM/s72-c/bolt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3715490726275082162</id><published>2009-03-13T11:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T11:20:29.708-07:00</updated><title type='text'>"ya ampuuunnn, lama sekali, kemana aja.."</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Judul tulisan ini, sebenarnya pertanyaan untuk diri saya sendiri. Tigapuluh hari lebih saya tidak menulis, tidak curhat, padahal mengutip &lt;a href="http://www.yuswohady.com/"&gt;&lt;strong&gt;Mas Siwo&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, ngeblog (kini) merupakan salah satu kebutuhan penting penyelaras kesehatan jiwa dan pikir..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jadi saya berjanji...akan rajin nulis lagi.. Saya tahu banget, janji ini sering saya dengungkan...hihihi..agak susah saya tepati.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Update:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;- &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;www.saqina.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; tancap gas pol, asyik banget&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;- sedang mengangankan sarasehan khusus untuk para ibu TDAers&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3715490726275082162?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3715490726275082162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/03/ya-ampuuunnn-lama-sekali-kemana-aja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3715490726275082162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3715490726275082162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/03/ya-ampuuunnn-lama-sekali-kemana-aja.html' title='&quot;ya ampuuunnn, lama sekali, kemana aja..&quot;'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6443595652622744903</id><published>2009-02-08T04:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T05:01:46.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Kiat: Naluri Perempuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;Kompas edisi hari minggu ini, saya nanti sejak kemarin.  Ingin tahu profile Dirut pertamina yang baru.  Nah, tulisan yg ke-2, ceritanya bener-bener "saya banget"..hehehe.  Saya juga Dirut  (saya lantik diri sendiri sbg dirut SAQINA.com hehehe), juga ibu rumah tangga, yang sangat beruntung karena memiliki suami dan anak-anak yang solid dan mendukung saya untuk aktif bekerja membesarkan perusahaan.   Satu pernyataan Bu Karen, yang saya setuju banget, bahwa perempuan dilahirkan multitasking.     &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SY7ULaUrohI/AAAAAAAAAFI/oZHSCxeXvU0/s1600-h/karen.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300407103971369490" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SY7ULaUrohI/AAAAAAAAAFI/oZHSCxeXvU0/s320/karen.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat ditemui, Karen mengenakan blus merah dan celana hitam, bukan blazer dan celana hitam seperti dugaan semula. Di setiap acara Pertamina, ibu tiga anak ini memang terlihat menonjol dalam berbusana. Padu padannya pas dan asyik. Di antara kerumunan orang, pasti akan langsung terlihat Karen ada di mana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Penampilan penting, namun lebih penting lagi karakter, begitu kata Karen. Maka, ia pun tak risi jika harus memakai busana produk pasar grosir Mangga Dua, misalnya, karena karakter diri tidak akan membohongi. Aura seseorang akan tetap muncul, apa pun baju yang dikenakan. ”Sebenarnya ada yang lebih penting, clean heart,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menjadi dirut, harus ngurus rumah, waktu 24 jam sehari semalam cukupkah? ”Cukup. Saya usahakan masih mengantar anak saya yang kecil ke sekolah, selama tidak ke luar kota. Saya biasanya pulang pukul 10 malam, tetapi saya usahakan pukul 8 atau 9 malam supaya bisa ngelonin si bungsu,” sahutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karen berusaha efektif dan tidak terlalu capai saat sampai di rumah. ”Kalau lihat di mobil saya, ada boneka, selimut, dan bantal. Jadi, begitu masuk mobil, tidur, sampai di rumah (Bintaro) sudah seger lagi. Jadi, anak-anak tidak akan melihat a tired mommy coming from work yang bete ngadepin keluarga, he-he-he,” tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ia beruntung memiliki keluarga yang anggotanya saling mendukung. Ia beruntung membesarkan tiga putra dengan mudah. ”Masa puber mereka juga aman, gak macam-macam. Saya bersyukur gerbong di belakang saya ini solid.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Oya, tentang nada bicaranya yang begitu cepat, Karen menukas, ”Itu karena perempuan dilahirkan multitasking, mengerjakan banyak hal, jadi sudah naluri.” (IVV/DOT)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/08/01200357/naluri.perempuan"&gt;&lt;strong&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/08/01200357/naluri.perempuan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6443595652622744903?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6443595652622744903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/kiat-naluri-perempuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6443595652622744903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6443595652622744903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/kiat-naluri-perempuan.html' title='Kiat: Naluri Perempuan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SY7ULaUrohI/AAAAAAAAAFI/oZHSCxeXvU0/s72-c/karen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7248442476047026368</id><published>2009-02-04T08:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T08:30:14.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Hidup yang Salah Melulu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYnCcSWXUII/AAAAAAAAAFA/fW0SROMQdyw/s1600-h/sadface.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298980227795865730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 116px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYnCcSWXUII/AAAAAAAAAFA/fW0SROMQdyw/s320/sadface.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu hari, saya bertemu seorang Ibu tiga anak. Demikian kutipan percakapan kami:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ibu yang punya&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;saqina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; ya”&lt;br /&gt;“enak ya, sudah punya toko banyak, jadi tiap hari di toko ya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saya tersenyum.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;tokonya dimana saja”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya ceritakan singkat posisi jaringan toko saqina yang semua di luar jakarta, dan kantor saqina.com yang posisinya di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“oh jadi, tiap hari dirumah ya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hmmm…saya tersenyum saja&lt;br /&gt;Lalu lanjutnya: &lt;em&gt;“oh jadi ibu ini ibu rumah tangga biasa tho...”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saya tersenyum saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai, si ibu bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“kok bisa buka toko di purwakarta, ada saudara?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tidak!, lalu saya ceritakan sedikit prosesnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“oh..tapi enak ya, sudah punya mobil buat pergi-pergi jauh cari lokasi”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ya saya mesem lagi..mau bicara apa coba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertanyaan melompat urusan anak&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“anaknya berapa bu, umur berapa”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Lalu demi tahu anak saya umur 10 dan 5 tahun.&lt;br /&gt;Si ibu berkata &lt;em&gt;“wah ibu mah enak ya, anaknya sudah besar-besar”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saya mesem thok, sambil memandang wajah masam si ibu yg sedang menggendong anak terkecilnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya bercakap panjang.&lt;br /&gt;Anak saya dulu juga bayi dulu, bukan langsung umur 10 tahun. Mobil juga beli kredit dan musti nyicil, bukan jatuh dari langit. Toko juga mulai dari satu dengan interior dan jumlah dagangan yang minim banget, bukan langsung punya lima toko. Modal juga dari pinjem sana-sini, bukannya tinggal petik, seperti metik daun di pohon. Dulu saya juga ngalamin berangkat pagi pulang larut, kerja di perusahaan orang lain. Bedanya, saat seperti apapun saya merasa enak aja. Alhamdulillahh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh ibu sayang.. kalo anak masih kecil salah, kalau belum punya mobil salah, belum punya usaha salah, penghasilan suami pas-pasan salah. Kaya’nya buat ibu jawabannya Cuma satu. Ibu salah lahir, mustinya lahir jadi anaknya presiden ajah, melek sudah kaya!. Tapi semua presiden awalnya juga susah dulu ya…duuuhhh..kwacian deh dikau Bu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tobaaat..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7248442476047026368?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7248442476047026368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/hidup-yang-salah-melulu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7248442476047026368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7248442476047026368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/hidup-yang-salah-melulu.html' title='Hidup yang Salah Melulu'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYnCcSWXUII/AAAAAAAAAFA/fW0SROMQdyw/s72-c/sadface.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1875080805910059991</id><published>2009-02-04T07:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T08:04:55.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Yang Mahal Prosesnya!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYm8mbf37yI/AAAAAAAAAE4/HvEJkG-1ehU/s1600-h/proses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298973804980596514" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYm8mbf37yI/AAAAAAAAAE4/HvEJkG-1ehU/s320/proses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu hari seseorang dari seberang lautan sana menghubungi saya. Omong punya omong, beliau mempercayakan kepada kami (saya &amp;amp; &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Rosihan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) untuk membuat sesuatu. Kami sangat bersemangat, ah tak sulit, pikir kami, karena sesuatu ini toh bukan mainan baru. Begitu rasa kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Waktu berjalan, kami mulai melakukan tahap-tahap untuk mewujudkan sesuatu itu. Weh..ternyata, banyak ditel yang kami tidak tahu. Ini membuat kami harus bertanya kesana-kemarin dan tentu saja bepergian kesana-kemari pula. Bertemu si itu, berkenalan dengan si ini, memperkenalkan diri kami dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu itu, lalu kami kirim kepada kenalan kami, orang seberang itu. Oh, tidak berkenan beliaunya. Kurang begini dan kurang begitu. Ok, saran- masukan- permintaan di tampung, janjipun kami layangkan. Yang semula kami duga mudah, mulai menunjukkan liku-likunya. Masih ditambah keharusan untuk bisa memenuhi tenggat waktu. Maka tidak pagi, siang, sore, malam dan pagi lagi, pikiran dan tenaga tercurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tak terasa 4 minggu berlalu. Alhamdulillah, dari sebuah permintaan dan janji untuk bisa memenuhi permintaan dari orang seberang itu. Terbuka banyak jalan, kenalan baru dan pengetahuan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupiah kami sudah keluar, belum ada pemasukan. Namun proses yang kami lalui, apa yang kami dapat sepanjang proses itu. Nilainya sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buat yang bolak-balik bertanya: “gimana caranya memulai bisnis, gimana jualan, gimana dapat pembeli, gimana ini, gimana itu ?" Lakukanlah…segera lakukanlah..biarkan proses yang memberi jawab atas pertanyaan-pertanyaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suatu ketika, akan sampai saat dimana proses begitu mengasyikkan, menegangkan, membangkitkan adrenalin, dan hasil hanyalah konsekuensi logis belaka.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat berproses!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1875080805910059991?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1875080805910059991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/yang-mahal-prosesnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1875080805910059991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1875080805910059991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/02/yang-mahal-prosesnya.html' title='Yang Mahal Prosesnya!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SYm8mbf37yI/AAAAAAAAAE4/HvEJkG-1ehU/s72-c/proses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4561388773399305330</id><published>2009-01-29T08:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T08:30:00.574-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>22 Januari</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tulisan ini jauh-jauh hari saya rencanakan dan mau saya posting tgl 22 Januari.  Ternyata pas harinya tiba saya lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Januari adalah lagu pertama saya, waktu belajar main gitar sekitar 17 tahun silam.  Setiap hari, sebelum brangkat kuliah, sepulang kuliah, menjelang tidur, bangun tidur crang crung lagu itu. Sampai temen sekamar saya BT mendengarnya.  Tau sendiri kan bunyi gitar yang dipetik oleh orang level belajaran, ga enak banget untuk didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah lagu 22 Januari karya iwan fals itu, akhirnya bisa saya mainkan.  Proses belajar di lanjutkan ke lagu-lagu lainnya.  Waktu itu, jari-jari tangan kiri saya melepuh warnanya ungu terong.  Jika tersentuh, rasanya sengkring-sengkring senut-senut,sakit.  Tapi saya paksakan hajar terus itu jari.  Karena percaya, setelah dia mengeras, lalu mengelupas kulitnya, maka jari-jari itu akan kebal sama dawai gitar.  Dan itu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setiap kali menyanyikan 22 Januari, saya jadi ingat Bang Indra (dimana dia kini ya, bukan indra lesmana hehehe..), yang sudah sangat sabaaaarrr mengajari saya main gitar.  Itu orang pasti bosen dan BT banget.  Tiap hari saya nongol di rumahnya, minta diajari dari satu lagu ke lagu lainnya.  Setelah lewat berbelas tahun, setelah saya tua begini, baru sadar saya, ekspresi wajahnya kala itu adalah wajah eneg (hehehe…mual kali liat saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya bersyukur, punya banyak pengalaman ngotot,ngeyel,pantang menyerah.  Sekalipun kala itu untuk hal-hal yang kelihatannya ga terlalu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun jadi sadar, saya harus menyediakan sabar seluas samudera, jika anak-anak ngotot-ngeyel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi para ortu yang hebat… bersyukurlah jika anak-anak anda ngotot-ngeyel-sak maunya sendiri.  Mereka akan tumbuh jadi pribadi-pribadi gigih pantang menyerah!! Selamat bersabar. &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Update:&lt;br /&gt;Setelah dirintis dan dibesarkan dengan “ngotot dan ngeyel” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;www.saqina.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; memberikan hasil luar biasa, alhamdulillah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4561388773399305330?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4561388773399305330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/22-januari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4561388773399305330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4561388773399305330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/22-januari.html' title='22 Januari'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7595815192939803851</id><published>2009-01-26T06:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:00:30.542-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Vitamin Jeruk vs Kulkas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SX3QAxJLKdI/AAAAAAAAAEo/fEJaYXvr3LQ/s1600-h/jerukimlek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295617448467966418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 108px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SX3QAxJLKdI/AAAAAAAAAEo/fEJaYXvr3LQ/s320/jerukimlek.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Belakangan hari, menjelang imlek, jeruk kecil-kecil jadi primadona kulkas kami. Anak-anak, kagum dan senang sekali dengan jeruk itu. Warnanya cantik, bentuknya mungil, kulitnya tipis mudah dikupas, rasanya manis dan tidak ada bijinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi, melihat jumlah jeruk imlek di kulkas tinggal beberapa butir. Si kecil usul, supaya setiap orang hanya boleh memakan satu saja, supaya jeruknya tidak lekas habis. Lalu saya bilang, “dihabiskan saja, kalau terlalu lama di dalam kulkas, jeruk-jeruk itu akan hilang vitaminnya”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ha..hilang vitaminnya, hilang kemana?”&lt;/em&gt; tanya si kecil, sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hilang vitamin ini, jadi pikirannya si kecil. Tak lama, saya sudah didesak untuk menjelaskan perihal kulkas versus vitamin jeruk. Demikian kutipan percakapan kami.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“mama tahu dari mana, kalau vitamin jeruk di kulkas bisa hilang ?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“mama diberi tahu ahli jeruk”, jawab saya sekenanya.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;gimana caranya tahu, kalau vitaminnya itu hilang?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“ya si ahli jeruk itu, mengukur vitamin dari jeruk yang baru dipetik, yang sekian hari habis dipetik, yang baru dimasukkan kulkas, dan yang sudah lama dalam kulkas”, jawab saya yakin&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;ngukurnya pakai apa?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“ya pakai alat pengukur vitamin?”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;katanya alat itu apa vitamin jeruk yang sudah di kulkas”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“begini, jeruk yang baru dipetik vitaminnya lebih banyak dari pada jeruk yang sudah lama dipetik, nah jeruk yang sudah lama di kulkas vitaminnya lebih sedikit lagi..”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;yang naruh vitamin ke buah jeruk itu pohon jeruk ya....”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“iya.. pohon jeruk bikin buah jeruk… yang bikin pohon jeruk siapa..”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;ya Allah..lah…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya peluk si anak pinter itu.. namun tukasnya..&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;kenapa Allah ga bikin vitamin C yang tahan (awet..)....”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kamu minta nanti dalam doa’mu ya…&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Malam menjelang lelap, doa si kecil berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, berikan aku mimpi yang baik, buah yang banyak dan jeruk yang vitamin C nya tahan..”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7595815192939803851?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7595815192939803851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/vitamin-jeruk-vs-kulkas.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7595815192939803851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7595815192939803851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/vitamin-jeruk-vs-kulkas.html' title='Vitamin Jeruk vs Kulkas'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SX3QAxJLKdI/AAAAAAAAAEo/fEJaYXvr3LQ/s72-c/jerukimlek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7790208124060524293</id><published>2009-01-15T16:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T16:56:13.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Sahabat-sahabat terbaik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kamis sore, saya sempat sedih,nelangsa dan jengkel.  Pasal di hack-nya website saqina, sungguh membuat saya titik air mata. Tanpa pikir panjang, saya segera sms beberapa tema, curhat via blog dan facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rasa gundah itu, tak berapa lama, satu persatu kawan menelpon, SMS,YM &amp;amp; FB.  Komentar dan dukungan mereka, membuat saya terkikik sampai terkakak.  Tak berapa lama, customer kami, yang sore itu kecewa karena tak bisa nyaman belanja di webstore kami, meng-sms, pun me-YM. Bukannya komplen, mereka malah memberikan simpati dan dukungan, yang sungguh melegakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya kering seketika, sumpek dan jengkel saya sirna.  Masyaallah baru saja saya ditunjuki, betapa beruntungnya saya disekeliling oleh sahabat-sahabat terbaik.  Betapa mujurnya Saqina, diberi permakluman oleh para customer.  Kamis sore hingga malam, saya dihujani hadiah berupa dukungan, hiburan,gurauan dan doa bertubi-tubi.  Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih wahai oknum (hihihi..istilahnya) yang sudah mengganggu Saqina sore ini, Anda membuka-kan mata hati saya, akan kenikmatan, keberuntungan dan kebahagiaan yang begitu melingkupi saya, keluarga saya, bisnis saya.  Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tentu ini bukan berarti, saya pingin di hack setiap hari.  Jikalau iseng belaka, mbok ya jangan kami tho yang diisengin.  Pada aktivitas bisnis kami ada mata rantai hajat hidup karyawan (dan keluarga saya juga), kepercayaan suplier, kepercayaan para customer dan reseller di seluruh tanah air plus Malaysia,Brunei dan Singapore.  Saya seyakinnya, bahwa Allah telah mencukupkan semuanya untuk masing-masingnya.  Semoga dijauhkan kami dari gangguan-gangguan,amiiinnn….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update:&lt;br /&gt;-         &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Saqina.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;terus dipulihkan, semoga cukup bersabar para customer terhadap kondisi ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7790208124060524293?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7790208124060524293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/sahabat-sahabat-terbaik.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7790208124060524293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7790208124060524293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/sahabat-sahabat-terbaik.html' title='Sahabat-sahabat terbaik'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-9010526818709530093</id><published>2009-01-15T00:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:33:14.938-08:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah, kami diberi saat untuk rehat..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;Tim SAQINA.COM menghaturkan permohonan maaf yang sebesarnya kepada seluruh pelanggan, bahwa untuk beberapa saat kami tidak bisa memberikan layanan maksimal.  Pada hari ini, dua webstore kami &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;www.saqina.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jilbabkartina.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;www.jilbabkartina.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt; telah diganggu oleh pihak yang tidak kami ketahui.  Saat ini, kami bekerja keras untuk kembali memperbaikinya, sehingga para pelanggan bisa segera mendapatkan layanan yang memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;Layanan sms center, call center, email dan messenger tetap berfungsi, seperti sedia kala.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;Alhamdulillah kejadian ini, makin menjadikan kami sebagai pekerja tangguh, untuk selalu dapat memberikan produk dan layanan terbaik, melalui moda online.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;wassalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-9010526818709530093?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/9010526818709530093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/alhamdulillah-kami-diberi-saat-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9010526818709530093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9010526818709530093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/alhamdulillah-kami-diberi-saat-untuk.html' title='Alhamdulillah, kami diberi saat untuk rehat..'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1298552322153174652</id><published>2009-01-12T22:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T22:44:04.059-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Musang &amp; Mimpi Baik</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWw38Zeha7I/AAAAAAAAAEU/w_T4O1pYqbg/s1600-h/musang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290665173024074674" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 86px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWw38Zeha7I/AAAAAAAAAEU/w_T4O1pYqbg/s320/musang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemarin malam habis maghrib kehebohan terjadi di rumah kami. Seekor musang harum (baunya seperti daun pandan), terperosok diantara rerumpunan tumbuhan di depan teras. Entah, ide dari mana, manusia dewasa yg ada di sekitar, spontan memutuskan “tangkap!!!”. Maka terjadi adegan kejar-kejaran, sampe jatuh bangun (tentu yang jat-bang si manusia), disertai seruan-seruan heroik, yang ngadubilah berisiknya. “&lt;em&gt;itu..itu, bawah mobil”…&lt;/em&gt; “&lt;em&gt;lari kebelakang, sebelah sana, deket pot, deket pot,”.. “hadang sana..hadang cepet”… “karungnya..tali..tali..awas nggigit”&lt;/em&gt; dst pokoknya seru banget. Akhirnya setelah 2 jam dan membuat 6 orang dewasa keringetan, 2 penonton cilik tegang (si de &amp;amp; da), si musang tertangkap. Kepalanya sementara ditudungin karpet bekas, karena giginya kelihatan runcing seram. Kaki dan kepala di ikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mula aksi pengejaran dan penyergapan, dari dalam rumah saya sudah sibuk berseru. &lt;em&gt;“awas jangan dipukul lho..”.. “ngiketnya jangan kenceng-kenceng”…”awas lho jangan sampe luka, awas nanti mati lho..”. &lt;/em&gt;Si musang yang tak berdaya (tapi tetap menyeringai garang), kami beri makan. Diberi wortel ga doyan, kubis ga mau, ternyata maunya apel. Rosihan bersiap mengantar musang itu ke Ragunan. Mending dibuang di bonbin, daripada dia merana cari makan di perkampungan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi kami, sibuk mendiskusikan bagaimana caranya mengisolasi mulut si musang, supaya di ragunan nanti, kami bisa melepas ikatan dikakinya. Tiba-tiba muncul tetangga. “lho itu musang saya!”. Emon..panggil si tetangga. Si Musang spontan nengok, wajahnya memelas. Cuma dengan sedikit elusan di kepala oleh si pemilik, lantas tali-tali dilepas, se Emon naik ke pundak si empu. Masyaallah.. musang kok ya bisa jinak seperti kucing. Kami semua anak-beranak, plus tim pemburu..pada mlongo, campur lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mimpi Baik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap menjelang tidur, anak-anak biasa baca al fatihah, lalu berdoa ditambah beberapa permintaan spesifik kepada Allah. Nah, semalam demikian bunyi permintaan mereka:&lt;br /&gt;Si adik&lt;em&gt; “ya Allah berikanlah aku mimpi yang baik, amiiiinn”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Si Kakak “&lt;em&gt;ya Allah berikanlah aku dan si musang, mimpi yang paliiinngg baiikkkk,amin”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Si adik meralat doanya &lt;em&gt;“ya Allah, berikanlah aku mimpi yang lebiiiihhh baiiikkk dari mimpi kakak dan si musang, amiinnn”. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1298552322153174652?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1298552322153174652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/musang-mimpi-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1298552322153174652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1298552322153174652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/musang-mimpi-baik.html' title='Musang &amp; Mimpi Baik'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWw38Zeha7I/AAAAAAAAAEU/w_T4O1pYqbg/s72-c/musang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7344746535101311461</id><published>2009-01-08T18:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T18:38:29.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Jadilah Ahlinya!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWa4kJ8PSpI/AAAAAAAAAEM/KTBNTESZg4Q/s1600-h/books.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289117743676607122" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWa4kJ8PSpI/AAAAAAAAAEM/KTBNTESZg4Q/s320/books.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu hari lalu saya jumpa dengan sahabat yang anaknya masih bayi dan balita. Kami ngobrol tentang mencari bagaimana mencari (memilih) sekolah untuk anak dan beberapa hal tentang pertumbuhan-perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari pertemuan itu, saya bongkar file-file di laptop saya. Baru tersadar, banyak sekali referensi saya kumpulkan tentang ihwal mengurus hajat hidup anak. Mulai dari resep makanan bayi, pijat bayi, perkembangan otak, stimulasi dini dan buanyak whitepaper tentang early childhood development. Lalu white paper obat-obat yang pernah diberikan DSA seperti zitromax, celestamine, rhinocort, kenacort, rizen, seretide, bricasma. File-file tentang asma, rhinitis, diare, ruam kulit, panas pada anak dll. Disamping dasarnya saya memang seneng riset dan mengumpulkan aneka knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha mengingat balik, saat De dan Da, masih bayi. Saat, makanan mereka baru susu, aktivitasnya sebatas tidur dan menangis. Saat pertama kali memperkenalkan makanan padat, malam-malam rewel, kesulitan-kerepotan yang mereka munculkan sepanjang masa pertumbuhan dan perkembangan. Sesekali terbersit rasa, sudahkah saya pada masa itu memberikan terbaik bagi mereka. Saya “tidak pernah” puas dengan segala upaya saya untuk anak-anak. Saya “selalu” merasa tidak cukup baik,tidak pernah sempurna dalam mengasuh dan membesarkan mereka. Rasa ini memberi saya energi positif, untuk selalu belajar,mencari,memikirkan,menguji,merasa setiap apapun yang sedang dan akan saya berikan kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sahabat-sahabat saya T,D,E,A,Y genggamlah waktu yang diberikan Tuhan, untuk mengasuh dan membesarkan anak-anak sebaik mungkin. Dan sesungguhnya kita tak pernah mampu melakukannya secara sempurna. Sehingga kita akan terus berusaha, tak mengenal lelah.&lt;br /&gt;Jadilah ahli bayi, saat anak-anak kita bayi.&lt;br /&gt;Jadilah ahli balita, saat anak-anak kita balita&lt;br /&gt;Pelajari semua aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangannya, kognitif, motorik,emosional, sosial, spiritual dll&lt;br /&gt;Jadilah ahli anak, saat mereka mulai masuk usia sekolah dasar&lt;br /&gt;Jadilah ahli remaja, saat mereka mulai masuk masa pubertas&lt;br /&gt;Sumber informasi melimpah ruah, ada buku, majalah, google &amp;amp; yahoo.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadilah “ahli”, sesuai masanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7344746535101311461?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7344746535101311461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/jadilah-ahlinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7344746535101311461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7344746535101311461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2009/01/jadilah-ahlinya.html' title='Jadilah Ahlinya!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SWa4kJ8PSpI/AAAAAAAAAEM/KTBNTESZg4Q/s72-c/books.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-110421832462211128</id><published>2008-12-29T16:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T16:30:22.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Integrated office</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemarin kami syukuran kantor baru.  Sembari makan nasi kuning, para staf kantor pusat bercanda.  Menurut mereka, di kantor baru perlu disediakan peralatan fitnes.  Lho kok?  Rupanya, yang selama ini membuat badan mereka sehat dan kuat adalah kondisi kantor lama.  Di kantor lama &lt;a href="http://www.saqina.com/aboutsaqina.php"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Saqina pusat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, ruang kerja kami terletak di lt.1 dan lt.3 –tentu saja tak ada lift-.  Setiap hari mobilitas para staf adalah naik-turun dengan tangga berjalan –maksudnya berjalan di tangga-.  Bukan Cuma manusianya yang naik-turun ini, barang-barang juga.  Tetangga kantor kami &lt;a href="http://www.sdgisolutions.com/"&gt;PT.SDGI &lt;/a&gt;dan The Chapter, sudah biasa banget (atau terganggu ya hehehe) dengan aktivitas berat kami.  Belum lagi kalau yang hilir mudik, karung-karung besar dan kardus-kardus sangat besar.  Pokoknya pemandangan aktivitas kantor kami dan kantor tetangga ga matching banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini belum seberapa.  Karena keterbatasan ruang di gedung lama.  Kantor kami –yang lama- lebih layak disebut gudang. Timbunan barang disemua sudut, tidak menyisakan sedikitpun pojok yang estetik.  Sebenarnya, barang-barang itu hanya menimbun sehari-dua hari, tapi begitu habis, segera datang timbunan baru.  Beda banget dengan kantor &lt;a href="http://fauzirachmanto.blogspot.com/"&gt;Pak Fauzi&lt;/a&gt;, yang berhias poster, kursi berjajar, komputer berderet.  Sementara di ruang kami, komputer,laptop campur karung, barang dan aneka piranti penunjang kegiatan sales dan distribusi.  Ampun deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruwetan ini masih ditambah, kunjungan customer.  Hampir semua customer yang datang mengeluh “lho displainya mana?”.  Hehehehe…customer kami tak tahan melihat kecantikan tampilan produk di website, pingin datang, pingin lihat dan pegang langsung produknya.  Tampaknya, mereka membayangkan kantor Saqina, tertata cantik seperti tampilan di web.  Sudah begitu, para customer ini, harus naik ke lt.3 pula, kasihan deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu semua tak terjadi di kantor baru.  Kini semuanya lebih terintegrasi, disamping penerapan teknologi guna meningkatkan layanan dan alur teknis operasional di kantor &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;pusat Saqina&lt;/a&gt;.  Karung besar, kardus besar, tetap berdatangan dan hilir mudik.  Suatu hari, tentu kami masih akan pindah tempat lagi, ke gedung yang lebih besar lagi, mungkin dengan sistem ban berjalan dll, amiiiinnn…. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-110421832462211128?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/110421832462211128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/integrated-office.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/110421832462211128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/110421832462211128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/integrated-office.html' title='Integrated office'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5369204347497803227</id><published>2008-12-27T07:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T07:42:34.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Yes!! I’m HOME</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SVZLwgcAceI/AAAAAAAAAEE/VjU5XHeQfYc/s1600-h/BOHO.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284494509479064034" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 199px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SVZLwgcAceI/AAAAAAAAAEE/VjU5XHeQfYc/s320/BOHO.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam beberapa hari ini, saya akan benar-benar home. Yes I’m home. Dan ini bukan SOHO (small office home office) but BOHO (big office home office) hehehe.. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut 2009, &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Saqina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; pindah kantor ke jl. Veteran 6, rt 6, rw 6. Online store alley sedang ditata oleh para staf dengan riang gembira. Sementara dukungan teknologi –sms center, call center- dan warehouse ditata oleh &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;Rosihan&lt;/a&gt;. Yang paling signifikan dalam kaitan “pulang” ini adalah bertambahnya waktu interaksi saya dan rosihan bersama anak-anak. Ini membuat saya sangat bahagia sekaligus merasakan semangat luar biasa. Cukup lama saya “meninggalkan” anak-anak. Sekalipun dari waktu ke waktu, saya berusaha untuk terus memperbaiki, menjaga dan memperbanyak jam-jam saya bersama mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat kami kabarkan soal BOHO ini kepada anak-anak, wah sungguh ribut dan riang tanggapan mereka. &lt;em&gt;"jadi mama, ga kerja?" -- "mama ga ke kantor?" --"jadi mama kerja di rumah?" -- "jadi mama dan papa disitu?" -- "ha..kantor mama papa disini?"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yes I’m home guys.. dan anak-anak pun bersorak. Welcome 2009. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;update:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;-  Alhamdulillah sambutan untuk &lt;a href="http://www.jilbabkartina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Jilbab Kartina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;dari para pelanggan sungguh menggembirakan,   siapa coba hari gini, ga pingin tampil modis,cantik secara praktis...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#666666;"&gt;-  Setiap hari masih dalam sesi belajar dari si kakak yang baru lulus superteens&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5369204347497803227?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5369204347497803227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/yes-im-home.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5369204347497803227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5369204347497803227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/yes-im-home.html' title='Yes!! I’m HOME'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SVZLwgcAceI/AAAAAAAAAEE/VjU5XHeQfYc/s72-c/BOHO.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4628678517580838048</id><published>2008-12-22T06:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T06:22:51.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Beauty Class</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemarin saya ikut kelas kecantikan, kursus rias wajah. Saya antusias banget, sejak dibuka pendaftaran, saya langsung daftar,langsung bayar.  Tanggal hari H, di kalender meja saya lingkari.  Pokoknya hari itu saya tunggu-tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi sebaliknya.  Kemarin malah saya bersiap tour de Pasar, ceritanya mau kulakan.  Tapi, karena hari gerimis, agak males-malesan tidak lekas pergi.  Rupanya males kali ini ada untungnya, jam 9.30 –satu panggilan masuk ke telepon saya.  Suara merdu diseberang sana kurang lebih bilang: apakah saya lupa hari ini ada beauty class dan sudah dimulai sejak pukul 9.  Aduh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, gerimis pun ditembus, saya bermotor (dibonceng) melaju menuju gedung mustika ratu.  Alhamdulillah, tidak terlalu telat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya salut sekali dengan Bu Santi, owner &lt;a href="http://www.aghna.net/"&gt;Aghna.net &lt;/a&gt;yang menyelenggarakan acara tersebut.  Sebagai organizer, beliau sudah memberikan service excellent sejak mula pendaftaran.  Ini bisa jadi contoh buat yang pingin terjun ke bisnis EO, saya sebutin ya:&lt;br /&gt;1.      Selain dari suaranya merdu, Ibu cantik ini, ramah &amp;amp; informatif, pokoknya rasanya enak dan percaya gitu mendengar penjelasan tentang event yang beliau selenggarakan&lt;br /&gt;2.      Care – ini yang bikin saya sebagai peserta salut – apalagi pas ditelpon pada hari H&lt;br /&gt;3.      Persisten – cepat merespon sms, cepat mengkonfirmasi pembayaran masuk&lt;br /&gt;4.      Piawai memimpin acara – pembawaannya tenang, bicaranya enak – bisa diusulkan sebagai MC Milad TDA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada yang belum kenal Bu Santi? -- tanya &lt;a href="http://www.iimrusyamsi.com/"&gt;pak Iim&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sukses bu..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Update:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-  Besok kami akan ke Lembang, jemput si kakak, kami semua sangat merindukannya&lt;br /&gt;-  Sesuatu yang BARU sedang saya, &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;rosihan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www,saqina.com/"&gt;team saqina &lt;/a&gt;siapkan, semoga lancar&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4628678517580838048?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4628678517580838048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/beauty-class.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4628678517580838048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4628678517580838048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/beauty-class.html' title='Beauty Class'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4196831102539603205</id><published>2008-12-19T15:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T15:49:07.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Subyektifitas waktu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa pekan ini waktu dalam dimensi kerja saya bergerak sangat cepat. Banyak hal belum dieksekusi dengan baik, banyak evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan disana-sini. Disamping banyak juga yang –saya,rosihan &amp;amp; team- berhasil kerjakan dan memberi hasil menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, waktu dalam dimensi emosional saya bergerak sangat lambat. Kamis kemarin, saya antar si kakak berangkat ikut &lt;a href="http://www.learninggenius.com/LM/ProdST.aspx"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;holiday camp&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Ernest wong&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Dan oleh karenanya, esok pagi saat bangun, saya heran menyadari bahwa dia baru meninggalkan rumah semalam. Pagi ini saya takjub, bahwa sekarang masih sabtu dan masih tiga hari lagi saya bisa bertemu dia. Padahal rasanya, dia seperti sudah berangkat beberapa hari lalu, rasanya sudah lamaaaa. Kali ini, saya sangat kesulitan untuk obyektif, kesadaran saya akan waktu kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Update:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Online sto&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;re kami masih terus menaik grafiknya, alhamdulillah (weekend ini ada gangguan kecil, migrasi server)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kami semua masih terus belajar, setiap hari memikirkan dan mengeksekusi hal baru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Rosihan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mborong buku-buku, untuk kami berdua pelajari lalu di analogikan dengan apa yang kami hadapi dalam bisnis dan mencari strategi implementasinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4196831102539603205?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4196831102539603205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/subyektifitas-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4196831102539603205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4196831102539603205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/subyektifitas-waktu.html' title='Subyektifitas waktu'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4292486688017206355</id><published>2008-12-16T17:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T17:47:24.685-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“&lt;em&gt;dik, do you know how much I love U”&lt;/em&gt; tanya saya pada si adik&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;I know, one hundred”&lt;/em&gt; jawabnya&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;uhm.. one hundred ?”&lt;/em&gt;  tanya saya&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;I know, one hundred thousand&lt;/em&gt;” serunya&lt;br /&gt;Saya tertawa, saya peluk lebih erat “&lt;em&gt;thank you dik, but my love is uncountable”&lt;br /&gt;“ha..ga bisa dihitung, jadi cinta terus ya…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suatu ketika si kakak:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ma, do you know that I love you very much..”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;“&lt;em&gt;tentu, I knew it since beginning, without you say it”&lt;br /&gt;“Ma, I love you.. I love you..”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;I hate you, I hate you”&lt;/em&gt; jawab saya seraya memeluknya sambil kami tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi, kapan terakhir kali Anda bilang cinta sama anak-anak? Show it, Say it.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4292486688017206355?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4292486688017206355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4292486688017206355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4292486688017206355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1110986218258555796</id><published>2008-12-16T03:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T03:47:01.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Tenda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sudah seminggu, si lima tahun, tidur di tenda. Tidak perduli gelap, tidak perduli hujan,tiupan angin dan udara dingin. Asyik bener dia, setiap jam tidur tiba, dia merangkak masuk ke tenda. Persis seperti franklin-kura-kura (buku fav anak-2), masuk ke cangkangnya. Alhamdulillah meski tidur di tenda, tidurnya pules, bangun pagi segar dan happy, tidak masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280352215451397586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 286px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SUeUXQrtbdI/AAAAAAAAADs/17Ld4O6xAOU/s320/lelap.JPG" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280352565069900146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 286px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SUeUrnHQaXI/AAAAAAAAAD0/wVQvzUh5fEE/s320/brothers.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Betul, tenda-nya si lima tahun ini di dalam rumah, persis di sebelah ranjangnya. Dua hari pertama, tenda ini tak boleh dibongkar, sampai lantai kamar tidak bisa di pel. Setelah dirayu dan ditakut-takuti hehehe..(tendanya dirubung semut, lalat, krn lantainya ga di pel), pagi hari saat ia kesekolah, tenda ini di lipat, kamar dibersihkan. Lalu harus cepat dipasang lagi, jika tidak wah..bisa ngamuk. Belakangan, tenda ini boleh dilipat, namun saat kantuk tiba, kursi-kursi musti lekas ditata, alas tidur dipasang, dan tidurlah dia di dalamnya. Kadang, si kakak turut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anak Anda begitu jugakah?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1110986218258555796?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1110986218258555796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/tenda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1110986218258555796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1110986218258555796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/tenda.html' title='Tenda'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SUeUXQrtbdI/AAAAAAAAADs/17Ld4O6xAOU/s72-c/lelap.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7569333337473640603</id><published>2008-12-02T04:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T04:42:55.774-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Beri Contoh</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Merintis dan membesarkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#6633ff;"&gt;SAQINA Grup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, penuh suka dan ria..(dukanya basi buat diceritakan..). Semua lini tugas –yang kini sudah ditangani oleh para staf- pernah kami lakukan sendiri.  Jadi ingat kisah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://hadikuntoro.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc0000;"&gt;Raja Selimut&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, sang raja yang memikul karung sendiri.  Kami juga seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, staf kami makin pinter dan terampil dari hari ke hari.  Sekalipun sampai hari ini, kami belum mengirimkan mereka ke lembaga-lembaga training (kecuali training komputer). Semua pelatihan, kami selenggarakan in house. Alias kami sendiri yang menjadi trainernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi-materi training itu, kami sampaikan dalam berbagai kesempatan, briefing pagi, forum senen dan evaluasi jum’at sore.  Namun diatas semua itu, ada training informal yang berjalan terus dari kami kepada para staf.  Training itu bertajuk: contoh kongkrit.  Tindakan nyata kami dalam melakukan setiap ditel pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Jadi, bagi para calon bos pun bos baru.  Jangan segan-segan dan jangan lupa, Anda adalah contoh. Dari sini sebuah kultur yang menjadi atmosfir bagi sebuah perusahaan disemai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7569333337473640603?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7569333337473640603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/beri-contoh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7569333337473640603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7569333337473640603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/beri-contoh.html' title='Beri Contoh'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3307946785664369161</id><published>2008-12-02T02:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:44:56.934-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Sambungan antar sel otak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhir pekan kemarin, kami sekeluarga pergi ke passer baroe.  Si kakak perlu gitar utk pelajaran musik di sekolah. Semua antusias.  Beli-nya di satu toko yang “hidup segan mati tak hendak”, layanannya buruk tapi karena kami cari yang murah, apa boleh buat.  Sudah begitu, si pramuniaga tak bisa nyetem pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai rumah, hal pertama yang kami lakukan adalah browsing, mencari cara nyetem gitar. Inilah hebatnya internet, cari info apa saja ada. Cara nyetem ketemu, dibantu si kakak –yang mengerti notasi dan bisa main piano-, gitar berhasil di stem.  Setelah gitar berhasil di stem, masalah belum berakhir, ada empat kepala yang begitu pingin cepet-cepet genjreng-genjreng gitar baru.  Giliran pertama adalah si lima tahun yang raja ngeyel. Celakanya, bukan jrang-jreng yang jadi minatnya, melainkan muter-muter setelan dawai. (sampai hari ini, dia masih sembunyi-sembunyi muter-muter setelan, jadi kami musti nyetem tiap hari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran selanjutnya &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;si papa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, yang pingin nostalgia masa muda.  Anak-anak mendengarkan papa main gitar dengan wajah tanpa selera. Lagunya melati dari jaya giri, jadul banget. Si kecil ga tahan, nyelonong nyanyi “kamu dimana, sama siapa, disini aku menunggumu…, kangen band dong”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu giliran saya.  Astaga, tak satupun lagu bisa saya mainkan.  Dua belas tahun lalu (duh…lama bener ya), saya masih bisa nyanyiin lagu iwan fals dan lagu-2 barat yg populer kala itu.  Chord yang masih ingat Cuma C,F,G.  Sambil sedikit frustasi, saya nyanyikan lagu “happy birtday to you” jrang-jreng-jrung. Anak-anak gembira bernyanyi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lesson learn: hal-hal yang sifatnya skill jika lama tak dipakai bakal benar-benar hilang dari memori, serabut-serabut sel otaknya putus, kurleb begitu dan ini beneran adanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3307946785664369161?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3307946785664369161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/sambungan-antar-sel-otak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3307946785664369161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3307946785664369161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/12/sambungan-antar-sel-otak.html' title='Sambungan antar sel otak'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3558100560563143347</id><published>2008-11-27T22:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T22:13:27.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Layanan Pelanggan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pernah jadi hilang selera menyantap makanan di resto karena pelayannya nyebelin. Pernah batal beli baju, karena wajah si mbak penjaganya nyebelin.  Pernah masuk ke toko yang keren, lalu penjaganya, menatap kita sambil dalam hati berkata “eh,nih orang kaya’nya salah masuk toko aku deh..”.  Saya pernah banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan pelanggan, mau sehebat apapun SOP-nya, ada satu hal yang musti bisa dipahami, di internalisasi.  Saya sebutnya “ruh melayani”.  Melayani itu, berarti menanggalkan siapa kita, yang kita layani naik pangkat jadi nomor satu.  Ada rasa sayang, ada penghargaan, ada empati, ada kerelaan dalam tiap upaya pelayanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SMS, Call,YM dan email.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya dan staf customer relation &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;SAQINA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berlatih khusus untuk hal ini. Kami belajar menjawab telepon dengan baik, bercakap dengan enak, menahan hembusan nafas yg biasa muncul saat kesabaran menipis, bersms dengan manis,beremail dengan santun dan berYM dengan sopan.   Karena, sekalipun tak bertatap muka, ruh melayani itu disampaikan oleh yahoo messenger, kabel telepon, jaringan internet dan pesan pendek ke para pelanggan.&lt;br /&gt;Ingin mencoba ?, silahkan &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;kontak kami&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3558100560563143347?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3558100560563143347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/layanan-pelanggan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3558100560563143347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3558100560563143347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/layanan-pelanggan.html' title='Layanan Pelanggan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3160819593544069868</id><published>2008-11-27T21:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:34:42.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Main Api</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pernah merasa kawatir, ketika anak-anak maunya mencoba sesuatu, yang menurut kita bahaya.  Saya sudah berhasil mengatasi rasa itu.  Saya hampir tidak melarang anak-anak mencoba hal “berbahaya”.  Yang penting bagaimana meminimalkan resiko dari hal “berbahaya” itu.  Dan kerelaan kita, bersabar menemani ketika anak-anak melakukannya, sambil menahan godaan latah berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kemarin sore si lima tahun- minta ijin mau nyalain korek api (ini anak jenius tdk bilang “aku mau main korek”, karena sdh pasti jawaban saya “itu bukan mainan”).  Dari yang semula katanya “sekali aja Ma..”, sampai akhirnya habis 2 box korek api.  Saya temani dia menyalakan korek itu dari batang pertama, sampai habis berbatang-batang.  Dari dia menyalakan sambil merem sampai melek, dari mulai batang korek dilempar karena jarinya tersulut, sampai dia tahu cara pegang korek biar tak tersulut.  Pokoknya dari takut, sampai bisa mahir dan percaya diri menyalakan korek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kami sering berantem gara-gara si adik pingin bikin telur dadar sendiri. Nyeplok sendiri, ngasih garem sendiri, mengocoknya sampai nuang di wajan, sampai mateng. Untuk urusan kompor, saya masih cukup takut. Tapi semakin dilarang, semakin menjadi pemberontakannya. Akhirnya, saya beli wajan teflon paling kecil, spatula kecil dan si adikpun kini mahir bikin telor dadar sendiri. Sekalipun untuk itu, saya harus memeluk tubuh kecilnya yg berdiri diatas kursi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3160819593544069868?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3160819593544069868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/main-api.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3160819593544069868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3160819593544069868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/main-api.html' title='Main Api'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6088353066321580788</id><published>2008-11-25T03:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T03:10:24.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Hotspot,YM dan latihan nulis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sejak pekan lalu, anak-anak makin bergairah pada jum’at sore, sabtu dan minggu.  Selain dari itu adalah hari main game komputer,kini mereka juga bisa nge-net.  Si adik, bisa main game lucu-lucu dari situsnya ferryhalim.  Si kakak –yang tak sabar,pingin cepet besar—chatting pake YM, bikin account FB dan belajar ngeblog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Adik, melihat kakak chatting, jadi ribut bukan kepalang. Maklum dia belum mahir menulis sekalipun sudah lancar jaya dalam membaca.  Ini kami jadikan provokasi buat dia “makanya, cepet latihan nulis, ga usah nunggu bulan Januari”.  Akhirnya si adik pun bikin account YM, juga FB.   Dan kami jadi kena getahnya, musti sabar meladeni beliau chatting.  Mula-mula menunggu dia ngetik satu kata bisa makan 2 menit.  Dia mikir sendiri, kami sama sekali tak membantu.  Hari kedua, kecepatannya menyusun huruf, bahkan kata untuk membentuk kalimat bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi cara bikin anak, mau latihan nulis, pasang hotspot di rumah.  Tapi tentu saja, mereka tetap harus berlatih menulis dengan pensil dan pena.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6088353066321580788?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6088353066321580788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/hotspotym-dan-latihan-nulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6088353066321580788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6088353066321580788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/hotspotym-dan-latihan-nulis.html' title='Hotspot,YM dan latihan nulis'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2241975654836974794</id><published>2008-11-24T15:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T15:21:46.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Demam SAQINA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anak-anak sangat terbiasa mendengar saya dan &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Rosihan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mengobrolkan banyak hal di rumah.  Dari soal bisnis, teknologi, politik, kesehatan, kehidupan sosial, tokoh dunia, sejarah, teman-teman kami dan macem-macem. Sebenarnya lebih karena kuping mereka senantiasa siaga menangkap pembicaraan apapun yang ada di rumah. (hati-hati, anak-anak punya kuping yang “panjaaannnggg…”)   Dalam kesempatan seperti itu, anak-anak kerap memunculkan pertanyaan.  Mulai dari pertanyaan yang bisa dijawab tanpa mikir, sampai yang kami tak bisa jawab.  Sering mereka juga mengusulkan sesuatu, mulai dari yang masuk akal sampai yang ajaib. Atau ikut terlibat dalam obrolan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, kami membicarakan dengan sangat antusias “nasib” &lt;a href="http://busana.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;saqina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; online store setelah diliput ANTV.  Sebuah percakapan muncul antara si kakak dan si adik.&lt;br /&gt;“kak, nanti kalau kita sudah (jadi) bapak-bapak, kita lanjutkan &lt;a href="http://kerudung.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saqina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;,yuk”&lt;br /&gt;“iya.. kita buka &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;Saqina&lt;/a&gt; dimana-mana”&lt;br /&gt;“kak, nanti kalau kita sudah (jadi) bapak-bapak, papa-mama sudah mati, kita yang nglanjutin Saqina”.&lt;br /&gt;“lho, ngapain nunggu jadi bapak-bapak, kamu umur 20an nanti sudah bisa nglanjutin..”&lt;br /&gt;“nanti buka Saqina, di seluruh dunia..”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2241975654836974794?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2241975654836974794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/demam-saqina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2241975654836974794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2241975654836974794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/demam-saqina.html' title='Demam SAQINA'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6682496711234623004</id><published>2008-11-18T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T01:14:07.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Mawut yang menyenangkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alhamdulillah, setelah &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/saqinacom-di-topik-siang-tv.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;diliput ANTV&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;,&lt;/span&gt; pengunjung &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;saqina &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;melonjak, yang otomatis disertai dengan meningkatnya order. Hari senin, saya benar-benar dibuat tak berkutik (maksudnya ga bisa ngeblog, nge-FB dan chat hahahihi).  Kutik saya penuh seputar melayani pembelian,monitor stok,pemesanan,pembayaran dan pengiriman. Kami sekantor kalang kabut, saking tak putusnya order via sms, YM, email dan telpon.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah..&lt;br /&gt;Mawut = kalang kabut  &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6682496711234623004?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6682496711234623004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/mawut-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6682496711234623004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6682496711234623004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/mawut-yang-menyenangkan.html' title='Mawut yang menyenangkan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-8724698875029785964</id><published>2008-11-13T21:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T21:47:19.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kecerdasan Finansial (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya hampir tak tahu harus bagaimana mengajarkan uang kepada si kakak.  Sejauh ini yang kami ajarkan hanya menabung.  Tapi mengajarkan nilai dan arti uang, bagaimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran pertama:memberi uang saku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Si kakak kami beri uang saku.  Sembari diberi pesan-pesan, uang bisa dipakai untuk jajan di sekolah, di rumah tapi harus ada sisa yang disimpan.  Kejadian pertama, uang saku habis pada hari pertama, karena “si A minta dibelikan minum, si B juga, jadi gimana dong kasihan kan..”. Pesan ditambah, bahwa anak-anak musti pakai uang masing-masing, tidak boleh traktir mentraktir kecuali ada acara khusus.  Kalau si A perlu beli minum, dia musti minta uang ortunya sendiri atau gantian mbeliin minumnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran kedua: bagaimana uang bertambah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Si kakak mulai mengumpulkan sedikit dari sisa uang sakunya.  Setelah terkumpul, dia tergoda untuk memakainya. Alhasil, tetap saja gagal menabung.  “uang sakunya terlalu sedikit, habis, ga cukup..” protesnya.  Kalau begitu, mikirnya, gimana supaya uang yang kamu punya nambah dulu baru dibuat beli-beli.  “aku jualan aja ya, gantungan naruto..” cara termudah yang bisa dia tiru dari pekerjaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari berlalu, gantungan naruto tidak laku.  “banyak yang pingin, tapi masa narutonya ditawar seribu” si kakak manyun, kecewa.  Kamu jual aja, itu pin bulet-bulat itu seribuan, usul saya.  Besoknya laporan 12 pin kecil laku, total terima uang 12ribu.  Mana uangnya ?  “uangnya aku belikan tempat pensil 10ribu, stiker 2ribu, download lagu 6ribu, jadi aku masih punya utang 6ribu”.  Lho kok ?! “iya si itu jualan tempat pensil, si anu jualan download lagu, aku beli dari mereka..” jawab si kakak dgn wajahnya OMG lugu banget…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bersambung...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-8724698875029785964?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/8724698875029785964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/kecerdasan-finansial-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8724698875029785964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8724698875029785964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/kecerdasan-finansial-2.html' title='Kecerdasan Finansial (2)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5007287689813323177</id><published>2008-11-12T23:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T23:57:49.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kecerdasan Finansial (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ternyata, kecerdasan finansial itu ada yang given alias dari sononya.  Ini kesimpulan sementaranya saya sebagai ibu dari dua anak laki-laki yang secara umum keduanya saya besarkan dengan cara yang “sama”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung saya, sampai hari ini tidak pinter soal duit.  Mulai dari cara menyimpan, cara membelanjakan dan cara dia memandang arti uang.  Dari balita, dia memang tidak tertarik dengan uang.  Dia teledor, tidak rapi menyimpan uang, tercecer, terselip disana-sini.  Dia juga jarang menghitung jumlah uangnya.  Dia tidak ribut, ketika uangnya berkurang.  Biasanya baru ribut, setelah benar-benar tak punya uang, sementara sedang ingin beli sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si adik kebalikannya.  Dari belum cakap bicara, sudah senang mengumpulkan uang, lembaran ribuan, receh limaratusan yang dia temui, akan dia ambil lalu dikumpulkan.  Pada umur 3 tahun, dia sudah ngerti minta uang (untuk disimpan) ataupun untuk beli sesuatu dan sisanya disimpan. Uangnya, tidak tercecer, kerap dihitung ulang, tahu kapan uangnya berkurang pun bertambah. Pada umur 4 tahunan, dia entah dapat ide dari mana, sudah menjual stiker kepada si kakak. Padahal stiker itu dia peroleh cuma-cuma dari gurunya.  Juga sudah menjual sepotong kue kepada ayahnya, padahal kue itu dapat gratis dari saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kami kedapatan sedang menghitung uang (yang jumlahnya sampai berbendel-bendel hehehe…), dia langsung minta bagian.  Dan sudah bisa menentukan, apakah dia minta warna merah (10ribu), warna hijau (20ribu) atau biru (50ribu) belakangan malah selalu minta merah yang seratus ribu.  Dia juga sangat lihati merayu eyangnya, oomnya, pakdenya bahkan pembantu di rumah, untuk memberinya uang.  Dia juga suka minta bayaran atas hal baik yang sudah dia kerjakan.  Ia juga sudah punya perkiraan, berapa uang yang akan dibelikan sesuatu, berapa sisanya. Pokoknya pikirannya tentang uang sudah jalan.  Tanpa khusus kami ajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat kami sadar bahwa si kakak, ternyata membutuhkan apa yang namanya pengajaran melek  finansial. Sementara si adik perlu diarahkan, agar tidak berkembang jadi kelewat money oriented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5007287689813323177?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5007287689813323177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/kecerdasan-finansial-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5007287689813323177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5007287689813323177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/kecerdasan-finansial-1.html' title='Kecerdasan Finansial (1)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6961623409247502855</id><published>2008-11-07T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T01:13:16.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Rumah untuk Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mungkin karena rumah saya kecil, sehingga semua ruang menjadi milik anak-anak.  Dinding rumah (juga pintu) tidak pernah kosong oleh tempelan hasil pekerjaan mereka.  Kertas-kertas berhias coretan dan tempelan,mulai dari tanpa bentuk, sampai yang bernilai seni, menghiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga menempel sebuah tripleks whiteboard lebar di salah satu dinding ruang depan.  Ini salah satu cara untuk melokalisasi kegiatan coret dan tulis.  Dulu, kalau papan itu sudah penuh sementara gambar tak boleh dihapus, anak-anak melanjutkan karyanya di tembok-tembok.  Tembok sudah dicat berulang kali.  Kulit sofa juga sudah berganti, karena tidak ada se-sentipun yang luput dari coretan dan tulisan. Si sulung, (waktu itu -1-4 tahun) luar biasa buas keinginannya untuk berkarya. Adiknya sedikit lebih jinak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah juga tempat anak-anak bermain sepeda.  Sepeda mereka laju dari halaman depan, terus masuk kerumah sampe mentok tembok bolak-balik, dulu.  Sekarang mereka sudah jadi pembalap di jalanan kampung veteran-duren tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursi-kursi juga menjadi sarana dan saksi anak-anak bertumbuh.  Si sulung waktu umur 2-3 tahun, setiap maghrib punya hobi mendorong kursi sambil berlari kencang, sampai kursi membentur tembok, bolak-balik gradak-gruduk..sampai telinga dan kepala kita mau pecah saking berisiknya.  Hobi ini juga menurun, adiknya juga pernah punya fase dorong kursi grubak-grubuk. Meja, rak buku, semen-nan di dapur, semua menjadi arena panjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang elektronik seperti VCD/DVD player sudah berganti-ganti. Bukan karena ganti model, melainkan rusak, karena penggunanya si tangan-tangan kecil yg luar biasa observant. Dari awal Rosihan selalu beli barang-barang elektronik murah bikinan cina.  “biar kita ga nyesel kalo rusak”, katanya waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua lubang kunci, rusak tak bisa dimasuki anak kunci, karena diisi dan disisipi mulai dari lidi,uang receh kecil, kerikil dan lain-lain.  Jadi kita pasang gredel dan gembok sebagai gantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa itu sudah lewat, mereka “terlalu” cepat menjadi besar.  Saya terharu mana kala melihat jejak-jejak balita mereka disetiap pojok rumah kami.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6961623409247502855?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6961623409247502855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/rumah-untuk-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6961623409247502855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6961623409247502855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/rumah-untuk-anak.html' title='Rumah untuk Anak'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-8497929443389877945</id><published>2008-11-05T22:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T22:28:41.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Matikan Saja!!! gitu aja kok repot!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman yang membiarkan anak-anaknya nonton sinetron (dan yg ga mutu lainnya) TV dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun kita berusaha menciptakan iklim demokratis di rumah, membangun budaya dialog dua arah, hubungan yang egaliter dan lain-lain peristilahan, dalam gaya parenting dan relasi kita dengan anak.  Ada hal-hal (banyak..) yang kita harus otoriter, tegas dan tak bisa ditawar.  Salah satunya dalam hal memilihkan (menentukan) mana yg boleh dan tak boleh dilihat dari sebuah kotak ajaib bernama TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya prihatin sejadi-jadinya, manakala (sering banget) menjumpai teman-teman –sesama ortu- tak berdaya menye-top anak mereka dari TV yang menyala terus.  Tak menggunakan kekuasaannya menghentikan anak mereka dari menonton artis-artis unjuk akting buruk, dialog sampah dalam sinetron-sinetron.  Yang kalah ketika anaknya melontarkan jurus merajuk saat para ortu itu berkata “eh hayo jangan nonton itu, ayo matikan”.  Saya heran, kita yang punya rumah, kita yang beli TV itu, lho kok multivision, sinemart yang jadi raja.  Kok boleh-bolehnya anak-anak kita (terutama balita), ngotot demi melihat mereka.  Sudah seperti itu, kok para ortu itu masih bisa membiarkan.  Padahal yang perlu mereka lakukan hanya satu, MATIKAN saja!.  Pencet tombol powernya, cabut colokan listriknya, habis perkara.  Ini urusan serius, bukan soal sabar atau tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dialog kemudian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengeluh tak tahu cara menghentikan dan mengatur jam menonton TV bagi anaknya.  “kalau dilarang marah”, demikian katanya.  Wah,wah kacau.  Ya biar saja anak marah, biarkan dia tahu mau marah model apapun, kitalah yang mengatur kapan TV menyala dan apa yang boleh ditonton.  Kalau marahnya tak terkendali, ya gotong saja TV itu masukkan gudang, atau masukkan kardus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan ini gampang belaka, hanya perlu dialog kecil, kesepakatan dan konsistensi.&lt;br /&gt;Tanyakan pada anak: “masih mau nonton TV apa tidak ?”.  Pasti jawabnya masih mau.  Nah tinggal tentukan, boleh nonton jam sekian, acara ini.  Kalau setuju ok, TV kita kembalikan ke posisinya.  Kalau tidak setuju ya, mohon maaf, TV terpaksa dijual saja.  Lalu, tinggal kita konsisten, percayalah anak-anak segera akan terbentuk kebiasaan nontonnya sesuai dengan aturan kita.  Jika melanggar ? bikinlah kesepakatan sanksi apa yang akan mereka dapat, jika anak keluar dari kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat menerapkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-8497929443389877945?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/8497929443389877945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/matikan-saja-gitu-aja-kok-repot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8497929443389877945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8497929443389877945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/11/matikan-saja-gitu-aja-kok-repot.html' title='Matikan Saja!!! gitu aja kok repot!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-107665994177825032</id><published>2008-10-28T23:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T23:34:25.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Layanan Ala KIOS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(catatan kecil bulan Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Karena semua anak buah, (sangat) sibuk di posisi masing-masing, maka pada bulan puasa lalu, saya turun gunung ikut jualan di cempaka.  Saqina buka dadakan disebelah Sajidah. Dari pengalaman ini, saya menemukan jurus-jurus pelayanan ala kios -yang berada di lautan kios sejenis-.  Sesuatu yang “keluar” dari SOP layanan pelanggan Toko Saqina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jurus tawaran gencar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena luas kios yang terbatas, kedatangan 5 orang pembeli saja, sudah bikin sesak. Supaya 5 orang ini, tidak terlalu lama di kios, cepat mengambil keputusan jadi beli atau tidak, maka kecepatan layanan ditingkatkan sekitar 5 kali lipat dari standar layanan toko.  Jika pengunjung mengamati satu baju, tak sampe semenit, kami segera menyebutkan warna dan size yang ada.  Jadi pelayanan sifatnya langsung mengarahkan, mempersempit pilihan spt: size yang dicari apa, warna yang diminta, sampe kira-kira jenis bahan yang diidamkan, apakah sifon, katun, shimer, tafeta dll. Apakah cari buat dipake sendiri atau buat ibu,adik,sepupu dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di toko, kami memberikan waktu cukup buat pembeli untuk kelilingan melihat-lihat semua model yang ada dll.  Tawaran model, warna dilakukan dengan tempo lebih lambat, lebih persuasif dan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jurus potongan harga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini yang agak bikin mules.  Semua barang yang kami jual di cempaka, sudah berlabel, harga dipatok standar Saqina.  Separuh pengunjung mengaku tak biasa dengan harga pas.  Datang ke ITC ya wajib hukumnya tawar menawar, sampai dapat harga akhir.  Pembeli puas, ketika mendapat potongan harga yang signifikan, lebih puas lagi kalo sampe setengah harga. Padahal, kalau barang dilepas dengan harga separuh, ya berarti harga sdh dinaikkan lipat dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jurus senyum mengembang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau yang ini wajib bagi semua pramutoko Saqina.  Kadang-kadang kami didatangi pembeli yang naudzubillah menyebalkan, sok jutek, nawar ngawur, ditambah menggerutu, melotot dan body language yang ammmpuuunnn deh.  Anak-anak Saqina, selalu saya tekankan utk bermental baja, tidak terpengaruh dengan teror yang dilancarkan pembeli.  Jadi, sekalipun jengkel, transaksi batal, senyum senantiasa mengembang, sambil tetap berucap “terima kasiiihhh…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan…&lt;strong&gt;JURUS TERAKHIR&lt;/strong&gt; mending nggak jualan di Cempaka..hehehe…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-107665994177825032?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/107665994177825032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/layanan-ala-kios.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/107665994177825032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/107665994177825032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/layanan-ala-kios.html' title='Layanan Ala KIOS'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-449509852526878104</id><published>2008-10-23T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T19:33:06.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Motor Balap (tulisan ke-3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pahami respon anak, ketahui strateginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya dengan De, ternyata tidak bisa saya terapkan pada Da.  Beberapa langkah standar seperti membacakan aneka buku saya lakukan, tapi yang terjadi, alih-alih menyimak, Da lebih banyak merebut lalu membuang buku itu.  Waktu itu (sekitar 4 th lalu) minatnya pada buku begitu buruk.  Sekali pegang buku, buka-buka halaman buku  lalu buang.  Atau buka buku, lihat-lihat cepat lalu disobek.  Kalau gambarnya menarik dilihat, sedangkan teks sama sekali tidak minat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat kawatir, ditambah lagi, Da baru bisa bicara pada umur 2.6 tahun.  Sebelumnya hanya mengeluarkan bunyi-bunyian tanpa makna, sekalipun ada intonasi. Upaya saya memperkenalkan buku, bertepuk sebelah tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihan menyarankan saya,untuk mencarikan buku-buku yang gambarnya menarik.  Dugaan kami, ini anak lebih visual dari pada kakaknya.  Jadi sekalipun sering ditolak, kami terus menyelenggarakan acara baca buku.  Acara bermain penggalan suku kata dan lain-lain dilepeh mentah-mentah.  Anak ini tipe yang alergi dengan segala upaya “mengajari” sekalipun sdh dilakukan dg sangat terselubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada titik terang, saya beli buku berjudul &lt;strong&gt;Motor Balap&lt;/strong&gt;.  Isinya gambar-gambar motor, sejarah motor lengkap dengan mesinnya. Gambarnya banyak, tulisannya sedikit.  Ini buku pertama yg menjadi favoritnya.  Berhari-hari, berminggu-minggu hanya buku itu.  Saya akali dengan aturan, baca bergantian, jika tidak saya tak mau membacakan.  Saya baca satu paragraf, Da, melanjutkan kalimat berikutnya.  Saya tahu, dia bisa melakukan ini karena hafal saja. Akhirnya saking saya bosan, buku itu saya sembunyikan. Juga, agar ia beralih ke buku lain.  Buku favorit berikutnya adalah &lt;strong&gt;Penemuan Kereta Api.&lt;/strong&gt;  Buku itu menjadi bacaan wajib setiap malam, setidaknya diulang 2-3 kali (lumayan daripada 7 kali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih belum puas, pilihan buku Da, sangat terbatas. Jika kami berkunjung ke toko buku, dia tidak antusias terhadap buku-buku yang ada.  Paling hanya melihat covernya.  Ketika dia belum bisa bicara, Da lebih asyik merapikan buku-buku di rak dari pada membuka buku-buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal lain yang cukup menarik, Da senang sekali ber-sms (membaca pun berusaha mengirim).  Biasanya sampai capek ketika harus mendekte huruf demi huruf saat Da, ingin sms ke saya atau ke Rosihan.  Dia juga senang membuat catatan di menu notes &amp;amp; to do list di HP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibu guru TK memberi saya informasi maha penting.  Da sudah bisa baca lancar baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, tanpa kekacauan satu sama lain.  Alhamdulillah..  Kini, sekalipun De sudah lancar membaca saya tetap mengajak dia membaca tiap malam.  Membaca berdua buku yang dia pilih. Dan, buku yg dipilihnya antara lain: &lt;strong&gt;Curious George &amp;amp; Naga Itu Tidak Ada.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(bagian terakhir dari 3 tulisan, tentang: menyemai sikap antusias baca pada&lt;/span&gt; anak)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-449509852526878104?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/449509852526878104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/motor-balap-tulisan-ke-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/449509852526878104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/449509852526878104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/motor-balap-tulisan-ke-3.html' title='Motor Balap (tulisan ke-3)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2206171330679682558</id><published>2008-10-23T19:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T19:29:30.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kursus membaca perlu atau tidak (tulisan ke2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Waktu De, masih TKA beberapa ibu yg anaknya sekelas dengan De, ramai-ramai mendaftarkan anak mereka kursus membaca.  Mereka panik, takut anaknya tak bisa baca.  Ibu-ibu anak TKB lebih panik lagi, takut tak diterima SD jika anak tak bisa baca.  Saya bukannya tak kawatir, namun dari banyak browsing, saya dapatkan informasi bahwa  bisa membaca itu merupakan suatu proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dari mengenal bentuk huruf, lalu mengerti bahwa huruf  punya bunyi.  Selanjutnya mengerti bahwa gabungan huruf memiliki bunyi lagi yang berbeda.  Sampai dari gabungan huruf membentuk kata. Kata memiliki bunyi, memiliki arti.  Bahwa bisa membaca, sampai kemudian mengerti atau paham apa yang dia baca itu proses yang lebih maju lagi.  Kemampuan ini berhubungan erat dengan stimulasi dari lingkungannya, ada hubungannya juga dengan umur dan banyak hal terkait dengan tumbuh kembang anak. Ada kesiapan dan kematangan pada anak yang kadang berbeda satu sama lain.   Pokoknya, ini bukan semata soal belum bisa lalu jawabannya kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika De sudah menunjukkan keinginan kuat untuk bisa baca --Kelihatan dari upaya dia menebak-nebak baca logo, tulisan-tulisan dijalan dll—saya buatkan penggalan-penggalan suku kata.  Waktu itu, cara mengeja –seperti jaman saya SD dulu, b-u = bu dll—sudah tidak lazim dipakai.  Maka saya memakai tehnik menggabung suku kata.  Permain ini mengasyikkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya lakukan adalah menempeli perabot rumah dengan tulisan nama benda itu.  Di pintu saya tempel tulisan PINTU dll. Kalender kami beli yang hanya ada tulisan tanggal (nomor), bulan dan hari dalam ukuran besar.  Jam dinding kami beli yang ukuran besar.  Kalau kami baca koran, De bagian baca judul yang besar-besar.  Pokoknya kami selalu melibatkan dia dalam kegiatan baca, tanpa sebuah sesi khusus bernama “belajar membaca”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perlukah kursus membaca ?&lt;br /&gt;Jika kita bisa (dan mau) meluangkan waktu untuk melakukan itu, demi anak kita.  Maka Anda tahu apa jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Berlanjut tulisan ke-3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2206171330679682558?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2206171330679682558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/kursus-membaca-perlu-atau-tidak-tulisan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2206171330679682558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2206171330679682558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/kursus-membaca-perlu-atau-tidak-tulisan.html' title='Kursus membaca perlu atau tidak (tulisan ke2)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2576332501461080605</id><published>2008-10-23T01:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T01:55:38.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Naga Itu Tidak Ada (tulisan ke-1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Menyemai sikap antusias baca pada anak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ibu yang ambisius. Saya ingin anak-anak saya punya pengetahuan yang luas. Saya ingin mereka tahu banyak hal sebanyak-banyaknya. Salah satu cara yang saya tahu harus ditempuh untuk mewujudkan ambisi saya itu adalah membuat kedua anak saya “gila” baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak anak-anak masih bayi, saya sudah sibuk membacakan buku. Kepala saya penuh dengan pikiran bagaimana memperkenalkan buku sejak dini, bagaimana membuat dia suka buku dst. Maka saya beli aneka buku, mulai dari buku plastik, buku tebal, buku tanpa teks, buku kain, buku ukuran buesar, buku yg ada flip-nya, dll. Hanya untuk satu tujuan, mereka suka buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi dini baca dan kenal buku yang saya berikan mendapat tanggapan berbeda dari DE (kakak) dan DA (adik). Sejak bayi De menyimak tenang setiap buku yang kami bacakan. Selain dari merenggut dan menyobek beberapa halaman buku, Ia merespon dengan sangat baik, upaya saya mengajaknya terlibat dalam aktivitas membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur sedikit diatas 1 tahun sampai dengan 4 tahun, DE ada pada periode minta dibacakan buku tertentu berulang-ulang. Satu buku, bisa dibaca sampai 7 kali, atau sampai saya tertidur atau ngambek (lho kok hehehehe…). Hitung, jika tebal buku 20 halaman saja, dibaca 7 kali, berarti saya baca 140 halaman. Buku “terkutuk” yang pernah dibaca 7 kali tiap malam, selama bermalam-malam itu salah satunya berjudul: Naga itu Tidak Ada.  Dibaca dengan suara keras, plus intonasi. Masih ditambah tidak boleh ada kata terlewat, karena dia hapal persis setiap kata dalam buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, suatu malam saya dibuat kaget dan lega, bahwa tanpa mengeja, De begitu saja membaca, ketika saya sodorkan satu buku baru. Buku “keramat” itu berjudul: Curious George&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya tinggal mengasah tehnik membaca dalam bahasa Indonesia, sesuatu yg sedikit lebih lambat dia kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Bersambung ke tulisan ke-2&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2576332501461080605?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2576332501461080605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/naga-itu-tidak-ada-tulisan-ke-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2576332501461080605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2576332501461080605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/10/naga-itu-tidak-ada-tulisan-ke-1.html' title='Naga Itu Tidak Ada (tulisan ke-1)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1207127500276909667</id><published>2008-09-15T02:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T02:36:17.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>SELAMAT  MENJALANKAN IBADAH PUASA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya punya banyak cerita, tentang anak-anak, tentang Saqina –baik online maupun offline store—dll, termasuk rasanya diputer tornado pengadaan barang guna mencapai maksimal omset selama ramadhan.  Juga tentang bagaimana kolagen begitu cepat luruh dari kulit saya, akibat gempuran aktivitas. &lt;br /&gt;Sayang sejuta sayang.. waktu saya tercecer habis dikawasan tanah abang, cempaka mas, purwakarta, karawang,duren tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga-moga msh bisa saya ceritakan (baca: msh layak) nanti saat ramadhan usai.&lt;br /&gt;Mohon maaf atas semua kesalahan saya.&lt;br /&gt;Mohon do’a dari semua, yang sempat singgah di blog saya.&lt;br /&gt;Sampai jumpa dalam tulisan-2 selepas ramadhan nanti.&lt;br /&gt;Saya puasa nulis, sampai sekitar seminggu setelah iedul fitri…&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1207127500276909667?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1207127500276909667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/09/selamat-menjalankan-ibadah-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1207127500276909667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1207127500276909667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/09/selamat-menjalankan-ibadah-puasa.html' title='SELAMAT  MENJALANKAN IBADAH PUASA'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6063715204126132513</id><published>2008-08-29T03:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T03:43:05.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Thank GOD,Its Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SLfSrhE9mjI/AAAAAAAAADE/hbuoDdesQpA/s1600-h/iwan2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239888336524253746" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SLfSrhE9mjI/AAAAAAAAADE/hbuoDdesQpA/s320/iwan2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SLfQNtK3X9I/AAAAAAAAAC8/bNTkRDSOU2A/s1600-h/Iwan.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya juga teman-teman angkatan 70an dan sebelumnya, merupakan generasi yang sempat ditimang lagu-lagu Iwan Fals. Untung banget, lagu-lagu itu saya dengar di umur belia, saat daya rekam otak pada masa keemasannya. Jadi, hari ini, masih bisa saya nyanyikan lagu-lagu itu dengan penuh gusto (meminjam istilah khas Pak Kayam Alm). Lagu-lagu yang menggelorakan sesuatu, mengajarkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang 17 Agustus, saya dan suami, nonton &lt;a href="http://www.iwanfals.co.id/"&gt;Iwan Fals &lt;/a&gt;di TPI. Rasanya kembali seperti berkunjung ke masa lalu(o..yeeeaaahh..). Iwan yang masih seksi, Inisisri dengan senyumnya, Nanil yang jadi gendut, Yocky dengan jemari yang berkurang lincahnya, Setiawan Jody yang masih tampak ganteng. Namun satu tak bisa dicuri, mereka sudah pada tua. Dalam hati saya membatin, Tuhan, ada baiknya mohon diberikan umur panjang pada orang-orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun lalu, saya nonton mereka, live. Di atas panggung, bertengger di atas loudspeaker besar dipunggung Inisisri. Menyaksikan mereka beraksi ala kuda lumping kesurupan. Beberapa hari setelah itu, saya tak nyenyak tidur. Wajah, suara, lagunya, aksi panggungnya –terutama Iwan hehehehe..—memenuhi kepala. Saya menulis surat panjang untuk Iwan (dimana surat itu ya..). Poster besar Iwan (bertelanjang dada..ups..), nempel di dinding kamar.Saya tergila-gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang melihat ABG histeris sama changcuters, ungu, kangen band.. OMG…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6063715204126132513?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6063715204126132513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/thank-godits-iwan-fals.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6063715204126132513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6063715204126132513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/thank-godits-iwan-fals.html' title='Thank GOD,Its Iwan Fals'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SLfSrhE9mjI/AAAAAAAAADE/hbuoDdesQpA/s72-c/iwan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6809350201742815287</id><published>2008-08-29T03:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T03:18:27.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kertas Kepuasan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada saat-saat dimana anak-anak badmood (terutama si kakak). Biasanya ini akibat akumulasi permintaan ini-itu mereka, yang kami abaikan.  Misalnya tuntutan untuk pergi ke tempat-tempat yg sudah lama tidak kami kunjungi. atau permintaan yang membutuhkan anggaran khusus, seperti beli mainan pesawat (saya ga suka banget…baru terbang satu puteran nabrak pohon, hancur) atau permintaan sederhana tapi saya benci, misal ke timezone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi diatas itu semua, sebenarnya anak-anak badmood, karena kurang perhatian dari kami (ada saat-saat, kami begitu sibuk). Kalau sudah begitu, kami lalu menggelar meeting khusus untuk menampung protes dan usulan mereka.  Biasanya ujungnya adalah sebuah daftar tuntutan.  Separuhnya memang apa-apa yg sudah kami janjikan tapi kami lupa (kadang sengaja melupa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu meeting khusus, kami dibuat kualahan oleh aneka gugatan anak-anak.  Saking kualahan, si Bapak potong kompas “ok, ok..ambil kertas, tuliskan semua yang kamu inginkan, yang bisa membuat kamu puas”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kakak, cepet ambil kertas dan menulis daftar tuntutan.&lt;br /&gt;Si adik ribut, karena belum bisa nulis dan kami bantu tuliskan tuntutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sabtu, sepulang dari main air di ocean park BSD (yang puanasnya ampuuunnn). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“sudah ya, permintaan sudah dipenuhi ya, sudah puas..”, tanya kami.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Si kakak langsung menyahut “puas!”. &lt;br /&gt;Si adik berseru cepat: “lihat kertas kepuasan dulu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kertas kepuasan, istilah ciptaan adik, maksudnya adalah kertas bertuliskan semua permintaan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6809350201742815287?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6809350201742815287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/kertas-kepuasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6809350201742815287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6809350201742815287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/kertas-kepuasan.html' title='Kertas Kepuasan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-9173079636743182416</id><published>2008-08-25T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T19:35:07.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Menakar Konsekuensi (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Sekali sebulan, sekali seminggu, setiap hari. (Oh My GOD!!)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepulang dari dokter mata, diketahui mata si kakak yang minus 3 dan 4.5 itu, ditambah astigmat 0.5 kiri dan kanan. Si adik mata ada minus 0.25. Dokter berpesan, kurangi komputer, TV,playstation (yg ini ga punya), gameboy (ini apa lagi..),game HP dsj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kemudian meeting. Meminta anak-anak untuk sukarela mereduksi jam komputer. Si kakak mengaku setuju, sembari mewek-mewek. Si adik sewot ngomel-ngomel katanya: “makanya ga usah periksa mata, biar ga jadi begini..” (maksudnya biar ga ketahuan bahwa mata mereka bermasalah). Saya dan suami sedih, kami terlalu dini membolehkan anak-anak berinteraksi dengan komputer. Dari mereka bayi, komputer sudah begitu dekat. Lalu aneka game mulai edukasi,balap sampai counterstrike (yg ini saya benci banget..) menjadi candu. Si Bapak mengambil kebijakan. Katanya,”main komputer hanya boleh sekali sebulan, satu jam”. Meledak tangis si kakak, si adik cemberut. Dalam hati saya membatin –imposibel banget hukuman ini bisa dilaksanakan-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, belum satu bulan berjalan. Anak-anak merayu (baca: merongrong) bapaknya dengan segenap cara, setiap hari, setiap ketemu. Mulai dari merajuk minta jalan-jalan, ngambek tidak mau ditinggal, sampai dengan uring-uringan dan badmood sepanjang waktu. Berpisah dengan komputer membuat mereka sakaw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, karena kami tidak bisa sewaktu-waktu memenuhi apa yang mereka pinta sebagai pengganti jam komputer. Maka dalam keadaan kepepet, entah bagaimana tiba-tiba ketentuan melunak “ok, komputer sekali seminggu boleh satu jam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum berakhir. Karena konsisten itu beratnya minta ampun dan karena sebab-sebab lain yang bakal panjang kalau diceritakan. Ketentuan menjadi makin lunak “ya baiklah, dua kali seminggu boleh, setengah jam”. Anak-anak tampaknya tahu benar, bahwa bapaknya –yang suka pura-pura galak itu--, paling tidak konsisten dalam hal peraturan. Teror terus dilangsungkan dengan banyak cara. Dan sebelum peraturan menjadi nol besar. Maka saya (si perempuan pengatur, demikian si kakak menjuluki saya) bersabda “ok, ketentuan terakhir setiap hari jatah komputer 30menit, lebih dari itu harus ijin mama, jika tidak komputer disita”. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-9173079636743182416?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/9173079636743182416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/menakar-konsekuensi-bagian-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9173079636743182416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9173079636743182416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/menakar-konsekuensi-bagian-2.html' title='Menakar Konsekuensi (bagian 2)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6572590720865160208</id><published>2008-08-25T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T19:20:17.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Menakar Konsekuensi (bagian 1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Karena kita cinta, maka dalam mengasuh dan mendidik anak, pada kondisi tertentu kita wajib menerapkan hukuman (hiii..emangnya koruptor dihukum), maksud saya memberikan konsekuensi.  Mengajarkan apa itu konsekuensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dan kami punya serangkaian perjanjian.  Antara lain: main komputer hanya boleh 30menit.  Nonton TV hanya bisa setelah selesai mengerjakan PR. Tidur larut hanya boleh di jumat dan sabtu malam.  Jika peraturan ini dilanggar, maka konsekuensinya kesenangan mereka akan dikurangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibu guru menulis catatan: dear parents. De didn’t submit his english homework since Friday, pls remind him to do his HM on time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak, tensi naik. Jadi sudah 4 hari sekolah (total 6hr ditambah sabtu minggu), si kakak tidak setor PR. Padahal tiap malam, setiap saya cek, selalu dilaporkan PR beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya menggelar sidang. Usut punya usut, lembar PR yg dimaksud bu guru, entah dimana ketlingsut.  Dan, si kakak tidak lapor sejak hari pertama dia kehilangan lembar itu. Padahal dia tahu SOP-nya, jika lembar PR hilang, harus dicari dulu, jika tak ketemu musti minta lagi ke bu guru.  Selama 4 hari, dia tidak bergerak mencari, dan baru mengaku lembar itu ketlingsut setelah saya interogasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah membongkar rak buku dan menemukan lembar itu, si kakak pun pasrah mendapat sangsi esok sore &amp;amp; malem hak nonton TV dicabut.  Melewatkan satu episode teen titans, ben-10, mythbuster, aircrash investigation  dsj sudah satu siksaan baginya. Maka kakak menjalani “hukuman” itu dengan kesadaran penuh  sebagai harga atas kelalaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesore saja, cukupkah ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi “hukuman” pada anak harus kira-kira adekuat alias cukupan. Tidak boleh over dosis, karena dapat menyebabkan anak frustasi dan memiliki persepsi negatif terhadap konsekuensi.  Hukuman yang terlalu berat juga cenderung  sulit dilaksanakan dengan tepat.  Hukuman juga tidak boleh terlalu ringan atau kurang, karena bisa membuat anak meremehkan dan menganggap tidak serius atas sanksi yg kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saat mempertimbangkan takaran hukuman, ortu disarankan tidak dalam kondisi emosi.  Jika sedang marah, tunda dulu, diem dulu, mikir dulu.  Saat masih emosi, kita bisa cenderung over-kill.  Misalnya: anak dihukum tidak nonton TV selama 1bulan.  Siapa mampu menjamin anak sama sekali tidak akan menonton TV selama 1 bulan.  Alih-alih, baru 3 hari menghukum pada hari ke 4 anak kita sudah nongkrong di depan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan konsekuensi tidak boleh ditunda.  Setelah anak mengerti duduk perkara kesalahannya apa, segera berikan konsekuensi atas pelanggaran yang terjadi.  Jangan sudah lewat 2 minggu, lalu karena ada masalah lain,  kemudian kita memberi hukuman ganda. Persis seperti minum antibiotik, harus pas dalam jangka waktu tertentu, jika lebih pun kurang keduanya memberikan dampak negatif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bersambung bagian 2.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6572590720865160208?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6572590720865160208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/menakar-konsekuensi-bagian-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6572590720865160208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6572590720865160208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/menakar-konsekuensi-bagian-1.html' title='Menakar Konsekuensi (bagian 1)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4551489140386381857</id><published>2008-08-08T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T05:57:46.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Teror di tempat umum</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SJxCf8KEdJI/AAAAAAAAACQ/OJ442yfYl7E/s1600-h/temper.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232129983589414034" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SJxCf8KEdJI/AAAAAAAAACQ/OJ442yfYl7E/s320/temper.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pernah diteror anak ? dalam bentuk teriakan, tangisan kencang ditempat umum. Ditambah adegan nglesot, nglempar sandal dan sumpah serapah ?. Si kecil saya, sedang masa-masanya mengukur seberapa digdaya terornya meruntuhkan wibawa saya (hehehe..kesannya diktator banget).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begitulah, saat ini si kecil yg lima tahun itu, suka ajaib mendadak minta sesuatu yang mustahil saya luluskan. Dan dia punya nyali untuk menantang ketetapan saya. Ini paling seru. Saya mau berbagi jurus bagaimana menghadapi kondisi ini, dengan tetap cool dan win. Ya betul, dalam keadaan seperti ini, jangan pernah memberi kesempatan kepada anak menjadi pemenang. Momen sulit ini adalah langkah penting menegakkan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak gusar dan tetap tenang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kita bisa menjadi gampang terpancing untuk panik, ketika anak mulai melancarkan aksi teror. Kita gusar, jengkel dan jengah karena berada di tempat umum. Kalau dirumah gampang saja, tinggal pergi saja, cuekin saja. Bayangkan kalo anak nangis keras di tempat umum sambil mengomel “mama bodoh, mama o’on” coba..seru bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Serupakan kita dengan angin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang sedang ngelesot-ngelesot nangis dan marah, biarkan saja. Tungguin saja, beri toleransi beberapa menit. Saya biasa mengambil jarak dan membiarkan anak-anak meluapkan marahnya. Biasanya, demi melihat kami tenang tak terpengaruh, dia mulai sadar bahwa aksinya tak membuahkan hasil. Dengan kata lain, aksi dia bagai lenyap dibawa angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bicara tegas ditambah sedikit ancaman elegan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengancam anak ada seninya, jangan sekedar “tak tinggalin kamu disini ya.., hayo nangis terus biar diculik orang” hehehe… jika memang kita benar bisa meninggalkan si anak di tempat umum, ya lakukan. Tapi tak mungkin bukan. Jadi lebih baik beri ancaman sanksi yang jelas dan pasti. Seperti “ok, kamu nangis dulu, habis itu kita pulang, kita ga jadi belanja dan kamu tidak jadi mama belikan es krim (atau apa yg kita janji waktu dirumah)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan beri rayuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat anak berulah, jangan coba menghentikan dengan rayuan. Seperti “sudah ayo jangan nangis, kamu minta apa, minta es krim, mainan, ayo diem mama belikan”. Jangan didik anak-anak dengan sogokan (biar gedenya ga jadi koruptor, naudzubillah..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berikan penghargaan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak “kalah” dan “menyerah”, kita harus memberikan ruang damai baginya. Saya justru sering melihat, ketika anak sudah menyerah, orang tua malah lalu melancarkan serangan balasan, berupa seretan, cubitan, makian dan serangkaian omelan melecehkan “tadi juga dibilang nggak usah ikut, sekarang rewel, nangis, nakal kamu ya..”. Beri pelukan, perkataan yang lembut (tapi tetap tegas) “sudah ya, jangan marah, jangan nangis disini, orang-orang lihat kita, ayo kamu mau minum ?” atau “kamu anak pinter, anak baik, sudah ya..ayo kita minggir dulu yuk” dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diskusikan apa yang terjadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat dirumah dalam keadaan santai, menjelang tidur, atau sore hari saat duduk bersama, diskusikan dengan anak, peristiwa yang sudah terjadi. Tanyakan apa maksudnya, mengapa dia begitu, berikan masukan, berikan kritik (bukan cacian dan ejekan), pujian, sekaligus konsekuensi jika suatu hari ia mengulangi lagi. Ajak anak untuk berjanji untuk tidak mengulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebelum bepergian buatlah kesepakatan-kesepakatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buatlah serangkaian persetujuan dengan anak, apa saja yang bisa dia lakukan, yang bisa dia dapat dari acara bepergian. Batasan mana yang bisa, mana yang tidak. Sepakati juga konsekuensi bila ia memunculkan sikap yang tidak pantas. Buatlah deal win-win solutions. Insyaallah dengan cara ini, anak-anak akan aman terkendali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4551489140386381857?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4551489140386381857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/teror-di-tempat-umum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4551489140386381857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4551489140386381857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/08/teror-di-tempat-umum.html' title='Teror di tempat umum'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SJxCf8KEdJI/AAAAAAAAACQ/OJ442yfYl7E/s72-c/temper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5900183667595106237</id><published>2008-07-25T05:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T05:09:41.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Parenting : Mompreneur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Parenting bersanding dengan entrepreneurship ?.  Ya, betul.  Diatas segala-galanya saya adalah seorang ibu dua anak.  Tugas utama saya membesarkan dan mengasuh mereka.  Maka parenting adalah tema browsing saya-kalo lagi di depan internet-, tema perenungan saya, tema aktual yang saya pilih.  Parenting adalah platform gerak saya.  Semata karena tantangan manajemen parenting lah, maka saya kemudian melakukan aktivitas lain, diantaranya sebagai pedagang alias mompreneur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ibu yang bergiat, tentu ideologinya kurang lebih sama dengan yang saya.  Bahwa urusan parenting ini harus jalan lancar dan tertib dulu, baru kita bisa leluasa bergiat di zona lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya parenting ini dinamis banget, memang ada hal-hal pokok garis besar, tapi kembangan dan modifikasinya banyak.  Anak-anak tumbuh dan terus berkembang dengan kondisi sekitar yang juga terus berubah.  Persis seperti dunia entrepreneur, terus berubah.  Dan kita, dengan riang gembira berada didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parenting dan mompreneur, saya pilih sebagai title dari blog saya.  Ini bagian dari penerapan ilmu online strategy yang saya dapat dari seminar &lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;a href="http://www.virtual.co.id/"&gt;Pak Nukman.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  Bahwa branding sangat penting agar kita “ada” di jagad maya.  Kuncinya pada penciptaan value.   Kurang lebih demikian. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5900183667595106237?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5900183667595106237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/parenting-mompreneur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5900183667595106237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5900183667595106237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/parenting-mompreneur.html' title='Parenting : Mompreneur'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3846707888570896643</id><published>2008-07-24T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T21:19:13.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>DATSUN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya dan anak-anak nonton pameran mobil di senayan.  Mereka antusias bukan kepalang, “histeris” mendapati beberapa mobil yang ada di game racing mereka tampil di pameran.  Semua detil diamati, dipegang, dikagumi, mereka berdua membahasnya dengan seru.  Istilah-istilah mesin dan kecanggihan mobil –yang saya ndak ngerti-- berhamburan dari mulut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur mereka, mobil terhebat yang pernah saya lihat adalah mobil bak terbuka bermerk DATSUN.  Pada bak itu ayah saya membuat konstruksi knock down, jika kami sekeluarga hendak bepergian, maka bagian belakang berubah menjadi sebuah kabin beratap terpal yang nyaman (hm…panas sih) untuk dimuati kami anak-anaknya.  Banyak kota sudah dijelajahi, lewati terik juga banjir dengan mobil itu.  Jika lewat jalanan desa, anak-anak kecil bersorak riuh sembari berlari sekencang-kencangnya mengiringi.  (Ada yang dulu kecilnya begitu ? hahahaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga nonton Asimo.  Bukan cuma anak saya yang terkesan dengan robot itu, sayapun mlongo dibuatnya.  Dan tiap kali ode of joy mengalun, saya merinding.  Wajah-wajah engineer Jepang muncul dilayar, berbicara tentang pencapaian mereka bersama Honda.  Suatu hari, yang akan bicara seperti itu adalah anak-anak kita, anak-anak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya penasaran, apa yang “dilihat” oleh Honda “saat itu”, sehingga ia bisa memberikan kepada umat manusia seperti saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Suka Asimo?”&lt;br /&gt; “Ya, tapi aku maunya Asimo ga pake helm dan ga bawa ransel lagi”,&lt;/em&gt; jawab si adik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“aku pingin Asimo ngomong sendiri ga di dubbing”,&lt;/em&gt; sahut si kakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring Asimo melambaikan tangan masuk ke belakang panggung, anak saya yg kecil berkata “&lt;em&gt;Ma, mereka memberi kita mimpi ya ?”.&lt;/em&gt;   Ya, kalian berdua musti punya mimpi (mama juga..).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc0000;"&gt;BTW: Ada yang minat dpt cerita dari seminar "online strategy Pak Nukman,kah ?"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3846707888570896643?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3846707888570896643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/datsun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3846707888570896643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3846707888570896643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/datsun.html' title='DATSUN'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2911398871843688650</id><published>2008-07-17T22:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T22:16:26.746-07:00</updated><title type='text'>Minggu Depan,hhhmmm....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bulan ini saya ulang tahun, toko online kami jalan 5 bulan (apa hubungannya..hehehe emang ga ada). &lt;span style="color:#cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Muslimdistro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berjalan lancar dan dasyat pada bulan-bulan pertama, memasuki juli ini melesu.  &lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Sajidah.com&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;agak adem pada bulan-bulan awal, namun makin seru dan heboh menuju puncak kebutuhan koko, mukena dan peci menjelang lebaran.  &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Saqina jilbab dan asesoris&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;tampil cantik, namun nyaris tidak mendapatkan perhatian yang adekuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sama sekali tidak main-main dengan meluncurkan 4 toko online tersebut.  Namun, --frankly speaking— kami tak ubahnya pendekar mata satu di belantara online.  Banyak hal masih jadi tanda tanya, banyak aspek masih belum kami ketahui, dengan kata lain online ini masih belum terang benderang (atau tak akan pernah benderang).  Kami masih terus melihat, mempelajari, menduga-duga dan membuat analisa.  Banyak PR belum dikerjakan.  Toko-toko tersebut, kami ceburkan begitu saja ke samudera online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, selama ini jurus sederhana yang acap disampaikan kepada para pemula yang pingin (coba-coba..) punya bisnis adalah “jualan online saja”, gampang modal kecil, nggak usah ditungguin (setidaknya ditungguin sendiri), tunggu order via email, YM pun sms.  Apa iya, cukup hanya dengan bikin blog, bikin web, lalu posting iklan di milist, bertandang rajin ke blog-2 sambil meninggalkan jejak, email, sms.. sudah cukup ? apa iya “hanya” seperti itu yang disebut jualan online ? apa iya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua teman memberi testimoni, keberhasilan jualan online.  ada order dari luar jawa bahkan luar indonesia. Berapa besar nilai ordernya, berapa kerap order datang.  Bagi yang berhasil meraih omset puluh hingga ratus juta perbulan dari online.  Sebenarnya upaya apa saja yg sudah dilakukan, benarkah semata berbasis online media, atau memakai cara lain seperti pasang iklan di media cetak, bikin brosur, katalog dll.  Berapa persen dari total transaksi yang benar-benar hasil dari upaya online, bukan akibat cara marketing dan advertising non-online ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya mendapat hadiah istimewa.  Satu kursi di seminar &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.sudutpandang.com/"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Sharpening your Online Strategi oleh Pak Nukman Luthfie,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; minggu depan.  Terima kasih Pak.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2911398871843688650?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2911398871843688650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/minggu-depanhhhmmm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2911398871843688650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2911398871843688650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/minggu-depanhhhmmm.html' title='Minggu Depan,hhhmmm....'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-789283287176858641</id><published>2008-07-17T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T02:54:00.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thought'/><title type='text'>Dehidrasi atau hiperfokus ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sudah lama- saya terkesan dengan iklan mizone, yang menampilkan mbak-mbak sedang jalan dengan penuh percaya diri, melirik kesatu arah, tersenyum..tiba-tiba TOIIINGG!!!, si mbak kepentok tiang. Nggak bosen saya melihat iklan itu, dan masih selalu ikutan bilang “aduh..”. Pinter deh yang bikin iklan, puji saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, nah.. 2 pekan yang lalu, saya bernasib seperti mbak itu, sedikit lebih parah. Kepala saya kepentok, bukan karena saya berjalan sambil melirik (kesatu arah) dan tersenyum. Kalau dikilas balik, saat itu saya sedang berjalan dengan kecepatan tinggi (maklum panas terik), konsentrasi saya ada pada kecepatan ayunan langkah. Saya mau cepet, buruan, segera. Dan tiba-tiba “dhuueezz!!!”. Hantaman besi,menghentikan langkah saya, sempet limbung sekian detik. Kaget luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memegang bungkah es, mengompres luka, saya kepikiran iklan mizone. Sebelum terbentur saya sempat minum setengah botol teh hijau, masa masih dehidrasi. Saya lebih yakin, kecelakaan terjadi karena saya hiperfokus. Otak saya hanya mikir bergegas dan gegas. Pertimbangan dan perkiraan lain jadi dikesampingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini berlaku juga dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari, fokus perlu dan harus, tapi hati-hati jangan sampai hiperfokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kepala saya hari itu dilindungi jilbab &lt;a href="http://manetvision.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;manet&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dokter bilang “wah untung jilbabnya ga sobek, jadi lukanya bersih dan rapi”. Sekalipun tetap harus dijahit dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: &lt;em&gt;Ely, tambahkan tagline baru di katalog manet “jilbab manet terbukti melindungi kepala dari benturan keras”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-789283287176858641?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/789283287176858641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/dehidrasi-atau-hiperfokus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/789283287176858641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/789283287176858641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/07/dehidrasi-atau-hiperfokus.html' title='Dehidrasi atau hiperfokus ?'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-994050808852930375</id><published>2008-06-03T05:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T06:24:31.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Mendulang Uang versi Majalah Prodo</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SEU9YaSDR3I/AAAAAAAAABw/9_6ApA6WrVo/s1600-h/ines-ihaqi-prodo9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207636033705035634" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SEU9YaSDR3I/AAAAAAAAABw/9_6ApA6WrVo/s320/ines-ihaqi-prodo9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alhamdulillah, &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;muslimdistro&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (dan saya hehehe) mejeng di Majalah Prodo edisi Juni 08. Ceritanya, kami diminta sharing tentang bisnis &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;online&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang “baru” kami terjuni (byur) dengan sangat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang kami (tepatnya &lt;a href="http://www.mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Rosihan)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.neslink.com/"&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;konsultan IT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sudah lama bermain-main dengan web, online commerce dll. Saya sendiri sering beli buku via online. Namun saat memutuskan masuk ke dunia dagang (3 tahun silam), jalan yang kami tempuh adalah cara berniaga konvensional. Kami buka toko, belanja ke pusat-pusat perkulakan dll, pokoknya seperti kebanyakan cara orang berdagang tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://salejilbab.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Doris-Syaakira&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.rumahmuslimah.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Tina-Rumah Muslim&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;, &lt;a href="http://poppygarmila2.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Bu Poppy&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://manetvision.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Ely-Manet&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;adalah beberapa orang yang menginspirasi kami untuk ikutan menggarap pasar online. Sekalipun kemudian Doris, Tina, Bu Poppy sembari "main-main" di online, malah sangat serius (dan agresif) membuka toko nyata. Toko Nyata dan Toko Maya benar-benar dua dunia yang meminta sentuhan (baca: strategi) berbeda. Namun, jika mau kaya mendadak seperti judul di cover majalah Prodo itu ,baik dunia nyata pun maya, menuntut keseriusan, ketekunan, kegembiraan, keriaan dan kerja keras, pokoknya sama-sama berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, dibalik cerah cerianya tampilan toko online di layar komputer ada serangkaian adegan mawut yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Meliputi: manajemen stok, pemotretan, manajemen order, layanan pelanggan, pengepakan, pengiriman, quality control, urusan bayar membayar dll. Seru banget.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-994050808852930375?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/994050808852930375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/06/mendulang-uang-versi-majalah-prodo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/994050808852930375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/994050808852930375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/06/mendulang-uang-versi-majalah-prodo.html' title='Mendulang Uang versi Majalah Prodo'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMeOI0wjC2k/SEU9YaSDR3I/AAAAAAAAABw/9_6ApA6WrVo/s72-c/ines-ihaqi-prodo9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6020458755920808685</id><published>2008-05-30T04:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T04:45:18.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>PERFECTIONIST: Keramik Widayanto</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;em&gt;Masih soal karakter personalitas anak-anak gifted, beratnya menerima beda antara harapan dan kenyataan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;br /&gt;Setiap orang tua tentu ingin memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anaknya.  Kami juga.  Suatu ketika, kami membawa anak-anak berkunjung ke studio keramik &lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;a href="http://www.fwidayanto.com/fwidayanto/rtb.htm"&gt;F.Widayanto.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  Karena tidak tahu lokasinya, kami nyasar-nyasar. Dua jam waktu habis di jalan.  Maka Dia yang pembosan dan maunya cepat itu, moodnya jadi kacau, ngomel dan protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya Studio keramik Wijayanto,menyenangkan juga mengagumkan.  Semangat muncul menggebu, tak tahan mau cepat-cepat praktek. Ternyata, bikin-bikin ini tak semudah dibayangkan.  Si dia berencana bikin keramik berbentuk gunung api lengkap dengan lavanya.  Lha..susah, contoh yang ada adalah bentuk dedaunan dan satwa.  Medianya tak cukup utk membuat gunung api. Jemari Dia-pun bahkan blm cukup terampil untuk mengcopy model yang paling sederhana. Dia hanya berhasil membuat orang-orangan, yang bulak-balik saya puji “aduh bagus..bagus..” tapi tidak menolong, karena dimata dia jelek (memang tidak bagus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak gifted punya “penyakit” perfectionist.  Ini kerap menjadi penghambat bagi mereka, menuangkan kreatifitas atau gagasan di kepala.  Mereka over ekspetasi terhadap kemampuan diri yang masih jauh dari standar yang mereka patok sendiri.  Mereka kecewa mendapatkan dirinya  tak cukup terampil membuat sesuatu.  Mereka tak bisa “ditipu” dengan kalimat: aduh bagus sekali hasilnya, tidak apa-apa just do your best”.  Mereka tetap kecewa, karena mereka sangat tahu seperti apa yang bagus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ngambek, kecewa, jengkel, uring-uringan, kegiatan yang kami bayangkan menyenangkan gagal.  Dia tak menikmati sama sekali.  Untung disitu, ada menu nasi goreng jadi agak terhibur hatinya.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;Anak-anak ini pada usia TK, sering menolak tugas mewarnai pun tugas menggambar dengan tema yang ditentukan guru. Mereka tidak siap melihat karyanya, tak seindah gambar yang ada di kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Sekali-nya menggambar yang digambar adalah peta/rute jalan, sirkuit F1/motoGP atau gambar bercerita.  Si dia, dari balita sampai sekarang tak pernah menggambar gunung, pohon, bunga, rumah.  Yang dia gambar adalah proses penyelenggaraan pemilu (lengkap dgn gambar botol tinta dan semua logo partai), denah lokasi kedutaan besar Australia (saat tragedi bom) lengkap dengan deretan gedung dan jalanan di kuningan, dan yang ruwet-ruwet lainnya.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6020458755920808685?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6020458755920808685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/perfectionist-keramik-widayanto.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6020458755920808685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6020458755920808685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/perfectionist-keramik-widayanto.html' title='PERFECTIONIST: Keramik Widayanto'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-448746460444783558</id><published>2008-05-29T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T03:47:37.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>OVEREXCITEMENT: kasus Kidzania</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Heboh &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;a href="http://www.kidzania.co.id/"&gt;Kidzania&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, saat baru buka pas liburan sekolah. Si Dia (anak sulung saya) ribut sampai nangis, saking inginnya main ke tempat itu. Celakanya, di Jakarta ini apa-2 yang baru selalu dikerubutin habis-habisan. Maka tiket untuk sekian hari kedepan habis. Beruntung dapat sisa tiket dari sekolah adiknya. Menunggu hari-H, begitu menyiksa bagi dia. Setiap hari gelisah, menghitung waktu. Akhirnya alhamdulillah hari H tiba, kedua anak saya pergi (bersama &lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;a href="http://adivashakira.blogspot.com/"&gt;Adiva&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di lokasi, dia yang sudah tak sabar itu sungguh menjengkelkan. Wajahnya tegang, gerak tubuhnya tak karuan. “Rintangan” pertama muncul utk masuk ke lokasi main, ada acara bikin pasport, tukar uang dll. Antriannya panjang, semua anak antusias, riang, tertawa-tawa, kecuali si dia. Yang saking antusiasnya, saking tegangnya mulai merasa frustasi karena harus antri baris panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk ruang main, Si dia yang sudah tak tahan itu melesat, kesana-kemari kebingungan mau main apa. Panik. Gabungan dari hiper antusias, rasa senang yang meledak, rasa penasaran, imajinasi dan harapan yang tinggi. Ternyata oh ternyata, di dalam area bermain anak-2 masih harus antre lagi. Maklum isinya ribuan anak (plus orang dewasa), jadi musti antri gantian mainnya. Si dia pun tumbang, menangis kecewa, kelelahan, tak tahan dengan proses antri. Semua imajinasi dan harapan dia tentang dasyatnya permainan canggih di Kidzania-pun rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nelangsa, sedih melihat dia sedih, campur jengkel melihat anak lain, keluar arena bermain dengan tawa lebar.&lt;br /&gt;“lain kali kita main lagi kesini, cari hari yang sepi, kalau perlu bolos sekolah juga tidak apa-apa” bujuk bapaknya.&lt;br /&gt;“nggak mau, aku nggak mau lagi main kesini, aku benci, aku benci” jawabnya dalam derai air mata.&lt;br /&gt;(kalau menuruti emosi rasanya pingin saya bilang: kenapa kamu kok tidak bisa happy seperti anak yang lain, tau nggak tiketnya bayarnya mahal, cuma dapat kecewa dan nangis aja!!!!)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-448746460444783558?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/448746460444783558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/overexcitement-kasus-kidzania.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/448746460444783558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/448746460444783558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/overexcitement-kasus-kidzania.html' title='OVEREXCITEMENT: kasus Kidzania'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-142443991266953444</id><published>2008-05-29T04:25:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T04:30:58.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>Imajinasi vs Realita</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Menceritakan problematika yang dialami oleh anak gifted, sungguh tidak mudah.  Namun, saya berniat untuk membagi soal ini, kepada para ortu sekalian, syukur-2 jika ada pendidik (guru) yang nyasar ke blog ini atau ortu yang dikaruniai anak dg tipe ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu pernah mengalami, saat pertama kali mencoba satu jenis makanan (masakan) baru yang belum pernah kita coba.  Ambil contoh masakan Itali.  Si orang Itali bilang: “makanan ini sangat lezat, ini favorit kami, anda akan terkesan dengan rasanya dan pasti suka”.  Sebagai orang Indonesia (yang jawa), masakan yang warnanya merah selalu saya bayangkan memiliki rasa kombinasi manis-pedas-gurih.  Ternyata, pas saya cicipi masakan itali itu -yg warnanya merah itu-, rasanya jauh dari definisi lezatnya masakan versi lidah (memori) saya.  Reaksi saya mungkin kaget, lidah saya langsung mengkeret, otak saya bilang “sudah stop, ganti makanan lain, tak usah paksa kalau tak doyan”.   Imajinasi saya, harapan saya berbeda dengan kenyataan.  Bagi saya --dan banyak pihak--, it is not a big deal. Hal biasa toh, jika hayalan, harapan tak sesuai kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perkara biasa ini. Menjadi &lt;strong&gt;tak biasa&lt;/strong&gt; bagi anak-anak gifted.  Jangan tanya kenapa.  Anak-anak ini tidak fleksibel untuk menghadapi dan menerima hal-hal yang ternyata jauh dari imajinasi, hayalan dan harapan-nya.  Sehingga dia perlu waktu dan kondisi yang mendukung, untuk bisa cooping, bisa berdamai dengan masalah ini.  Anak-anak ini, sangat canggih dalam berpikir, sangat kreatif dalam berpikir dan harapannya kerap (bahkan selalu) melompat terlalu tinggi.  Ini terjadi sebagai hasil sampingan  dari proses intelegensia yang tinggi.  Daya pikir dia menuntut pemuasan yang sophisticated, yang canggih, bukan yang sederhana dan bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat, anak-anak ini mudah frustasi, mudah kesal, mudah kecewa.  Bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Satu keadaan yang menjengkelkan bagi kita orang tua (guru, juga temannya).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan berikan contoh nyata..dari pengalaman kami (saya, suami dan keluarga).  &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bersambung..  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-142443991266953444?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/142443991266953444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/imajinasi-vs-realita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/142443991266953444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/142443991266953444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/imajinasi-vs-realita.html' title='Imajinasi vs Realita'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6281888223552796855</id><published>2008-05-29T03:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T04:04:05.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><title type='text'>Selingkuh di DFM</title><content type='html'>Setahun lalu (hmm..atau lebih) saya menulis buku, pengalaman 10 perempuan.  Bahan tulisan separuhnya dikumpulkan oleh teman saya  (Dien…apa kabar?). Dari sepuluh true story itu, terbitlah buku Ups! Selingkuh, penerbitnya &lt;a href="http://lingkarpena.multiply.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;LPPH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui &lt;a href="http://anadia.multiply.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Asma Nadia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;---, &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Nadia_Ardiwinata/1492230243"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Nadia Ardiwinata&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;mengundang untuk sebuah bincang santai di Jakarta Sore- &lt;a href="http://www.dradio1034fm.or.id/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;DFM Radio&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;beberapa pekan lalu.  Saya pendengar Nadia, kala masih di &lt;a href="http://www.smartfm.co.id/"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;SmartFM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.  Saya sempat melobi dikit, gimana kalo ngobrolnya tentang &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;bisnis &lt;/a&gt;saja, tidak usah ngomongin selingkuh.  Namun, menurut Nadia, urusan ini masih tetap up to date sampai hari kini.  (Ya ampuuuun…astagfirullah, semoga segera insyaf para selingkuh’er itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dari pendengar macem-macem.  Ada yang tanya: &lt;em&gt;“itu pengalaman pribadi penulis ya”&lt;/em&gt;.  Hehehe… disini menangnya penulis, bisa nulis apa saja, tanpa harus menjadi.  Terus tanya: &lt;em&gt;perempuan kantoran (pekerja/profesional) atau ibu rumah tangga yang cenderung selingkuh.&lt;/em&gt;  Hehehe… soal selingkuh tak ada kecenderungan, siapa saja bisa kesambet virus yang satu ini jawab saya.  &lt;em&gt;Kenapa judulnya pake “Ups”,&lt;/em&gt; saya bilang, karena ke-10 perempuan itu tak satupun yang terjebak perselingkuhan karena berniat utk selingkuh.  Artinya selingkuh disini adalah kecelakaan (&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;tapi bisa dihindari&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;...catat ya!!).  &lt;em&gt;Darimana asal muasal “kecelakaan” itu&lt;/em&gt; ? semuanya berangkat dari satu masalah yakni &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;JATUH CINTA&lt;/span&gt; (lagi..).  Bagaimana cara mengakhiri perselingkuhan, bagaimana cara menghindari, awalnya kok bisa selingkuh bagaimana.. tanya para pendengar bertubi-tubi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta berjuta rasanya. Tapi kalo sdh bukan single, jatuh cinta lagi pada yang “lain” berjuta problemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bagi yang sedang kesambet virus “jatuh cinta (lagi)”  ingin curhat dan konsultasi silahkan japri, data diri akan dirahasiakan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6281888223552796855?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6281888223552796855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/selingkuh-di-dfm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6281888223552796855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6281888223552796855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/selingkuh-di-dfm.html' title='Selingkuh di DFM'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7149396845974965421</id><published>2008-05-27T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T04:14:10.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Orang Dewasa Sukanya….</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Bulan Mei ini luar biasa, sampai tak sempat ngeblog..(mohon maaf ya para pengunjung dan pembaca setia…hehehe..)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, saya berjuang keras, mengurangi jam anak-anak bermain komputer game. Tidak mudah mengalihkan mereka, pindah ke aktivitas lain, tapi saya tak menyerah.  Baik De &amp;amp; Da, keduanya maniak komputer (turunan kali ya..).  Kadang saya sukses, kadang mereka yang menang (main komputer terus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, ditengah rasa badan penat, tulang-tulang nyaris copot, berhasil mengajak  Da (5th) meninggalkan komputer, berganti main tancep-tancepan (sejenis lego).  Kami gotong wadah besar mainan itu, lalu dituang ke lantai… Sayapun rebah,menemani sambil tiduran di lantai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da tak rela, melihat saya mulai merem-melek (ngantuk).  Jurus merayu dikeluarkan, supaya saya mau ikutan main. &lt;br /&gt;“Mama bisa ga bikin begini, ayo bikin dong aku mau lihat..” ujarnya sambil asyik bikin-bikin entah apa.&lt;br /&gt;“coba, yang warna pink ini, ayo dong.. mama bikin juga”&lt;br /&gt;“Da..bikin aja, mama ngelihat aja ya..mama ga bisa”, saya berusaha ngeles sambil tetap tiduran.&lt;br /&gt;Da terus memaksa saya untuk bangkit dan ikut main.  Saya berusaha ngeles, sambil pelupuk mata maunya merem aja.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan nada suara jengkel, Da ngomel.&lt;br /&gt;“kenapa sih..orang dewasa kok ga suka main..”&lt;br /&gt;“kaya aku dong, bisa bikin-bikin…”&lt;br /&gt;Saya menjawab “ya..suka sih main, tapi ini lagi capek..”&lt;br /&gt;“oohh..capek ya..”&lt;br /&gt;“orang dewasa itu sukanya kerja dan nakalin anaknya ya…” lanjut Da kalem, dengan nada suara seperti orang dewasa.&lt;br /&gt;Wups..nakalin anak ?&lt;br /&gt;“nakalin anak itu gimana…” tanya saya, nggak ngerti..&lt;br /&gt;“ya itu, marah-marah, nyuruh-nyuruh, ngatur-ngatur… harusnya terserah anaknya dong, bukan terserah ibunya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skakmat…hehehehe…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7149396845974965421?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7149396845974965421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/orang-dewasa-sukanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7149396845974965421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7149396845974965421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/orang-dewasa-sukanya.html' title='Orang Dewasa Sukanya….'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1297116896858242534</id><published>2008-05-09T03:48:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T03:58:30.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>40 Dev.Assets -- bag.4 (terakhir)</title><content type='html'>Masih tentang internal assets.  Berikut ini penting banget untuk para ortu pahami baik-baik sehingga bisa "mengajarkan" dengan benar kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Positive Values&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;caring &lt;/strong&gt;– parents tell the child it is important to help other people&lt;br /&gt;equality and social justice – parents tell the child it is important to speak up for equal rights for all people&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;integrity&lt;/strong&gt; – parents tell the child it is important to stand up for one’s belief&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Honesty&lt;/strong&gt; – parents tell the child it is important to tell the truth&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Responsibility&lt;/strong&gt; – parents tell the child it is important to accept personal responsibility for behavior&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;healthy lifestyle&lt;/strong&gt; – parents tell the child it is important to have good health habits and an understanding of healthy sexuality&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Social Competencies&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Planning and decision making&lt;/strong&gt; – child thinks about decisions and is usually happy with the results of her or his decisions&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Interpersonal competence&lt;/strong&gt; – child cares about and is affected by other people’s feelings, enjoys making friends and when frustated or angry, tries to calm herself or himself&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cultural competence&lt;/strong&gt; – child knows and is comfortable with people of different racial, ethnic, and cultural backgrounds and with her or his own cultural identity&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Resistance skills&lt;/strong&gt; – child can stay away from people who are likely to get her or him in trouble and is able to say no to doing wrong or dangerous things.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;peaceful conflict resolution&lt;/strong&gt; – child attempts to resolve conflict nonviolently&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Positive Identity&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Personal power&lt;/strong&gt; – child feels he or she has some influence over things that happen in her or his life&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;self-esteem&lt;/strong&gt; – child likes and is proud to be the person he or she is&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sense of purpose&lt;/strong&gt; – child sometimes thinks about what life means and whether there is a purpuso for her or his life&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Positive view of personal future&lt;/strong&gt; – child is optimistic about her or her personal future&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa "kelenger" saat merunut, merenungkan mencari asosiasi dari setiap hal dalam 40 aset tersebut.  Alih-alih mampu "menyampaikan" kepada anak-anak, diri sendiri masih timpang disana-sini.  Untung saja seringkali anak-anak punya kemampuan, kearifan yang sering kali diluar dugaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berakhir pekan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1297116896858242534?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1297116896858242534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-devassets-bag4-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1297116896858242534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1297116896858242534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-devassets-bag4-terakhir.html' title='40 Dev.Assets -- bag.4 (terakhir)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-574868894782310058</id><published>2008-05-08T06:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T06:28:59.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>40 Dev.Assets -- Bag.3</title><content type='html'>Habis dari pasar, saya lanjutkan kembali penggal berikutnya soal 40 Developmental Assets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah hal-hal yang masuk kategori  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Constructive use of time&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Creative activities&lt;/strong&gt; – child participates in music, art, drama, or creative writing two or more times per week&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;child programs&lt;/strong&gt; – child participates two or more times per week in cocurricular school activities or structured community programs for children&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Religious community&lt;/strong&gt; – child attends religious program or service one or more times per week&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Time at home&lt;/strong&gt; – Child spends some time most days both in high-quality interaction with parents(s) and doing things at home other than watching TV or playing video games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah kelompok &lt;strong&gt;Internal Assets, &lt;/strong&gt;yang harus dibangun, ditumbuhkan dari dalam jiwa si anak, pertama yang masuk dalam kategori &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Commitment to learning:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Achievement motivation&lt;/strong&gt; – Child is motivated and strives to do well in school&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Learning engagement&lt;/strong&gt; – child is reponsive, attentive, and actively engaged in learning at school and enjoys participating in learning activities outside of school&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Homework&lt;/strong&gt; – child usually hands in homework on time&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bonding to adults at school&lt;/strong&gt; – child cares about teachers and other adults at school&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;reading for pleasure&lt;/strong&gt; – child enjoys and engages in reading for fun most days of the week&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung lagi... dan mau nonton Bu Aning di MetroTV.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-574868894782310058?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/574868894782310058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-devassets-bag3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/574868894782310058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/574868894782310058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-devassets-bag3.html' title='40 Dev.Assets -- Bag.3'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2651416123984636165</id><published>2008-05-07T18:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T18:44:15.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>40 Dev. Assets -- bag.2</title><content type='html'>Melanjutkan soal 40 developmental assets.&lt;br /&gt;Setelah Support, asset berikutnya adalah yang masuk kategori Empowerment dan Boundaries &amp;amp; Expectations.. sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Empowerment&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Community values children&lt;/strong&gt; – child feels valued and appreciated by adults in the community&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;children as resources&lt;/strong&gt; – child is included in decisions at home and in the community&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;service to others&lt;/strong&gt; – child has opportunities to help others in the community&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;safety&lt;/strong&gt; – child feels safe at home, at school, and in her or his neighborhood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Boundaries and expectations&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;family boundaries&lt;/strong&gt; – family has clear and consistent rules and consequences and monitors the child’s whereabouts&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;school boundaries&lt;/strong&gt; – school provides clear rules and consequences&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;neighborhood boundaries&lt;/strong&gt; – neighbor take responsibility for monitoring the child’s behavior&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;adult role models&lt;/strong&gt; – parent(s) and other adults in the child’s family, as well as nonfamily adults, model positive, responsible behavior&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;positive peer influence&lt;/strong&gt; – child’s closet friends model positive, responsible behavior&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;high expectations&lt;/strong&gt; – parent(s) and teachers expect the child to do her or his best at school and in other activities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...(harus ke pasar dulu...urusan &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;SAQINA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2651416123984636165?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2651416123984636165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-dev-assets-bag2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2651416123984636165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2651416123984636165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-dev-assets-bag2.html' title='40 Dev. Assets -- bag.2'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7347581122064859754</id><published>2008-05-07T04:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T04:26:28.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>The 40 Developmental Assets for Middle Childhood</title><content type='html'>Beberapa pekan ini benar-benar tak sempet menulis,  sekalipun kepala penuh "tulisan".  Saya sedang lemburan baca buku: &lt;a href="http://www.gifteddevelopment.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Upside-Down Brilliance&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Misdiagnose and dual diagnoses of gifted children and adults, lalu seri buku &lt;a href="http://www.freespirit.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;The Adding Assets series for kids&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Nah.. kali ini saya copikan saja halaman terakhir yg ada di buku adding assets series itu.  Penting diketahui oleh para ortu sekalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut Pamela Espeland penulis buku itu, jika di rumuskan ada 40 aset yang musti diketahui lalu dimiliki oleh anak-anak, yakni sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Asetnya sendiri terbagi dalam 2 kelompok besar: External Assets dan Internal Assets.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;External Assets&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aset kesatu dalam kelompok ini adalah &lt;strong&gt;Support, &lt;/strong&gt;secara ditel terdiri atas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Family support&lt;/strong&gt; – family life provides high levels of love and support&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Positive family communication&lt;/strong&gt; – Parent(s) and child communicate positively, child feels comfortable seeking advice and counsel from parent(s)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Other adult relationships&lt;/strong&gt; – child receives support from adults other than her or his parent(s)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caring neighborhood&lt;/strong&gt; – child experiences caring neithbors&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;caring school climate&lt;/strong&gt; – relationship with teachers and peers provide a caring, encouraging school environment&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;parent involvement in schooling&lt;/strong&gt; – parent(s) are actively involved in helping the child succeed in school&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Bersambung..............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7347581122064859754?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7347581122064859754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-developmental-assets-for-middle.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7347581122064859754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7347581122064859754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/05/40-developmental-assets-for-middle.html' title='The 40 Developmental Assets for Middle Childhood'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4251378227384539495</id><published>2008-04-24T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T05:24:01.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Beras item dalam ricecooker</title><content type='html'>Saya (lagi-lagi) dibuat terperangah oleh si ibu ungu.  &lt;a href="http://ningharmanto.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Bu Aning&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;kesana-kemari bawa ricecooker.   Bukan karena beliau membundel jamunya dengan mesin memasak beras itu.  Bukan karena lagi promo, beli jamu gratis rice cooker.  Bu Aning sedang gencar memasarkan beras, mulai dari yang warnanya coklat, merah (maroon) sampe item.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ini dia unik dan ajaibnya.  Bu Aning selalu punya cara khas dalam memasarkan produk-produknya.  Biasanya, jika berkunjung ke toko pun rumah Bu Aning, kita disuguh teh wedang weding, kateena pun mashiwa.  Nah..jika bertemu Bu Aning hari gini maka tawaran beliau adalah “sudah makan apa belum, makan yuk..saya bawa rice cooker..”.  Luar biasa, untuk membuktikan seperti apa lezat dan murninya beras-beras organik dagangannya, maka Bu Aning selalu siap dengan rice cooker dimana nasi yang sudah tanak didalamnya.  Tentu saja beliau membawa serta temannya nasi (lauk-pauk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau belajar marketing communication..duh ndak usah jauh-jauh.. Bu Aning guru yang bisa kita akses dan kita contek ilmu-ilmunya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bu Aning..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4251378227384539495?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4251378227384539495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/beras-item-dalam-ricecooker.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4251378227384539495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4251378227384539495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/beras-item-dalam-ricecooker.html' title='Beras item dalam ricecooker'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-708788807071371177</id><published>2008-04-17T05:29:00.001-07:00</published><updated>2008-04-17T05:29:59.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Pohon dalam kenangan masa kecil..</title><content type='html'>Suatu siang terik, saya jajan gado-gado di bawah teduhan 3 pohon keres (ada yg bilang kersen, lobi-lobi dll).  Kanopi mengembang sempurna.  Buahnya yang merah ranum menggoda, beberapa bertebaran di tanah terinjak-injak kaki.  Kenangan saya berlari cepat ke masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keres adalah salah satu pohon indah dalam masa kecil saya.  Ia turut membesarkan saya.  Melatih ketangkasan, koordinasi motorik dan imajinasi saya.  Keres adalah bagian dari ritual penting pulang sekolah masa SD.  Kala itu, sehabis kenyang makan siang, bergelayutan di pohon keres adalah kenikmatan.  Keres mengajarkan pada saya bagaimana memilih pijakan saat memanjatnya, karena pohon ini getas, tidak semua dahannya bisa dipijak.  Seingat saya, waktu itu, buah keres kok manis banget.  Kadang kalau yang merah habis, yang masih kuningpun saya lahap.  (setelah saya tua..ha!!..tuaaa ? hehehe, saya tidak doyan ketika coba memakan buah itu lagi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini tumbuh kokoh –tidak kurus seperti yang saya temui di jakarta-, persis dibelakang dapur.  Bertetangga dengan pohon jambu klutuk (jambu batu), jambu air, pohon mangga dan rumpun pohon pisang.  Semua pohon yang tumbuh dipekarangan rumah, sudah saya taklukkan kecuali pohon pisang dan pohon pepaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari senyum-senyum menikmati lezatnya gado-gado, semilir angin dan kenangan masa kecil, ada yang menggigit dalam hati saya.  Teringat, Da (si bungsu saya) yang setiap hari melatih motoriknya dengan gelayutan di kusen jendela, pintu dan pagar.  Merayap-rayap tiarap di sandaran sofa, lalu melompat ke lantai berulang-ulang.  Dulu, ketika De (kakak Da) seumur itu, dia menghabiskan energi dan melatih motorik dengan berlarian muter-muter di dalam rumah.  Bermain di halaman tidak ada rumput, tak ada pohon.  Hanya ada perdu-perdu dalam pot, tak mungkin dipanjat.  Dulu saya pikir, membawa mereka bermain ke kidsport sudah hebat.  Namun, disitu tak diajarkan, bagaimana mengeratkan pelukan pada batang agar tak melorot.  Dahan mana bisa dititi, mana yang aman untuk digelantungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;I love U Nak, akan kubawa kalian camping, mancing, manjat gunung, tebing, masuk-masuk ke hutan, nantikan tanggal mainnya ya…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-708788807071371177?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/708788807071371177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/pohon-dalam-kenangan-masa-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/708788807071371177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/708788807071371177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/pohon-dalam-kenangan-masa-kecil.html' title='Pohon dalam kenangan masa kecil..'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3650283009059989725</id><published>2008-04-15T05:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T05:30:53.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>Tiga Ring Renzuli &amp; Segitiga Monks</title><content type='html'>Bicara gifted tidak bisa lepas dari teori.  Saya berusaha utk mengerti sedikit-sedikit duduk perkara soal ini.  Tidak bisa hanya dengan mendengar pendapat atau komentar pihak-pihak yang mengaku ahli, praktisi learning ini dan itu, holistik ini dan itu, multiple ini dan itu.  Indonesia, surga bagi pihak-pihak  yang mengaku-aku ahli, kelihatannya ilmiah tapi cuma bungkusnya saja.  Pseudoscience alias science-science-nan tumbuh subur.  Sebagai ortu (terpaksa) harus terus belajar, mencari, membaca dari sumber yang sahih, profan.  Setidaknya biar tidak buta banget, terhadap apa yang terjadi pada anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Giftedness sebagai sebuah potensi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Konon &lt;a href="http://www.gigers.com/matthias/gifted/three_rings.html"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Joseph Renzulli&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;–direktur pusat riset gifted-talented Connecticut University-- keluar dengan konsepsi, bahwa giftedness adalah fungsi dari tiga karakter kuat yakni: inteligensia tinggi (above average ability), Kreativitas (Creativity) dan komitmen tinggi (task commitment).  Teori ini hanya mampu menjala sejumlah kecil anak-anak gifted, sementara gifted varian lainnya terpinggirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, para ahli tidak pernah berhenti meneliti, mengulik dan memperbaiki teori-teori yang sudah ada.  Tersebutlah Prof. Monks, dari risetnya beliau mendapati bahwa tiga ring itu saja ternyata belum bisa menjadi jaminan bahwa giftedness sebagai potensi akan muncul dalam performa yang optimal.  &lt;a href="http://www.gt-cybersource.org/"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Giftedness&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah potensi (bawaan), sehingga ia membutuhkan prasyarat, atmosfir yang kondusif berupa pola asuh dan stimulasi yang tepat dari orangtua (keluarga), sekolah (guru,kurikulum &amp;amp; metode pendidikan) dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kasus giftedness bahkan tertutupi oleh kekhususan (handicap,problem-2) yang melekat pada si anak.  Baik kekhususan fisik (seperti kecacatan panca indera) maupun problem non fisik, dan gangguan tumbuh kembang lainnya.  Teori Renzulli-Monks ini, lebih mampu mengidentifikasi dan mengakomodasi individu-individu gifted, terutama yang ketempelan aneka masalah, atau istilahnya &lt;a href="http://www.malonefamilyfoundation.org/"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Gifted-disinkroni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Giftedness is asynchronous development in which advanced cognitive abilities and heightened intensity combine to create inner experiences and awareness that are qualitatively different from the norm. This asynchrony increases with higher intellectual capacity. The uniqueness of the gifted renders them particularly vulnerable and requires modifications in parenting, teaching and counseling in order for them to develop optimally. (The Columbus Group, 1991).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Rumit ya.. memang.&lt;br /&gt;Mau tau lebih lanjut tanya yahoo atau google.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3650283009059989725?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3650283009059989725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/tiga-ring-renzuli-segitiga-monks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3650283009059989725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3650283009059989725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/tiga-ring-renzuli-segitiga-monks.html' title='Tiga Ring Renzuli &amp; Segitiga Monks'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-8510266667563802869</id><published>2008-04-15T04:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T05:00:13.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Pak Rachmat pergi..</title><content type='html'>Kurleb enam tahun silam, saya bergabung dengan sebuah mailinglist, yang membicarakan khusus anak-anak gifted-talented. Tersebutlah, salah satu senior di milist itu Bapak Rachmat Widodo Adi Ph.D, yang kerap berbagi cerita hal ihwal membesarkan Abi, anaknya yang nomor-2, yang oleh seorang ahli sempat diduga Asperger. Namun, diyakini tidak oleh Pak Rachmat dan oleh para ahli yang mengasuh milist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rachmat yang ahli fisika itu, yang mondar-mandir mendampingi tim &lt;a href="http://www.tofi.or.id/"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;TOFI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ke berbagai ajang lomba fisika itu, seseorang yang sangat bersahaja. Kemana-mana berkendara motor. Pak Rachmat yang ramah itu, senantiasa santun. Saya selalu sungkan luar biasa dihadapan beliau. Setiap kali kita membuka mulut mengajak berbicara, seketika itu pula, beliau spontan menyimak,penuh perhatian. Senyum lebar tidak pernah lepas dari wajahnya. Sapaan yang hangat, serta percakapan yang enak, suguhan khas beliau. Pak Rachmat memberi teladan komplit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rachmat tak pelit memberi nasehat, bagaimana musti sabar menghadapi anak-anak “yang khusus”. Pak Rachmat memberi banyak manfaat bagi kami warga milist. Sayang Pak Rachmat, kelewat cepat pergi. Sehingga banyak dari kami yang kehilangan kesempatan untuk bertanya, berguru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti maret tahun lalu, ketika milist begitu berduka atas kepergian Pak Muljanto Nugroho. Tahun ini, kembali kami kehilangan seorang guru dan teman yang begitu baik. Selamat jalan Pak Rachmat…(13 April 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-8510266667563802869?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/8510266667563802869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/pak-rachmat-pergi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8510266667563802869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8510266667563802869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/pak-rachmat-pergi.html' title='Pak Rachmat pergi..'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4150388959212296940</id><published>2008-04-09T07:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T07:19:44.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>IQ superior, Cerdas, Jenius… so what ?</title><content type='html'>Susahnya keluar dari arus besar anggapan bahwa kalo IQ-nya tinggi (diatas rata-rata) atau bahkan sangat tinggi, nyaris jenius, bukankah itu membanggakan.  Hebat tho, bisa jadi Einstein pun para penerima dobel science yang mengagumkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, dijamin tak ada ortu yang menolak diberi anugerah anak-anak berinteligensia tinggi.  Tapi, ternyata segala sesuatu jarang yang ansich, selalu ada ikutannya.  Nah, ternyata lagi, anak-anak berinteligensia tinggi ini membawa serta segerobak permasalahan.  Katanya pinter, tapi tidak mau sekolah.  Katanya pinter, tapi hasil ulangannya jelek atau biasa-biasa saja.  Katanya pinter, tapi nyebelin, susah diatur, mudah marah, nangisan, mengerjakan hal sepele tidak becus, gagap dalam bersosialisasi dll..banyak.  Pinternya di sebelah mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IQ memang sudah tidak menjadi panglima, digeser oleh EQ,SQ dan Q-Q yang lain.  Orang mudah berkomentar “ah..kalau IQ-nya tinggi, tapi EQ-nya jongkok percuma, ga bakal sukses”.  Ada juga yang bilang “ah..yang penting EQ dan SQ, peran IQ itu kecil”.  Yah..tapi gimana ini, sudah dari sononya, entah karena kombinasi DNA, atau salah ngidam waktu hamil, anak-anak ber IQ tinggi ini sedemikian rupa punya problem tumpul EQ.  Mengapa tumpul ? ya itu tadi satu aspek melompat terlalu ekstrem, aspek yang lain tertinggal.  Apa mau dikata, tak mungkin kita bilang “ya sudah karena EQ-nya tumpul, anak-anak ini mungkin tak akan sukses hidupnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Memang beda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengenali dan memahami anak gifted, tidak bisa semata berpatokan pada hasil test IQ.  Skor tersebut, hanya salah satu prasyarat.  Karena, pada banyak kasus tidak mudah mengukur pontensi intelegensia anak-anak ini.  Apalagi bila si pengukur (para psikolog praktek) tidak menguasai per-gifted-an.  Ortu sangat diharapkan bisa menjadi pihak pertama yang mendeteksi “ketidak laziman” tumbuh kembang dan karakter personalitas anak-anak ini.  Trust your feeling.  Dari banyak curhatan para ortu dan bacaan-bacaan, sebagian besar membenarkan hal ini.  Oleh karena itu, lihat, kenali, pelajari anak-anak.  Kekhasan yang mereka tunjukkan bisa “berbunyi” banyak.  “Perbedaan” yang mereka munculkan, tidak boleh membuat kita berpikir –kenapa kamu tidak seperti yang lain sih!!!-.  Ini bukan perkara mudah, perlu waktu, perlu belajar untuk bisa menerima bahwa si buyung memang berbeda.  Bagaimana mau sama dengan yang lain, jika platform dan operating systemnya memang beda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4150388959212296940?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4150388959212296940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/iq-superior-cerdas-jenius-so-what.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4150388959212296940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4150388959212296940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/iq-superior-cerdas-jenius-so-what.html' title='IQ superior, Cerdas, Jenius… so what ?'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-9126248084394381812</id><published>2008-04-09T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T05:07:48.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gifted Children'/><title type='text'>Gifted Children, siapakah mereka ?</title><content type='html'>Majunya dunia pendidikan, kedokteran, psikologi menambah wacana kita terhadap kehadiran anak-anak yang kemudian mendapat julukan generic “berkebutuhan khusus”. Kalo dulu ringkas saja, anak-anak dikelompokkan dalam sebutan: anak baik vs anak nakal, anak pinter vs anak bodoh. Saya ingin berbagi, tentang salah satu “jenis” anak berkebutuhan khusus dengan label yang lebih spesifik, yakni &lt;a href="http://www.nagc.org/"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;gifted children&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Terminologi ini agak susah di Indonesiakan, tapi sudah mulai dipakai istilah “anak cerdas istimewa”. Cerdasnya seperti apa kok sampai disebut istimewa ? Istimewa disebelah mananya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan orthopedagog bukan pula psikolog, hanya ortu kebanyakan, maka sharing saya batasi berdasarkan pengalaman empiris saja. Sebagai ortu yang sering pusing tujuh keliling, frustasi (sedikit), bingung campur jengkel, bangga campur cemas, menghadapi karakter personalitas yang sangat khas dari anak “jenis” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan saya hanya satu, sangat mungkin “diluar” sana ada ortu yang mendapat amanah mengasuh dan membesarkan anak-anak serupa ini, saling berjejaring, saling bertukar cerita, sungguh cukup meringankan batin. Karena dalam prakteknya, anak-anak ini begitu sering di salah mengerti. Alih-alih mendapat pola asuh yang tepat, mereka malah rentan sekali mendapat perlakukan intimidatif dari guru, lingkungan, teman sebaya dan tekanan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengikuti serial kisah mengasuh Anak Gifted.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-9126248084394381812?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/9126248084394381812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/gifted-children-siapakah-mereka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9126248084394381812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9126248084394381812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/gifted-children-siapakah-mereka.html' title='Gifted Children, siapakah mereka ?'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5561358777936306906</id><published>2008-04-08T04:14:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T04:20:25.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><title type='text'>Itu Komunitas Mu!!!</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;(persembahan cinta, buat istri-istri para bapak-bapak yang aktif di komunitas bisnis TDA)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pernah merasa jengkel, karena pasangan kita kelewat aktif dan asyik dengan komunitasnya ? Ternyata, setelah saya pikir-pikir, merenung panjang, cara referensi kesana-kemari, memusuhi komunitas milik pasangan adalah satu kesalahan besar. Apalagi jika yang dimusuhi adalah komunitas TDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa memiliki kepada pasangan merupakan sesuatu yang alami, bahkan wajib sifatnya. Namun, agaknya perlu dijaga, agar tidak over dosis. Istilahnya posesif. Biasanya, rasa ini muncul dan makin menguat secara kontraproduktif jika kita cemburu. Obyek cemburu tidak melulu manusia, bisa benda, bisa juga jaringan pertemanan atau komunitas. Kalau sudah cemburu, repot jadinya. Dibujuk ini dan itu, adanya cuma sewot. Mau kita hanya satu, pilih aku atau dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak banyak pasangan (baik istri pun suami) para TDAers yang cemburu pada komunitas TDA. (eh..atau jangan-jangan hanya saya hehehe..). Bagaimana tidak, komunitas ini bisa bikin adiktif. Pagi, siang, sore, malem yang diceritakan tentang TDA (sudah begitu ekspresinya antusias dan berbunga-bunga banget..). Lepas kerja, tidak langsung pulang , ngumpul-ngumpul dulu sama TDA. Hari Sabtu ada pertemuan ini-itu, mastermind, workshop, kursus, survey dll, sama TDA. Eh..hari minggu masih begitu juga, ketemu pak ini- pak itu, bu ini – bu itu yang notabene pegiat TDA. Kitanya sebel, dan makin sebel mana kala pasangan tidak nyadar kalo kita BT habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Libatkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, setiap kita perlu punya teman, punya gank, punya club (tentunya untuk hal-hal positif dan membangun), sebagai media sosialisasi, mengembangkan diri dan eksisistensi. Nah, daripada kita musuhin, lalu pasangan malah beraktivitas secara bawah tanah, klandestein, lebih baik kita rangkul saja. Gimana caranya. Pertama, kita harus semaksimal mungkin (pura-2) tidak cemburu, dilarang keras cemberut. Kedua, dengarkan dengan penuh perhatian dan empati, setiap cerita yang disampai doi perihal komunitasnya. Ketiga, tanyakan hal-hal yang kita tidak paham juga yang merisaukan hati, tapi secara halus, jangan seperti polisi menginterogasi maling. Empat, pancing-pancing, apa mungkin kita sekali-sekali diajak serta. Kalo ya, siapkan diri untuk ikut. Ini cara singkat untuk tahu benar, seperti apa sebenarnya komunitas yang digandrungi oleh doi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lama, kita akan tahu “binatang” apa komunitas (TDA) itu. Siapa saja yang bergiat disitu, manfaatnya apa buat pasangan kita (dan kitanya juga). Saya pribadi, sangat awas dan selidik terhadap komunitas dimana pasangan saya bergiat. Pokoknya saya pakai intuisi, hipotesa dan analisa ala Trio Detektif. Tujuan saya adalah untuk mencari celah, agar saya bisa punya posisi hadir diantara (atau didalam) aktivitas pasangan saya dan komunitasnya itu. Ini membuat saya tidak tersingkir, tidak tersaingi, bahkan lebih jauh bisa bersinergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para istri (juga suami) jika cemburu jangan lalu jadi antipati, kenali pelajari siapa rival kita. Cari cara supaya bisa ikut nyebur juga, kenal dengan beberapa pegiatnya, ibu-ibu (atau bapak-bapak) seperti apa sih yang aktif di komunitas itu. Dijamin dengan trik ini, kita akan selalu bisa mendampingi pasangan “dimanapun” dia berada.&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali ngambek sambil berujar “itu komunitas mu!!!”. (kalau terlanjur, ya minta maaf ajah hehehe...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5561358777936306906?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5561358777936306906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/itu-komunitas-mu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5561358777936306906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5561358777936306906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/itu-komunitas-mu.html' title='Itu Komunitas Mu!!!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5023789745675390697</id><published>2008-04-07T03:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T03:59:38.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Toko Bulan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Tadi malam menjelang tidur.&lt;br /&gt;“Sekarang berapa sih diskon baju anak ? berapa harganya ?” tanya si kecil tiba-tiba, ketika saya kira dia sudah nyaris terlelap.&lt;br /&gt;“Diskon ?, kenapa dik ?”&lt;br /&gt;“aku mau beli baju, berapa ya harganya”&lt;br /&gt;“beli baju apa ?”&lt;br /&gt;“ya terserah aku… aku perlu lihat dulu barangnya, baru bisa milih..”&lt;br /&gt;Hehehehe…hebat bener batin saya.&lt;br /&gt;“ya, harga baju macem-macem dik, ada yang 50ribu, 100ribu,125ribu..”&lt;br /&gt;“beli dimana ya itu” lanjutnya&lt;br /&gt;“ya..bisa beli di toko Matahari, ada banyak baju anak disana” –maksud saya daripada susah nyebut Depstore, ya sebut saja toko—&lt;br /&gt;“kalau toko Bulan, berapa harganya ?”&lt;br /&gt;Hahahaha…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;***&lt;br /&gt;Perihal diskon, ini memang bawaan ajaran saya yang gemar barang diskon hehehe… misalnya diskon buah di carrefour, diskon kaos-kaos di matahari, diskon buku, diskon mainan, diskon rak buku, diskon handuk, diskon ini, diskon itu… dan anak-anak tampaknya jadi hapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari, sepulang belanja.  Sembari membongkar tas-tas plastik belanja, anak saya yang kecil berkomentar: “wah, banyaknya belanjanya, ini semua diskon ya..”&lt;br /&gt;Hehehehe… &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5023789745675390697?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5023789745675390697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/toko-bulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5023789745675390697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5023789745675390697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/toko-bulan.html' title='Toko Bulan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2957104549847088372</id><published>2008-04-03T00:44:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T01:00:47.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Cantiknya mana, Gantengnya mannnaaa…</title><content type='html'>Sering dengar tidak, Bapak-bapak, Ibu-ibu, eyang, Oom dll… kala berinteraksi dengan batita, berseru “cantiiknya manna…. Ayo dong, mana cantiknya..cantiknya…weee…”, lalu setelah si batita merespon, mereka tertawa berderai-derai.  Amboy, anak sendiri (kadang anak tetangga, anak teman dll) dibuat badut-badutan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara orang Indonesia (nggak semua tentunya ya…hehehe) me-ngudang (aduh, padanan dlm bhs Indonesianya apa ya…kata dasarnya kudang, bukan udang) anak-anak memang sering unik bin ajaib.  Entah kesambet apa, tiba-tiba memunculkan tampang aneh dan lucu, seperti mengerucutkan mulut dan membuat aneka bentuk wajah yang lucu… nah, biasanya nih… orang-orang disekitarnya akan merespon dengan heboh.  Mungkin karena disorakin, diketawain dengan meriah, lalu si anak jadi gemar mengulang-ulang membentuk mulut manyun atau muka apalah yang lucu itu tadi..  eh, konyolnya, kita menyebutnya dengan istilah wajah cantik mana, muka ganteng mana, tampang monyet, wajah jelek dll… lalu, kita dengan tega (teganya) sering meminta (memaksa) si batita mengulang-ulang ekspresi itu dengan mengatakan “mannaaa…cantiknya mannaaa…”, dan puas jika si  batita merespon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini salah cara nenek moyang kita dulu ngetest, apakah para batitanya punya bahasa ekspresif yang bagus, apakah dia bisa merespon tepat seperti yang diminta.  Kemampuan berekspresi dan merespon sekitar, terutama dalam bentuk komunikasi dua arah (baik bahasa isyarat, mimik muka maupun berkata-kata) merupakan perkembangan yang musti kita awasi betul.  Ada anak-anak yang mengalami gangguan ekspresif, seperti males (ga mau/menolak) bertatap mata, bahkan dengan ibunya sendiri.  Ada yang mau bertatap muka, tapi tidak bisa memberikan tanggapan terhadap stimulasi komunikasi yang diberikan oleh lingkungannya.  Misalnya, dipanggil namanya cuek aja, sekalipun kupingnya mendengar.  Atau ada juga yang tidak mengerti bahasa mimik dan perintah.  Nah, yang punya balita, musti memberi perhatian pada  tahapan kemampuan berkomunikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Kembali soal me”&lt;em&gt;ngudang&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Me”&lt;em&gt;ngudang&lt;/em&gt;” penting untuk membangun kedekatan kita dengan anak.  Tapi, musti diingat, setiap stimulasi yang kita berikan kepada anak, semaksimal mungkin yang bermutu.  Bolak-balik meminta anak menampilkan wajah monyet,muka jelek, cantiknya dan gantengnya seperti saya sebut diatas, alih-alih mendidik, ini tak lebih sebentuk pelecehan dan penipun bagi anak.  Kitanya happy, si anak sebel (saking aja ga bisa protes).  Anak juga akan bosen dan kehilangan minat melakukan hal yang sama (dan ga mutu) berulang-ulang.  Sesekali bolehlah sekedar “dik, dik…muka yang bibir manyun gimana dik”, sembari kita ajarkan mana bibir, mana lidah, mana gigi dan bagian muka lain.  Lebih konyol lagi, kita menyebutnya “mana muka cantik..” padahal yang ditampilkan adalah muka jelek.  Lalu kita tipu dengan pujian.."naaahh...gitu dong, aduh cantiknya..".  Anak-anak perlu tahu, mana sih ekspresi cantik seperti senyum, mengerling, tertawa, mana muka marah seperti cemberut, melotot. &lt;span style="color:#990000;"&gt;Jadi ajarkan yang benar secara proporsional.  Anak-anak bukan untuk badut-badutan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Saya dedikasikan tulisan ini buat para bayi,batita TDAers.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2957104549847088372?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2957104549847088372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/cantiknya-mana-gantengnya-mannnaaa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2957104549847088372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2957104549847088372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/cantiknya-mana-gantengnya-mannnaaa.html' title='Cantiknya mana, Gantengnya mannnaaa…'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-9187038320517376341</id><published>2008-04-02T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T23:50:20.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>“Ganti Diri”</title><content type='html'>Suatu sore, sambil rebahan bersama yang kecil, sambil ngobrol ngalor ngidul.. (saya selalu cari-cari bahan diskusi sama anak-anak..)&lt;br /&gt;Sampai…&lt;br /&gt;“Ma..aku mau ganti diri”&lt;br /&gt;“Ganti diri gimana ?”&lt;br /&gt;“aku jadi mama, mama jadi aku..” jawabnya.&lt;br /&gt;“memangnya kenapa pingin ganti diri..”&lt;br /&gt;“soalnya aku bosen, aku pingin pergi ke kantor terus kerja.. mama yang pergi ke sekolah..”&lt;br /&gt;Oya, pergi ke kantor dan bekerja merupakan salah satu hal yang sangat di-iri oleh anak-anak.  Alasannya sepele, karena di kantor saya akan duduk menghadap laptop dan tampak asyik sekali (memang asyik..).  Saya pernah diinterogasi, tentang apa yang saya kerjakan dengan laptop saya.  Mereka sempat menuduh, bahwa saya pasti juga main game, untung tak pernah.. tapi sebagai gantinya saya chatting.. hehehe..curang banget, dan untung mereka tidak tahu itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pergi ke kantor dan bekerja dalam pengertian si kecil adalah duduk di depan komputer dan ngapain saja (nge-game) bersamanya dari pagi sampe sore… hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mau berapa lama ganti dirinya ?” tanya saya&lt;br /&gt;“sebentar saja kok ga lama-lama” ujarnya membujuk (hehehehe..)&lt;br /&gt;“hmmm..gimana caranya ya…” saya pura-pura mikir keras&lt;br /&gt;“ada ga yang jual mesin ganti diri” lanjutnya..&lt;br /&gt;“nah, itu dia… Mama ga tau, ada mesinnya ga… “ tukas saya.&lt;br /&gt;Hening sejenak… saya puter otak, musti ngomong apa lagi nih..&lt;br /&gt;“eh..tapi ganti dirinya, pas hari selasa ya.. pas ada swimming”, sambung saya dengan ekspresi riang bersemangat (dia paling suka hari selasa..karena ada swimming..).&lt;br /&gt;“yaaa…ga mau, ga jadi deh, ga jadi…” jawab si kecil cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawar menawar soal ganti diri berakhir…hehehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-9187038320517376341?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/9187038320517376341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/ganti-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9187038320517376341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/9187038320517376341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/04/ganti-diri.html' title='“Ganti Diri”'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4115586948505899809</id><published>2008-03-28T05:17:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T05:18:54.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>D’ Real Business Woman: Susi Pujiastuti</title><content type='html'>Nama itu sudah saya tahu 4-5 tahun silam.  Kompas pernah menuliskan.  Tragedi tsunami Aceh menghembuskan lagi namanya.  Nama itu, menempel kuat di ingatan saya.  Saya mengaguminya diam-diam sekaligus penasaran.  Dan, beruntung saya iseng nonton kick Andy.  Saya menonton dengan berdebar, Bu Susi bercakap dengan Andy Noya di layar kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Konsisten dan komitmen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua kata itu disebut Bu Susi sebagai rahasia suksesnya.  Bu Susi tekun dan tahan banting, bayangin saja apa yang dijalaninya, saat menjadi pedagang paha kodok.  Berangkat dari Cirebon jam 3an sore, berdua dengan supir truknya, berhenti di beberapa kota di sepanjang pantura.  Kerja kerasnya merintis bisnis ekspor hasil laut, disingkat dalam frasa &lt;strong&gt;“empat tahun hidup diatas truk”&lt;/strong&gt;.  Bu Susi sepertinya pakai jurus cashflow tornado juga,  dari modal Rp.750ribu untuk membeli udang dari nelayan, menjualnya kembali ke restoran, membeli lagi lebih banyak lalu menjual lagi, membeli lagi lebih lebih banyak, lalu menjualnya lagi, dan seterusnya.  Sampai akhirnya mengekspor 1 kontainer udang ke Jepang, pertama kali tahun 97.  Kini tak kurang 1000 orang menjadi karyawannya, belum lagi nelayan-nelayan Pangandaran yang menjadi mitranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor hasil lautnya bertumbuh, bahkan saat negara tujuan ekspor ribut soal kandungan bahan kimia dan antibiotik produk perikanan asal Indonesia.  Bu Susi teguh memegang komitmen, memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.  Semua ikan diproses cara alami, non chemical.  Bahkan pendinginpun tak pake freon (yg ngrusak ozon itu). Usaha keras (dan panjang) Bu Susi kini mewujud pabrik, 12 pesawat Cessna dan sekolah setir pesawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Kerjakan yang tidak dikerjakan orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja Bu Susi tak lazim, gender tidak relevan lagi baginya. Waktu secara definitif tidak menjadi penghalang, pagi-malam-siang, bukan lagi ukuran untuk kerja atau berhenti kerja. Usaha transportasi udara yang dirintisnya, tidak bersaing dengan maskapai yang ada.  Ia melayani rute-rute pendek dengan medan yang hanya bisa dijalani oleh pesawat-pesawat kecil.  Usaha ini menjadi komersial, saat Ia dan suaminya dengan semangat kemanusiaan, nekat mendaratkan pesawatnya di Meulaboh, diatas landasan yang retak-retak dan tinggal tersisa 400-an meter.  Ada kebutuhan pesawat kecil (dengan pilot nekat) saat itu, dan ada Bu Susi disitu, yang tak berniat mengkomersialkan pesawatnya.  Aksi kemanusiaan di Aceh “membalas” nya dengan membukakan jalan usaha transportasi udara, Susi Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Susi berhenti sekolah kelas 2 SMA.  “sekolah tidak mengakomodir keinginan saya..” ujarnya. &lt;br /&gt;Ampun deh...Saya kagum kepadanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4115586948505899809?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4115586948505899809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/d-real-business-woman-susi-pujiastuti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4115586948505899809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4115586948505899809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/d-real-business-woman-susi-pujiastuti.html' title='D’ Real Business Woman: Susi Pujiastuti'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6577412775171019880</id><published>2008-03-28T04:01:00.001-07:00</published><updated>2008-03-28T04:21:16.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>BENNET, Tart Milad dan….</title><content type='html'>“ada sumbangan tart untuk milad”&lt;br /&gt;“wah… akan disisipkan dimana lagi nanti acara tiup lilinnya”  &lt;br /&gt;“ok, jangan lupa, korek api dan pisau, kita siapkan”&lt;br /&gt;Hari itu, 27 Januari, riuh, gembira.&lt;br /&gt;Dan… hari itu, satu tart cantik berhias foto teman-teman TDA, diberi lilin angka 2, digotong ke tengah panggung. Sempat tanpa meja, berjongkok mereka disekeliling, mengerubuti tart dengan nyala api ditengahnya.&lt;br /&gt;Happy birthday..happy birtday..&lt;br /&gt;Lepas perayaan milad, kami yang tersisa berkumpul, saling mengucap terima kasih atas kerjasama yang indah, sembari melicintandaskan tart itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tak lebih 2 bulan dari momen penuh keriaan.&lt;br /&gt;Si pembuat tart itu –&lt;a href="http://dapurnyavita.blogspot.com/"&gt;Mbak Vita&lt;/a&gt;-, tak akan pernah lagi membuat tart untuk ultah Bennet.&lt;br /&gt;Dicukupkan angka 6 saja.&lt;br /&gt;“Juli depan, anak itu kelas 1 SD”, ujar saya sesaat sebelum menulis ini.&lt;br /&gt;Hidup senantiasa berubah&lt;br /&gt;Sedikit yang bisa kita rencanakan, sedikit yang kita mampu inginkan&lt;br /&gt;Jika perubahan itu, begitu tragis Ya Tuhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sepekan silam, saat peristiwa itu terjadi, hati kami merepih..&lt;br /&gt;Kini ditinggalkannya lubang hitam yang kosong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Vita, Ibu yang baik…&lt;br /&gt;Kami sekedar bisa menyumbang air mata, mendaras doa..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6577412775171019880?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6577412775171019880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bennet-tart-milad-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6577412775171019880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6577412775171019880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bennet-tart-milad-dan.html' title='BENNET, Tart Milad dan….'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3199410183205003309</id><published>2008-03-26T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T21:12:56.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Berkereta dengan Anak</title><content type='html'>Untuk kesekian kalinya, Selasa lalu, saya berkereta dengan anak-anak.  Dari Jombang ke Jakarta, untuk sekitar 15jam perjalanan.  Anak-anak selalu antusias naik kereta, pokoknya bawaannya fun.  Sayang, kereta kali ini, membawa terlalu banyak anak kecil yang rewel (1 anak kecil rewel di kereta sudah bikin bising setengah mati..).  si empat tahun sampe komplen “aduh..kenapa sih kok rewel ya anak itu…”.  Bisik-bisik saya bilang, “ga enak badan kali Dik, pusing dia, jadi rewel..sudah cuekin ajah..”.  Sementara si sulung saya, cuek, memilih tidur panjang setelah makan besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering prihatin dengan bapak-ibu yang bawa anak untuk perjalanan panjang kereta.  Apa mereka lupa kalau yang dibawa itu adalah anak-anak, jadi imposibel mengharapkan mereka tidak bosen.  Nah, jika demikian tentu kita perlu siap-siap, bagaimana caranya bisa mengurangi bosen, syukur-syukur tidak rewel.  Jarang saya lihat, para ortu itu, membawa serta mainan, buku, pensil, kertas, atau apalah yang kira-kira bisa dibuat beraktifitas.  Bawa juga snack-snack ajaib yang kira-kira bisa buat “menyogok” anak, biar mereka happy, antusias dan semangat.  Sudah begitu, anak-anak umur 1-3 tahun akan sangat eksploratif di tempat baru, apalagi di kereta api.  Mereka sudah pasti ga tahan disuruh duduk anteng dan bobok 15 jam.  Mereka pinginnya jalan-jalan, lihat ini-itu, tanya ini-itu dan pingin mendatangi sesama anak kecil di kursi lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kereta dengan anak-anak bagi saya sekarang sudah aman tenteram.  Yang besar, sudah bisa mengurus dirinya sendiri dan lebih milih tidur, atau ngobrol dengan penumpang lain (sukanya interview orang..).  Yang kecil, senang melihat pemandangan, makan snack, main HP, atau bercanda-canda di kursi, lalu tidur pulas.  Dulu, saat mereka dalam kisaran umur 1-3 tahun, halah tobat.  Bisa jalan-jalan sampe bergerbong-gerbong, minta di gendong di perbatasan gerbong, berdiri di kursi, manjat-manjat.  Belum termasuk menumpahkan makanan, minuman, juga mainan yang nggelinding ke kaki penumpang lain.  Tapi tak ada yang nangis rewel.  Always happy, sekalipun kita mules dan kecapekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, melarang anak keluyuran di gerbong kereta, hanya menuai keributan dan protes belaka.  Lalu, setelah anak rewel, Bapak-Ibu memakai jurus ancam dan bentak. “Jangan rewel, diem..diem, nanti diturunin lho..”, atau, “jangan kesana, eh..jangan, jangan..ayo duduk..duduk…dimarahi lho nanti, dimarahi..”.atau, “hi…ada apa itu, jangan kesitu..hi..takut..takut…disini aja, duduk..”.  Anak frustasi meraung-raung, merengek tak karuan.  Akhirnya, musti digendong-gendong juga dibujuk-bujuk (sembari tetap diancam....).  Kenapa ya, para ortu itu kok tidak bisa berempati terhadap kebutuhan anak mereka.  Kalo memang tak sanggup bawa anak perjalanan lama, ya naik pesawat, atau tak usah pergi bawa anak. (Tunggu anak gede baru bepergian, wah..hil yang mustahal..) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buat yang mau bawa anak perjalanan jauh, siap-siaplah yang komplit.  Bawa mainan, buku, spidol atau apalah yang bisa dimainkan di kursi kereta.  Bawa makanan, minuman, snack yang lucu-lucu, yang bikin anak surprise dan terhibur.  Beri tahu juga si anak, perjalanan bakal panjang, nanti tidurnya di kursi juga, ga ada kasur.  Dan saat di kereta, biarkan mereka sekedar jalan-jalan, melihat ini-itu. Berinteraksi dengan sesama anak di situ, atau dengan tetangga kursi juga boleh-boleh saja.  Biarkan mereka mendapatkan pengalaman menyenangkan berkereta, fun, rileks, happy, ga rewel, ga nangis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3199410183205003309?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3199410183205003309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/berkereta-dengan-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3199410183205003309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3199410183205003309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/berkereta-dengan-anak.html' title='Berkereta dengan Anak'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7391410719011346410</id><published>2008-03-20T06:49:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T07:33:33.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Every Business Woman: Rawon “am:pm” Bu Giyo</title><content type='html'>Masih seputar bisnis kuliner tempoe doeloe. Ada selorohan: bukan orang Jawa Timur kalau tak doyan Rawon. Salah satu menu favorit wong suroboyo ini jenis makanan berkuah dengan warna darkbrown, sebagai hasil pewarnaan buah keluwek. Gurihnya akibat kaldu daging sapi. Bumbunya cukup rumit, istilahnya bumbu pepak (komplit). Sampai hari ini saya belum pernah sekalipun berani meracik sendiri bumbu rawon. Kalau tidak mengimpor bumbu jadi bikinan Ibu, ya menyerah pada bumbu rawon cap Bambu hasil racikan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kisah terdahulu, Starbucks Mak Tarmi, Nasi Bu Samponah, kini cerita saya tentang warung Rawon am:pm Bu Giyo. Dan, masih saya persembahkan khusus buat teman-teman TDA Food (Bu Ina, Mbak Yuni..). Persis seperti judul tulisan saya, warung ini buka siang malam alias am-pm. Waktu saya kecil, saya heran, kapan tidurnya Bu Giyo ini.. saya pikir, Bu Giyo yang masak, maka Bu Giyo pula yang menunggui warungnya am:pm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawon am:pm Bu Giyo, &lt;em&gt;is the only one&lt;/em&gt;, seng ada lawan. Lokasinya strategis, tepi jalan utama Jombang – Babat. Saya, tak tahu, apakah Bu Giyo punya pertimbangan target market. Yang pasti, warung ini menjadi tempat berhentian supir-supir truck. Terutama malam dan menjelang pagi, truk-truk itu parkir berjejer, berdesakan di depan warung Bu Giyo. Entah karena tak ada pesaing, atau karena masakannya enak, warung itu berjaya dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Giyo punya banyak pekerja, mulai dari tukang cuci piring, asisten koki, pelayan, sampai dengan pemuda-pemuda tanggung yang cangkruk (nongkrong) yang menjual jasa parkir. Banyak pula kerabat yang ngenger (voluntarily ikut kerja di warung), di warung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena setiap hari bergulat dengan masakan berbahan utama daging (plus lemaknya), kesehatan Bu Giyo memprihatinkan. Setelah puluhan tahun berkibar sebagai &lt;em&gt;the best warung Rawon in town,&lt;/em&gt; pamornya meredup. Kabar pertama adalah tentang konsistensi kepekatan Rawon yang mulai turun. Katanya, kalau Rawon tinggal sedikit, sementara pembeli terus berdatangan, maka kedalam panci dituangkan begitu saja air. Sehingga rawon tidak lagi coklat gelap, melainkan cuer (encer). Isu lainnya, daging sebagai bahan utama rawon,dikalahkan oleh dominasi gajih (lemak). Jadi rawon pun penuh dengan lemak-lemak mengambang, sementara dagingnya tinggal beberapa potong saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring merebaknya isu-isu itu, jumlah truk yang mampir juga berkurang. Saya tidak tahu, apakah ini permainan persaingan bisnis, atau memang penurunan kualitas menggerogoti kedigdayaan warung itu dari dalam. Yang pasti, berita-berita itu muncul, setelah konon, bukan Bu Giyo lagi yang meracik bumbu. Bu Giyo digerogoti size tubuhnya yang besar. Berjalanpun sudah berat. Bu Giyo tak lagi yang memimpin warung. Beliau mengalih kuasakan kepada penerus. Dan si penerus, tak punya etos seperti beliau. Truk yang mampir-pun tinggal satu, dua, bahkan tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini warung itu masih ada, namun tinggal menyambung napas saja. Masa jayanya sudah lewat. Di sekitarnya bermunculan warung-warung lain, yang berusaha menangguk untung dari para musafir jalanan Jombang – Babat. Ada warung sate, warung bebek, warung bakso, warung mie ayam. Tapi, tak satupun kuat buka am:pm. Size-nya pun kecil-kecil saja. Tidak ada yang bisa mengulang legenda Warung Rawon Bu Giyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;JADI, kalau hari gini masih ribut peran dobel, tripel, alangkah lucunya.. dari jaman dulu business woman sudah eksis, berhasil sesuai jamannya, menjadi legenda pada lokusnya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7391410719011346410?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7391410719011346410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-rawon-ampm-bu-giyo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7391410719011346410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7391410719011346410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-rawon-ampm-bu-giyo.html' title='Every Business Woman: Rawon “am:pm” Bu Giyo'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7513605354545402751</id><published>2008-03-20T05:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T07:33:14.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Every Business Woman: Nasi Bu Samponah</title><content type='html'>Masih seputar kisah para business woman dari kenangan masa silam kampung halaman. Kali ini saya persembahkan bagi teman-teman &lt;strong&gt;TDA Food&lt;/strong&gt;, kisah Bu Samponah dan nasi bungkus daun jati-nya yang &lt;em&gt;seng ada lawan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya kecil, hal yang paling saya idamkan dari aktivitas lari pagi di hari minggu adalah singgah di warung Bu Samponah. Ibu saya beraliran anti jajan. Tapi sesekali –mungkin iba melihat mupeng saya-, beli nasi bungkus daun jati di bolehkan. Seingat saya, kesempatan itu bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena jarang, mungkin karena sangat saya idamkan, nasi Bu Samponah begitu nikmat lezat di lidah. Tapi, kata Ibu, nasi itu terasa luar biasa sedap, karena banyak pakai micin. Mungkin ibu saya jealous, karena saya memuji-muji nasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi yang saya maksud sebenarnya sederhana saja. Nasi putih panas (padahal belum ada magic jar, tapi kok nasinya panas terus ya…), diletakkan di pincuk daun jati (kata ibu, daun jatinya ga pakai dicuci…biar saya jijik kali ya hehehe..) diatasnya ditumpahkan sesendok blendrang oseng labu, kadang blendrang sayur rebung (bersantan encer), ada beberapa suwir daging diantaranya. Lalu ada potongan tahu dan ada serundeng. Blendrang sendiri merupakan istilah bagi sayur yang sudah menginap (dimasak malam harinya). Kata Ibu, sayur blendrang sudah nggak ada vitaminnya, istilah masa kininya &lt;em&gt;overcooked&lt;/em&gt;. Tapi sedapnya itu lho, Bu Samponah konsisten mengkomposisi bumbu. Takaran tak diubah, sehingga pelanggan yakin, kalau makan nasi yang itu, rasanya ya begitu. Tidak pernah hari ini gurih, lalu esok asin, atau hari ini sedap, esok hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun warung Bu Samponah yang buka dari pagi masih diselimuti kabut itu, sedia nasi bungkus daun jati. Di desa, orang-orang sudah bergerak jauh sebelum matahari bangun. Memikul kayu, berangkat ke sawah, pulang dari pasar dan macam-macam aktivitas. Nasi Bu Samponah, menjadi jawaban terindah di pagi hari. Bu Samponah tak pernah telat bangun, seperti Mak Tarmi,beliau juga tak kenal libur, tak ada tanggal merah. Warungnya tak pernah beriklan, tak pernah pasang harga promosi, tapi juga tak pernah naik harga (apakah waktu itu harga sembako tak pernah naik ya…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tepi jalanan aspal antara Jombang – Babat, di penggal desa Ngampon itu, hanya satu warung Bu Samponah. Ada sih satu dua, yang berusaha buka warung, tapi tak ada yang selestari warung Bu Samponah. Setahu saya perekonomian Bu Samponah, baik. Buktinya, beliau bisa berkalung, bergelang, bercincin emas, yang ibu saya saja tak punya. Kesehatan beliau-pun tampak prima untuk usianya saat itu. Seperti Mak Tarmi, beliau berdua, mungkin buka warung juga di alam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;JADI, kalau hari gini masih ribut peran dobel, tripel, alangkah lucunya.. dari jaman dulu business woman sudah eksis, berhasil sesuai jamannya, menjadi legenda pada lokusnya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7513605354545402751?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7513605354545402751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-sego-godong-jati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7513605354545402751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7513605354545402751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-sego-godong-jati.html' title='Every Business Woman: Nasi Bu Samponah'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-608178193147424943</id><published>2008-03-20T05:06:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T06:57:47.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Every Business Woman: Tribute to Mak Tarmi</title><content type='html'>Waktu saya SD, beliau sudah sepuh. Badannya mungil –waktu saya SMP, saya sudah lebih tinggi-, kulit mukanya penuh keriput. Matanya sering mengejap, menurut Ibu (saya), itu karena terlalu sering kena asap tungku kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung mak Tarmi adalah satu-satunya meeting point di desa saya. Saya akan coba mendeskripsikan penampilan dan suasana warung itu. Warung itu berlantai tanah, berdinding papan (kayu). Bentuknya mirip warung tegal, ada pintu di sisi kiri dan sisi kanan, lalu bagian terbuka di tengah yang berfungsi sebagai jendela. Sisi luar dinding di kapur putih (bukan cat ya…), sebelah dalam juga begitu, tapi warnanya sama sekali bukan putih melainkan abu-abu dan hitam, karena jelaga. Beberapa langkah dari pintu, kita disambut bangku kayu panjang warnanya coklat kehitaman. Dua bangku panjang membentuk huruf L, mengelilingi meja kayu –warnanya gelap, bukan karena cat, tapi karena jelaga dan daki-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas meja kayu ada rak pendek – persis yg kita lihat di warung tegal, warnanya juga gelap. Disitu berjajar stoples, isinya kerupuk, ampyang (lempengan gula kelapa dan kacang), marning (jagung goreng) dan jajanan kecil lain saya lupa namanya. Di meja itu pula, disajikan kopi, juga piring-piring berisi jajanan agak berat. Ada jemblem alias rondo royal (namanya sangat bias jender, masa penganan dari singkong kukus di tumbuk, lalu dibentuk bulat diisi gula merah dan digoreng kok dibilang janda generous). Ada Tape goreng, pisang goreng, kadang onde-onde (isinya kacang ijo warna coklat, bukan putih seperti onde-onde kota), ote-ote (alias bakwan) dll. Nah, para pengudap bisa duduk berlama-lama di bangku panjang tadi, sambil minum kopi dan makan jajanan. Ngobrol, bercanda, sambil merokok. Biasanya hanya para bapak yang hadir di bangku panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi sebelah dalam, bersebelahan dengan meja sajian tadi, ada ambin bambu berkaki kayu. Diatasnya dialasi tikar pandan. Yang tidak kebagian tempat di bangku, boleh duduk di ambin, bisa sambil bersila, rebahan juga boleh. Di sebelah dalam lagi, satu meter dari ujung meja, ada tungku kayu. Bentuknya seperti gunung berapi lengkap dengan kepundan, tapi kepundannya dua. Pas di kepundannya itu, duduk panci yang warnanya hitam pekat. Panci alumunium yang bentuknya sudah tidak jelas itu dinding luarnya tebal tak beraturan, jelaga menempel bertumpuk-tumpuk menjadi kerak. Tutup pancinya tak kalah seram, warnanya juga hitam, permukaannya sudah berlekuk-lekuk. Umur panci itu mungkin jauh lebih tua dari umur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panci yang tak pernah turun dari tungku kayu itu, berisi air, yang terus dipelihara tetap mendidih untuk menjerang kopi. Jadi tiap kali ada yang minta kopi, diciduklah air mendidih dari panci itu, lalu dituangkan ke kopi tubruk di cangkir atau mug dari seng. Di lubang kepundan yang kedua, bertengger wajan yang warnanya hitam sempurna. Wajan besi yang selalu disitu, siap dengan minyak goreng dan sutil (baca: spatula besi). Di wajah itu, aneka gorengan di proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai. Kira-kira semeter dari tungku tadi, berdiri sebuah meja yang lagi-lagi warnanya hitaaaammmmm, menempel di dinding. Di meja itu ada kotak kayu yang terdiri atas banyak kompartemen. Setiap ruang dihuni oleh merica, ketumbar, kemiri, bawang merah, bawang putih, terasi, kacang, keluwek dan macem-macem bahan masak lainnya. Ruang yang agak besar isinya garam, gula dan entah apa saya lupa. Dekat dengan kotak kayu itu, ada kaleng bekas biskuit (biasanya sih kaleng Nissin, kalau nggak Kong Guan) berisi minyak goreng dan satu cintung takar kecil. Menempel di dinding ada dereten micin cap Miwon dan Sasa (masako, royko belum lahir). Ada botol kecap cap Ikan Dorang, lainnya saya lupa ada apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selain berfungsi seperti Starbucks, warung Mak Tarmi sekaligus adalah Alfamart. Pagi hari, bisa ngantri lama, buat beli bawang merah, bawang putih, kemiri, merica di warung itu. Ibu-ibu, anak-anak (yang disuruh ibunya, termasuk saya) antri belanja kecil-2. Bapak-bapak ngobrol ngopi. Setiap hari, dari pagi sampai sekitar jam 8 malam. Tidak ada hari libur, tidak kenal tanggal merah. Warung Mak Tarmi hanya tutup jika beliau pergi ke pasar Ploso untuk belanja, itupun hanya tutup setengah hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak Tarmi menjalankan perniagaan, sampai tutup usia. Orangnya tidak banyak bicara, cekatan dalam bekerja. Dan yang lebih penting, beliau menjadi peyangga perekonomian cucu-cucunya, keponakannya, anak tirinya dan tetangga yang bekerja kepadanya. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, semua anak yang masih punya hubungan kerabat, akan minta uang saku ke Mak Tarmi. Yang tidak punya beras pinjam ke Mak Tarmi, yang pingin ngopi tapi kantong kosong juga ngutang ke Mak Tarmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu, Mak Tarmi juga bertindak selaku pengepul tikar. Ibu-ibu menganyam tikar lalu menjualnya ke Mak Tarmi, kadang juga sebagai pembayar hutang atas gula, kopi, garam dan penganan yang mereka ambil dari warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pengamat Mak Tarmi, setiap kali antri belanja, saya perhatikan bagaimana beliau melayani pelanggan. Bagaimana jemarinya memunguti merica, kemiri dan membuntalnya dengan daun jati. Bagaimana beliau sembari berkejap-kejap matanya menahan asap, menyiduk air panas dan menyeduh kopi. Suaranya halus, dalam ingatan saya, beliau terus bergerak, bicara sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Mak-Mak di desa saya, satu dua mencoba berniaga. Membuka warung kecil, berjualan es janggelan (cincau hitam), es temu (minuman soda tradisional) juga mracang (istilah utk kios kecil aneka barang). Tidak ada yang bertahan lama. Semuanya hanya bermunculan sesaat, untuk kemudian gulung tikar. Padahal desa saya cukup luas, pelanggan Mak Tarmi sampai harus jalan jauh, untuk sekedar ngopi dan makan Rondo Royal. Banyak yang meniru Mak Tarmi, tapi tak ada satu yang berhasil. Kata Ibu (saya) sebagian besar mereka terjerat para pebisnis pemula itu terjerat hutang, tidak konsisten –warung kadang buka pagi, kadang siang-, tidak ulet, tidak telaten, tidak sabar (gagal membuat &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/03/cashflow-tornado-cara-bisnis-kuno-yang.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;cashflow tornado&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;). Mereka gagal meniru dedikasi, kerja keras dan kegigihan Mak Tarmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;JADI, kalau hari gini masih ribut peran dobel, tripel, alangkah lucunya.. dari jaman dulu business woman sudah eksis, berhasil sesuai jamannya, menjadi legenda pada lokusnya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-608178193147424943?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/608178193147424943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-tribute-to-mak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/608178193147424943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/608178193147424943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-tribute-to-mak.html' title='Every Business Woman: Tribute to Mak Tarmi'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5531880515559140701</id><published>2008-03-20T03:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T03:56:59.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Aku Mau Kecil Terus</title><content type='html'>Selain “tukang ngatur” (demikian si kakak menjuluki saya..) di rumah saya juga berperan sebagai juru damai.  Si Kakak dan si Adik, jika bertengkar bisa seru banget.  Masing-masing sudah ingin melihat satu lainnya lenyap dari muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sejak ada Da.. hidupku susah..aku jadi nggak happy” gerutu kakak&lt;br /&gt;“aku mau kakak dibuang saja, aku mau ganti kakak” saut adik&lt;br /&gt;“aku benci Da.. aku pingin di ngga ada..” teriak kakak&lt;br /&gt;“aku mau beli kakak baru, aku benci kakak…”tukas adik&lt;br /&gt;“seandainya aku punya time machine, aku mau putar mundur, aku mau diulang, aku ga mau punya adik..” lanjut kakak&lt;br /&gt;“kakak jelek, biar ditangkap polisi saja, buang ke kloset” tambah adik&lt;br /&gt;Dst..&lt;br /&gt;Dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, tak ada cara lain selain dari memisahkan mereka.  Kakak masuk kamar, adik masuk kamar yang lain.  Kemudian, setelah amarah mereda, saya berbicara empat mata dengan masing-masing pihak yang bertikai.  Sembari membujuk si kakak, saya ungkap hal-hal baik pada si Adik, dan kehadirannya yang menakjubkan.  Lalu, sembari memuji si Adik, saya singgung hal-hal menyenangkan karena ada si Kakak.  Biasanya tak lama, mereka bisa berdamai, lalu kembali main bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi yang damai, saya puji-puji Kakak yang sudah berbaik hati memandikan Adik, mengambilkan handuk dan menjemurkan handuknya.&lt;br /&gt;Lalu si Kakak dengan bangga bercerita:&lt;br /&gt;“aku pernah lho jalan-jalan sam Da, dari pos kampling situ terus sampai ke kelurahan”&lt;br /&gt;“wah..adik seneng banget pasti ya.. waktu kamu ajak jalan..” komentar saya&lt;br /&gt;“iya, seneng dia.. aku gendong Dia lho Ma…”&lt;br /&gt;“ha…kuat kamu ya..kan itu jauh..” saya pasang tampang takjub&lt;br /&gt;Lalu saya dengan gaya sok arif berkata&lt;br /&gt;“nah..kamu tahu nggak, pengalaman kamu gendong, kamu ajak jalan-jalan itu..akan jadi kenangan indah lho buat Adik, nanti kalau kalian besar, kalian pasti rindu saat masih anak-anak main bersama…”&lt;br /&gt;Si kakak diam menyimak.&lt;br /&gt;“main sama adik, hanya di masa kalian masih sama-sama kecil begini.. kan ga mungkin kan, kamu sudah tua nanti, umur 50tahun misalnya terus kamu gendong Adik di punggung…ga mungkin kan..” lanjut saya..&lt;br /&gt;“saat-saat indah kamu dan adik, ya pas umur segini ini…” tegas saya.&lt;br /&gt;Si kakak termenung, lalu tukasnya cepat : “&lt;strong&gt;.. aku mau kecil terus  aja Ma, aku ga mau besar..”.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5531880515559140701?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5531880515559140701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/aku-mau-kecil-terus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5531880515559140701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5531880515559140701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/aku-mau-kecil-terus.html' title='Aku Mau Kecil Terus'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5260715566551584297</id><published>2008-03-20T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T01:32:55.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>“Tangkap” Dia Saat Baik</title><content type='html'>Ibu psikolog di sekolah anak saya pernah berpesan, yang saya bahasakan sebagai berikut: Segera tangkap anak Anda, saat mereka berbuat, bersikap, bertindak baik dan benar. Berikan afirmasi, berikan penghargaan, saat itu juga. Apa maksudnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, kita terbiasa memberi perhatian lebih ketika anak-anak berbuat keliru. Kita bereaksi cepat ketika anak-anak melakukan kesalahan. Lho bukankah itu penting,supaya anak tahu, bahwa yang dilakukannya itu salah ?. Ya betul..anak harus tahu sejak dini, mana hal-hal yang keliru dan mana yang tak boleh mereka ulang. Pasalnya, kita sering lupa, bahwa untuk kebalikannya –yakni saat anak melakukan hal benar, hal baik—kita juga harus memberikan respon sama cepat seperti saat mereka berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, kita lebih terampil memberi teguran atas tindakan salah, daripada memberi pujian kepada tindakan yang benar. Ibu psikolog itu membuat saya tertegun, yang Ia katakan benar belaka. Banyak orang tua lebih terlatih mengkritik, menegur, memarahi, karena anak berbuat salah. Jangan ini, kok begitu, gimana sih, begitu saja kok..aduh kamu ini, lho sudah dibilang, ingat ya.. dll, dll..macem-macem bentuk frasa-frasa teguran. Bahkan, banyak yang lebih mudah memberikan hukuman daripada memberikan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespon cepat, memberi afirmasi secara tepat, ketika anak berbuat baik sangat-sangat penting. Bahkan ribuan kali lebih penting dari memberi nasehat-nasehat tentang kebaikan. Entah bagaimana, disatu sisi kita berharap anak-anak senantiasa berbuat baik, berlaku benar, dilain pihak, kita menganggap biasa saat mereka berlaku dan bertindak benar. Padahal, anak-anak masih perlu terus belajar tidak hanya mana hal yang buruk, salah dan tak boleh diulang, tapi juga mana hal yang baik, yang bernilai, yang benar, yang harus selalu mereka ulang-ulang. Seingat saya, saya kerap hanya tertegun saat anak-anak berbuat baik. Merasa senang sudah pasti, tapi dalam hati saja Paling pol saya tersenyum, tapi bibir gagap tidak tahu harus memberi komentar apa. Alias tidak tahu harus memberikan afirmasi seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya sadar betul, itu salah. Oleh karena itu, saya berusaha untuk terus bisa memberi respon cepat, setiap kali anak-anak berbuat baik. Pertamanya kagok, kesulitan, mau memuji saja saya salah tingkah. Perbendaharaan frasa pujian begitu terbatas, paling-paling hanya berbunyi: aduh pinter, bagus sekali.. selebihnya gagap. Seiring makin sering saya berusaha keras untuk menangkap anak-anak saat mereka baik, makin kreatif saya memberi afirmasi. Setidaknya, biar anak-anak tak bosan hanya mendengar komentar ”wah bagus, wah pinter..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi, mulai saat ini, jangan tunda ”tangkap” anak-anak kita tiap kali mereka melakukan hal-hal baik. Berikan penghargaan saat itu juga, jangan ditunda. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PS.&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Soal tangkap-menangkap ini bukan hanya berlaku untuk anak, tapi juga untuk pasangan kita. Tangkap cepat saat Dia berbuat baik. Misalnya, saat tiba-tiba pasangan romantis, cepat beri afirmasi "aku senang sekali, bahagia, kalau kamu mesra begini..", jangan malah berkata "ada apa sih kok peluk-peluk, sok romantis..." alamat deeeehhh.... hehehehe.. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5260715566551584297?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5260715566551584297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/tangkap-dia-saat-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5260715566551584297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5260715566551584297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/tangkap-dia-saat-baik.html' title='“Tangkap” Dia Saat Baik'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7968400023886986436</id><published>2008-03-20T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-03-20T00:38:22.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Berkelahi Dalam Sepi</title><content type='html'>Dulu saya pikir, kalau jarak anak ke-1 dan ke-2 jauh, maka hubungan mereka akan lebih harmonis daripada &lt;em&gt;sibling&lt;/em&gt; yang berjarak dekat.  Ternyata salah.  Entah karena terlalu lama jadi tunggal (saya tidak yakin 5 tahun itu lama..), si sulung saya dapati sering banget tidak mau mengalah.  Bahkan tidak mau mengerti, bahwa dia sedang berinteraksi dengan adik yang berumur empat tahun.  Tapi diluar semua itu, si adik juga sosok yang sangat menjengkelkan.  Maunya menang sendiri dan menang terus (memang lagi masanya).  Sudah begitu, gemarnya curang luar biasa.  Pada usianya yang begitu muda, si Adik tahu betul bagaimana memanfaatkan suasana, mengakali kakaknya dan menangguk keuntungan dari keluguan kakaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, rumah kami dinamis banget (baca: ribuuuuttt banget).  Hanya sepi, saat mereka tidur atau  berpisah karena sekolah.  Selebihnya rame terus.  Berebut, berbantahan, saling teriak.  Saya sering spaneng di buatnya.  Biasanya jadi ikut teriak juga atau mengomel kepada mereka berdua.  Saya membiasakan (memaksakan) diri, tidak pernah membela salah satu dari mereka.  Apapun, sebabnya jika mereka bertengkar, maka yang salah adalah keduanya.  Jika ribut soal komputer, maka keduanya akan kehilangan hak main komputer.  Jika berkelahi karena TV, maka TV-pun mati.  Jika berantem karena mainan, maka mainan disita.  Pokoknya, hukum berkata jika terjadi persengketaan antara kakak dan adik, maka keduanya akan mengalami kerugian besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak paham aturan ini.   Dan karena saya menegakkannya dengan tangan besi, maka si kakak dan si adik, berusaha untuk bisa membuat solusi menang-menang diantara mereka.  Saya sering geli, mendengar si kakak sibuk me-lobi adiknya, dalam hal giliran memakai komputer.  Kadang-kadang adiknya di-kadali juga, ditipu-tipu.  Kakaknya asyik main, adiknya mlongo kebagian melihat saja.  Setelah sadar ditipu, biasanya si Adik, ganti memakai jurus teriak dan gebrak.  Dia tahu benar, bahwa saya tak bisa mentolerir teriak dan gebrak (komputer di gebrakin..).  Manjur, sebelum teriakan berulang dan gebrakan terdengar oleh saya, maka si Kakak akan segera menghentikan aksi kadalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya dengar berisik kecil di ruang komputer.  Suara kakak dan adik, berbantahan dalam tempo cepat, nada rendah.  Saya longok mereka berdua. Ya ampun, di kursi keduanya bergumul.  Si kakak sedang memilin tangan si adik, si adik menjambak rambut si kakak.  Rupanya, setelah gagal menerapkan jurus tipu dan tidak menemukan win-win solution, demi saya tak mendengar mereka berantem, mereka berkelahi dalam sepi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7968400023886986436?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7968400023886986436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/berkelahi-dalam-sepi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7968400023886986436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7968400023886986436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/berkelahi-dalam-sepi.html' title='Berkelahi Dalam Sepi'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4623194329566279773</id><published>2008-03-17T06:59:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T07:05:38.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Bila Mereka Libur Sendiri</title><content type='html'>Kami punya tradisi mengirim anak-anak liburan ke Jombang dan Kabuh (Jatim). Awalnya tidak sengaja, menjelang Idul Fitri, kami terpaksa harus memulangkan anak-anak lebih dulu. Rasanya berat sekali, melihat gerbong kereta yang membawa anak kita bergerak menjauh. Waktu itu, mata saya pasti basah. Malam harinya menangis lagi, besok harinya lesu, rasanya kangen, tidak enak campur berjuta rasa kawatir. Tiap hari saya telpon, saya cek semuanya. Tidak mudah untuk percaya bahwa anak akan baik-baik saja di tangan kerabat di kampung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan saya, berbuah kebahagiaan, tiap kali saya melihat fisik anak-anak tampak lebih sehat tiap kali pulang kampung. Belum lagi, cerita mereka yang luar biasa tentang pengalaman berjalan di pematang, pergi ke sungai, ke sawah, menyusuri tebing, melihat ini dan itu, macam-macam. Saya juga lega dengan bangga mendapati anak-anak begitu mandiri, tanpa saya. Mengerjakan banyak hal sendiri, tidak cengeng dan menikmati waktunya bermain bersama sepupu-sepupu. Ini membuat kami memutuskan bahwa anak-anak untuk selanjutnya akan dikirim ke kampung secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Persiapan Besar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setiap kali akan mengirim anak-anak liburan pulang kampung, saya melakukan persiapan komplit. Saya bikin daftar segala keperluan, peralatan pendukung, pokoknya survival kits lengkap. Mulai dari bajunya, celana dalam, kaos dalam, kaos kaki, celana pendek, celana panjang, jaket, sweater, lengkap. Obat-obatan, mulai dari bioplacenton, thrombopop, copal, minyak kayu putih, minyak tawon, band-aid, betadine, termometer, sanmol, kaopectat, lacto-B, breathy, mucopect dan sediaan lain. Mainan, buku dan VCD. Sikat gigi, shampo, odol, cotton bud dll. Belum lagi, susu dan snack (saya sangat pemilih dan tak bisa ditawar dalam hal snack anak-anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup. Selain dari aneka macam perlengkapan tadi (yang terekam dalam daftar panjang beneran), saya juga menyiapkan jadwal. Waktu De, masih balita, saya siapkan jadwal terdiri atas kolom jam, aktivitas dan catatan penting. Jadwal itu menjadi patokan (wajib!) bagi pembantu (yang menemani anak-anak liburan) dan semua pihak yang terlibat dalam pengasuhan di kampung sana. Terutama berkaitan dengan acara pemberian makan, snack, buah dan susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipar-ipar saya dulu kegelian melihat aneka persiapan dan penjadwalan yang saya buat. Tapi saya cuek. Saya berusaha semaksimal mungkin memastikan, bahwa anak-anak mendapatkan treatment persis sama dengan apa yang mereka dapat di rumah. Ini membuat saya merasa sedikit ”tenang”. Jadwal lain yang tak kalah seram adalah lembar acuan kondisi kritis. Jadi saya bikin juklak dan juknis, tentang segala kemungkinan buruk sakit yang mungkin menimpa anak-anak. Termasuk tata cara pemberian obat, berikut dosis. Jika anak panas, ukur suhu badannya, jika suhu 38 derajat, lakukan A,B.C bla..bla.. Jika ujung jari kaki dingin, lakukan F,J,K bla..bla.. Jika terluka, lakukan ini dan itu. Jika muntah, lakukan itu dan ini. Jika tiba-tiba diare, jangan ini, jangan itu. Jika.. bla.. jika bla.. bla... lengkap komplit. Terutama saat anak pertama saya masih mengkonsumsi obat-obat pengendali asma. Ada obat yang harus disemprot 2 kali sehari, dosisnya berbeda, ada yang harus di semprotkan di hidung untuk rinitisnya. Pokoknya njlimet dan semua pihak harus merujuk pada catatan yang saya buat. Sampai ada yang berkomentar ”kalau Ines ngirim anaknya pulang, semua jadi tegang..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perlihatkan kepada anak-anak, apa saja perlengkapan mereka. Mereka, terbiasa dengan aneka daftar itu. Kepada yang besar, saya mewajibkannya untuk menghitung jumlah celana dalam dan baju yang dibawanya. Barang apa letaknya dimana, mainan dan buku apa yang dibawa. Ini membuat mereka (berusaha) ”terlatih” mengurus barang-barang nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Yang Kesekian Kalinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin, untuk kesekian kalinya, kami mengirim anak-anak ke kampung. Sehari sebelum berangkat, saya minta mereka berkemas. Yang besar, mempersiapkan baju-baju, buku, VCD dll di tas sekolahnya. Yang kecil tak mau kalah. Lucu sekali, mereka begitu bersemangat. Mereka juga sudah sibuk membuat rencana, akan bermain apa, dengan siapa di kampung nanti. Liburan sendiri, menjadi saat yang paling dinanti oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam balutan celana panjang dengan banyak kantong, dua laki-laki kecil kami siap bertualang. Ada minyak kayu putih di saku kaki kiri. Ada kaos kaki di saku kaki kanan. Ada tisu basah, ada antis, makanan kecil, botol air dan kelengkapan kecil lain dekat mereka duduk. Beberapa saat sebelum kereta berangkat, berebutan kami saling peluk cium tak sudah-sudah. ”I love U mommy” kata yang kecil. ”I love U Ma, I’ll miss U Ma” kata yang besar. Melihat mereka dari balik jendela, begitu percaya diri, melambai-lambaikan tangan. Seperti bukan si 9 dan si 4 tahun. Kelak, mereka akan pergi lebih jauh lagi, lebih jauh, makin jauh dan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kirimlah anak-anak menginap di rumah kerabat pun teman, kirim liburan ke rumah eyang, pakde,bude, om-tante, biarkan mereka belajar pada keluarga yang lain, biarkan mereka belajar menjadi diri mereka sendiri.. banyak kebaikan akan mereka dapat dari pengalaman ini... (serius banget saya ya hehehe... sembari menahan rindu pada anak-anak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4623194329566279773?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4623194329566279773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bila-mereka-libur-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4623194329566279773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4623194329566279773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bila-mereka-libur-sendiri.html' title='Bila Mereka Libur Sendiri'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-8842700119097453512</id><published>2008-03-17T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T05:53:59.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Doris Si Guru “Besar”</title><content type='html'>“Start Business &amp;amp; Become Business Owner” begitu tertera di blog &lt;a href="http://dorisnasution.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Doris Nasution&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.  Betul!, Doris sudah memulai bisnisnya, Doris sudah jadi pemilik bisnis.  Doris yang programmer itu, merintis bisnisnya dari NOL.  Saya tak hendak mengulang jalan si Doris merintis usaha.  Doris menuliskannya dengan lengkap dan ditel.  Doris membagi semua (ini tebakan saya...)  yang dia pikirkan, rasakan, alami dan lakukan, kepada siapapun yang berkunjung ke rumah maya-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah satu dari jutaan (berapa Doris pembaca blog, kamu ? hehehe...) penjelajah blog yang kecanduan dengan blog-nya Doris.  Entah bagaimana, setiap ada waktu sela lalu teringat Doris, yang melintas di kepala: ”Gimana nih bisnis Doris, sudah ngapain aja dia..”.  Lalu sayapun buru-buru, membacai ”laporan” Doris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doris anak jakarta yang tak pernah ke tanah abang.  Jadi, saya rasa bangga saat berjalan bersama Doris menelusupi pasar Tanah Abang.  Layaknya pemandu jalan, saya asyik memberi tahu ini dan itu.  Doris dengan sangat meyakinkan manggut-manggut.  Saya merasa serupa ”guru”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doris sungguh luar biasa, tak perlu lama dia menjadi ”murid”.  Bahkan membuat lompatan-lompatan bisnis, lebih dari yang saya semula duga, bisa dia lakukan.  Dan keadaan-pun berbalik.  Saya kini ber”guru” pada Doris.  Kadang, lewat ”laporan” pendek di blognya, kadang bertanya dan minta saran langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat teman-teman muslimah yang sedang ingin merintis usaha, Doris, sungguh salah satu guru ”besar” yang layak untuk didatangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dirimu memang besar Doris hahahaha...aku jadi makin keciiilll jika dekat kamu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-8842700119097453512?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/8842700119097453512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/doris-si-guru-besar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8842700119097453512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/8842700119097453512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/doris-si-guru-besar.html' title='Doris Si Guru “Besar”'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-237185725646338567</id><published>2008-03-13T05:01:00.001-07:00</published><updated>2008-03-13T05:02:50.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Jangan TIPU, anakMU!!</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Kiat membangun kepercayaan dan pengertian pada anak&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetangga saya lucu sekali, sukanya menipu, dan yang dia tipu anaknya sendiri.  Waktu anaknya masih batita, Ia gemar menilap –dari kata dasar bahasa jawa tilap alias meninggalkan pergi diam-diam-.  Jadi, jika Ia hendak pergi, Ia akan mencari cara agar anaknya tak tahu bahwa diam-diam dia pergi.  Bisa pas anaknya tidur, atau pas anaknya sedang asyik bermain dengan tetangga (yang dia titipi).  Waktu anaknya belum mahir bicara –sehingga belum bisa protes verbal—cara ini sukses.  Tapi anak tambah besar tambah pinter dari waktu ke waktu.  Namun jurus menilap masih tetap dipakai, bahkan sampai si anak sudah bisa bertanya ”ibuk kemana ?” atau ”ibu dimana ?” sembari mulai mewek-mewek.  Jawaban tipuan sudah disiapkan: ”sebentar, lagi pipis..” (bahkan maaf, sering juga dijawab lagi BAB).  Hehehe... konyol sekali, masa ke kamar mandi sampe lebih dua jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ditilap, kalau anak memergoki dan melancarkan jurus protes, maka tipuan ditingkatkan.  Tetangga saya itu akan bilang ”bentar tho..ini mau ke dokter, kamu jangan ikut nanti disuntik”.  Dan banyak lagi jenis alasan bohong lainnya.  Kadang-kadang si anak sampai menangis bergelung-gelung mencari ibunya, akibat ditilap dan tak percaya dengan jawaban dusta yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menipu cara halus tak mempan, cara mengancam tak mempan, akhirnya si Ibu hilang sabar.  Aksi intimidasi dilakukan: ”hayyoo, ga usah nangis, tak ceples nanti!!”, sembari si Ibu terbirit-birit lari meninggalkan anaknya yang menjerit-jerit.  ”emang nyebelin kok, tiap kali ditinggal mesti ribut..” jelas si Ibu gusar.  Kadang-kadang ancaman itu berujung tindakan juga, kalo nggak si anak di ceples atau di cubit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ibu punya pendapat, lama-lama anak akan ngerti dan akan tahu bahwa protesnya sia-sia.  ”Biar aja nangis, nanti juga diem sendiri kalo capek”, begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan &lt;strong&gt;DIA TAHU&lt;/strong&gt;, bahwa &lt;strong&gt;KITA PERGI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mendapat pertanyaan ”lho anaknya gimana Mbak” – maksudnya, apakah anak saya baik-baik saja saya tinggal pergi alias tidak saya ajak.&lt;br /&gt;Saya yakin, anak saya bukannya baik-baik saja.  Mereka tentu lebih senang saya ada menemani.  Mereka juga senantiasa melayangkan pertanyaan dan protes, setiap kali saya pergi tanpa mengajak mereka.  Belum lagi menelpon bulak-balik jika saya pergi terlalu lama.  Anak-anak bukannya happy jika saya tinggal pergi.  Namun, mereka mengerti mengapa saya pergi, mereka mengijinkan saya pergi dan bersabar menunggu saya pulang.  (hal ini, selalu membuat hati saya tercabik-cabik...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pertama mengalami masa yang lebih tak enak daripada anak ke-2.  Saat itu saya masih pekerja kantoran, yang harus berangkat pagi dan pulang malam.  Sekalipun beberapa kesempatan bisa curi-curi waktu, berangkat agak siang, pulang agak sore (bahkan siang hari), karena jam kerja wartawan yang cukup bisa diatur-atur sendiri.  Setelah saya pindah di perusahaan jasa kehumasan, memang berangkat agak siang, tapi pulangnya malem, bahkan sangat malam jika ada persiapan event.  Untung tak lama kemudian saya kerja di NGO yang memungkinkan untuk berangkat lebih siang lagi dan pulang sore, sesekali saja larut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kedua lebih lumayan lagi... cuti tidak kerja empat bulan, berangkat siang, pulang sore, sampai akhirnya saya penuh bekerja di bisnis sendiri.  Waktu lebih longgar, saya bisa ketemu anak kapan saja.  Tapi, tetap saja beberapa kesempatan anak bahkan saya tinggal dari pagi, sampai menjelang dini hari.  Sungguh, saya merasa tak nyaman setiap kali tak bisa mengucapkan ”selamat tidur” sembari mencium dan memeluk mereka.  ”Good night, have a nice dream, i love u, i love u, jangan lupa baca alfatihah ya...”, tapi lewat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih De dan Da masih bayi, saya tak pernah pake politik tilap.  Saya selalu pamit, selalu pake peluk-peluk cium.  Mereka juga, bukannya langsung bisa terima ditinggal pergi.  Ada periode nangis, gendong dulu, ngglendot dulu.  Bahkan jika yang kecil bangun telat, sementara saya sudah rapi mau ”terbang”, pake ada acara mandiin dulu dan sebagainya, lengkap dengan kerewelannya.  Saya mentoleransi, waktu antara yang mereka minta sebelum saya hilang dari pandangan.  Saya tunjukkan bahwa saya sangat mengerti keberatan mereka, protesnya.  Tapi satu hal tetap menjadi kesepakatan, bahwa saya memang harus meninggalkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak juga selalu bertanya, ”mengapa Mama bekerja”.  Saya menyiapkan dan memikirkan banyak jawaban untuk pertanyaan itu.  Saya sampaikan pada anak-anak, bahwa manusia harus bekerja, harus punya pekerjaan.  Anak-anak tahu pekerjaan saya.  Mereka tahu apa saja yang saya kerjakan, mulai dari apakah saya pergi rapat, atau dikantor, apakah saya sedang ikut training, atau ada event, bahwa saya menulis, atau pergi ke tanah abang, ke Karawang, ke Purwakarta.  Mereka selalu bertanya, dan saya selalu sampaikan apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah anak-anak sekolah, ”perpisahan” menjadi lebih mudah.  Anak-anak sudah lebih dulu berangkat sekolah, sebelum saya pergi.  Meninggalkan anak-anak membuat saya selalu berpikir, hal terbaik apa yang bisa saya berikan saat bersama mereka.  Melihat mereka ”merelakan” saya pergi, membuat saya begitu menghargai setiap ekspresi perasaan mereka.  Kami saling menghargai dan senantiasa saling rindu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-237185725646338567?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/237185725646338567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/jangan-tipu-anakmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/237185725646338567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/237185725646338567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/jangan-tipu-anakmu.html' title='Jangan TIPU, anakMU!!'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-583720482632257154</id><published>2008-03-11T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T22:19:07.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>CICI CANTIK Juragan Tas &amp; Baju Anak</title><content type='html'>“Dulu, saya sebel setengah mati, sudah ga bisa maen, harus buka toko pagi-pagi, nyumpah-nyumpah dalam hati…amit-amit, gua nanti ga bakal mau kaya gini…” tutur si Cici dalam cerita panjangnya perihal gen pedagang di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bisnis grosiran baju anak dan tas import sudah &lt;strong&gt;SEBELAS TAHUN&lt;/strong&gt; digelutinya. Jangan tanya omset, saya ngeri mbayanginnya hehehe… Kini, dua-tiga bulan sekali, Ibu cantik beranak satu itu, musti kulakan ke HongKong sana. Lihat barang, pilih-pilih langsung order, sebulan kemudian palit lat, barang dalam kontainer tiba di Priok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Bapak-Ibunya adalah pedagang kawakan di bilangan tanah abang. Sampai detik ini beliau berdua masih menjalankan bisnis, masih sehat, tidak pikun (mungkin karena ga kenal istilah pensiun). Cici muda, pulang sekolah naik angkot ke pasar, hari libur ke pasar. Namun dengan gigih ingin ”nasib” yang lain dengan cara kuliah sampai selesai. Sayangnya (atau untungnya ya...), begitu merit, sang suami memberi ultimatum: jadi nyonyah ga boleh kerja (kantoran). ”wadoh...ga boleh kerja, gawat, ok, gua ga kerja, tapi buka toko...” lanjutnya, sambil tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, si Cici pun buka toko baju anak. Menurutnya buka toko tidak sibuk-sibuk amat, masih bisa sambil ngurus anak. Bisnispun membesar, sampai kuwalahan. Karyawan direkrut, saudara dilibatkan. Di toko-nya, saya lihat barang-barang dalam karung-karung besar (bal) sudah siap dikirim antara lain ke Surabaya, Malang, Medan, Bukit Tinggi. Melihat saya melongo si Cici berkata ”grosir itu untungnya tipis”. Dalam hati saya membatin, ya kecil tapi kalo ukurannya kontainer hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiangan itu sepanjang keluyuran di Pasar Pagi Mangga Dua, saya belajar banyak dari Si Cici tentang bagaimana kepercayaan harus dipelihara, tentang kejujuran, mikir jangka panjang, jangan pelit sama pelanggan, pelayanan selalu yang terbaik, disiplin kepada karyawan, harga jangan mahal-mahal, konsisten dll...banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kalau dirinci sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;p&gt;-Usaha apapun yang kita lihat sekarang gede, dulunya kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Bagi yang dilarang kerja (kantoran) oleh suami, masih banyak hal lain bisa dikerjakan..antara lain buka toko, tidak mustahil toko bisa besar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Uang (banyak) membuat kita bisa membiayai diri dengan lebih layak, si Cici itu badannya ok, sehat, wangi, rambutnya bagus, wajahnya kinclong… pokoknya tongkrongannya keren habis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Uang (banyak) bisa bikin si Cici kirim anaknya ke sekolah mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Temen-temen yang mengeluh tak punya uang untuk modal bisnis, keliru besar… ada yang lebih esensial yakni kejujuran (bisa dipercaya), sabar-ulet dan kerja keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ternyata jadi importir itu ga mustahil (berarti jadi eksportir juga demikian) ternyata kalo mau perlu beli kain dan barang-barang langsung ke Hong Kong ada channelnya sekarang... ternyata, ternyata &lt;strong&gt;LOA works every time&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-583720482632257154?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/583720482632257154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-cici-cantik_11.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/583720482632257154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/583720482632257154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-woman-cici-cantik_11.html' title='CICI CANTIK Juragan Tas &amp; Baju Anak'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1843384593497075260</id><published>2008-03-10T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T05:17:13.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><title type='text'>Mendampingi Suami Yang Selalu “Berputar”</title><content type='html'>Bulan Januari lalu, pada event ultah TDA yang ke-2, saya (dan suami) mendapat piagam ”The Most Inspiring Couple”. Rasanya malu, malu, campur seneng. Julukan inspiring couple itu, membuat kami termenung-menung. Apalagi ingat komentar &lt;a href="http://roniyuzirman.com/"&gt;Pak Rony &lt;/a&gt;“pasangan ini, dateng ke Manet-pun berdua..” (Sejak ada &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;a href="http://vitoramadhan.blogspot.com/"&gt;Vito&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, saya jadi kepengen aja ke &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a href="http://manetvision.com/"&gt;Manet&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bergabung di &lt;a href="http://www.blogger.com/www.neslink.com"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;PT. Neslink&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;–perusahaan yang didirikan oleh Rosihan,—pada Desember 2004, praktis kami jadi sering berdua-dua. Bahkan belakangan jadi berdua banget, karena makin banyak urusan yang bersinggungan. Jauh-jauh hari, kami mencanangkan pembagian tugas, tapi karena jalur manajemen di bisnis kami sangat pendek –banyak fungsi masih kami rangkap- tak terelakkan, segala urusan jadi terlihat berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, kami hanya salah satu dari buanyak pasangan pebisnis yang menjalankan bisnisnya berdua (bahkan berdua banget). Sebut saja Elly dan Pak Rony; Bu Poppy dan &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a href="http://ryadkusuma.blogspot.com/"&gt;Pak Ryad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, &lt;a href="http://ningharmanto.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Bu Aning&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan Pak Harmanto, Bu Emy dan &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a href="http://faifyusuf.blogspot.com/"&gt;Pak Faif&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;; &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.rumahmuslimah.com"&gt;Tina dan Teguh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;; Vita dan Ibnu (adik saya); Pak Nuralam dan Nyonya; Pak Ekojune dan Nyonya; &lt;a href="http://yulia-ku.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mbak Yulia&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan Pak AN (hanya boleh disebut inisial hehehe...), dan buanyak lagi. Bahu-membahu, berbagi tugas, berbagi wewenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Saat Sebagai Mitra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu banyak pasangan yang bisa berdampingan dengan enak menjalankan bisnis, lalu apa istimewanya ?. Saya tuliskan hal ini, sebagai ekspresi simpati dan empati saya, kepada teman-teman yang saat ini sedang dalam proses mensinergikan langkah dengan pasangan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman pernah bertanya: ”Gimana Bu, caranya kok kelihatannya kompak (dengan suami), itu pembagian tugasnya gimana ?”. Ada yang bertanya kepada suami saya: ”gimana caranya, supaya istri saya bisa mendukung apa yang sedang saya rintis”. Ada juga yang tanya, ”istri saya, seperti tidak yakin dengan apa yang sedang saya kerjakan (bisnis maksudnya)”, dan banyak lagi pertanyaan sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ditanya seperti itu, saya seperti terjerembab dalam sebuah ruang yang kosong dan sunyi. Waktu seperti berhenti bergerak. Saya tidak bisa membayangkan alangkah sulitnya gerak langkah dan posisi kita, jika pasangan tak mendukung. Jika pasangan tak mau (tak berusaha) mengerti. Pertanyaan dari beberapa teman itu, lalu menggema, memantul-mantul dalam perenungan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi adalah sebuah proses. Menurut saya kok tidak ada resep baku dan sekali jadi, bagaimana menjadi pasangan yang bisa saling cocok, seperti kepingan puzzle (bahkan main puzzle pun, tiap kepingnya mesti diputar-puter biar ketemu sisi yang pas...). Lebih dari itu, kita senantiasa harus bergerak pada ruang dan kondisi yang relatif. Begitu juga dengan format kemitraan antara saya dan suami. Tidak pernah berhenti oleh karena dan sebab perubahan. Kami pernah sama-sama jadi karyawan. Memulai dari kondisi paling seadanya, dari seorang karyawan baru disebuah perusahaan. Kami pernah merasai, senangnya mendapat bonus dari perusahaan, gembiranya dapat tunjungan kepemilikan kendaraan. Happy-nya dapat THR dan lain-lain khas dunia pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah menjalin sinergi sejak saat itu. Sejak hari pertama kami sepakat berumah tangga. Sulit, tentu saja. Apalagi kami juga sepakat bahwa hubungan kami adalah hubungan yang setara dengan azas saling menghormati (jangan tanya cinta ya.. itu mah sudah kami gotong-gotong dari jaman belum nikah..) Dan, ketika saya runut kebelakang, ternyata kondisi kami berubah terus, ternyata suami saya berubah terus, demikian pula dengan saya. Sungguh, kami sudah menjadi pribadi-pribadi yang berbeda dari saat pertama kami bertemu. Sinergi kami juga terus berubah. Penyesuaian –adjusment- terus dilakukan. Mungkin yang sedikit beda, penyesuaian itu kini sudah automatic mode atau alamiah ? (mungkin ya..). Sesekali manual juga, persisnya ketika salah satu harus mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kesempatan, hubungan kami adalah kemitraan. Oleh karena itu, kami terus saling meminta tolong, saling memberi bantuan. Kami sadar sepenuhnya, bahwa kami harus bekerja sama. Kami tahu, kami harus saling mendukung. Jadi, saat masih jadi karyawanpun, kami sudah saling mendukung. Terbiasa membicarakan pekerjaan masing-masing, saling memberi masukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa, memulai hal baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah bermitra dan bersinergi since the beginning, saat suami memutuskan berhenti jadi orang gajian dan bertekat merintis usaha, itu bukan prahara bagi saya. Saya sangat percaya kepada-nya (dan kepada NYA). Saya begitu yakin bahwa, suami saya orang yang sangat bertanggung jawab. Tidak ada alasan bagi saya untuk meragukan, sekalipun kami sama-sama tidak tahu apa yang akan terjadi di”depan”. (Bukankah hanya DIA, yang tahu apa yang akan terjadi di depan?). Mungkin keyakinan itu, yang membuat saya dengan sepenuh hati dan semangat selalu mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami pun memulai dari nol. Tidak ada untung tidak pula rugi, untuk memulai semuanya dari nol. Toh kami memulai keluarga kami juga dari nol. Dan ”nol” kami saat ini lebih ”berbobot” dari nol kami yang pertama. Setidaknya, saat bisnis pertama dimulai, kami sudah punya pengalaman, sudah punya teman. Begitulah seterusnya. Dari satu mula, ke mula yang lain. Dan seperti sudah saya ceritakan, penyesuaian jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nol”, kami yang lain adalah saat merintis bisnis ritel jaringan distro muslim SAQINA. ”Nol”, kami berikutnya saat mulai membuka &lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;http://www.muslimdistro.com/&lt;/a&gt;, toko online kaos distro. ”Nol” yang tak kalah serunya adalah grosir perlengkapan muslim merek SAJIDAH di ITC Cempaka Mas. Daftar nol (baca: jenis usaha baru), insyaAllah masih akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia ”Yang Muter” Terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua penggagas bisnis dalam konstalasi kemitraan kami adalah suami. Dia memang ideas person. Saya salut dengan kecemerlangan-nya dalam berpikir. Ide-idenya ada terus. Pada saat yang bersamaan, dia juga pekerja keras (jauh berlipat kali lebih keras daripada saya). Jam tidurnya pendek, tidak seperti saya yang gemar memanjakan mata. Lalu, dimana letak dukungan saya ? Orang bilang, tak baik menghitung kebaikan diri sendiri, tak baik merasai ini-itu tentang diri sendiri. (Sesungguhnya saya hampir yakin, suami saya bisa mengerjakan semuanya sendiri, mengingat dia sangat mandiri dan sangat kuat dalam berkeinginan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tetap saja saya tak bisa menjawab dengan akurat pertanyaan-pertanyaan diatas, yang dicurhatkan oleh para Bapak, perihal istri mereka yang komplen, yang ngambek, yang tak percaya, yang tak mendukung dlsb. Mohon maaf... sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada yang bisa dilakukan. Banyak majalah, tabloid, artikel di internet dan tulisan di blog-blog yang ”mengajarkan” tentang bagaimana membina hubungan yang baik dalam perkawinan, bagaimana membangun komunikasi, bagaimana meningkatkan kinerja perkawinan, dan tema-tema sejenis. Kalau banyak baca tulisan-tulisan seperti itu, dan belajar menerapkannya,mungkin bisa memberi kontribusi bagi perubahan positif hubungan kemitraan antara istri dan suami. Insyaallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang masih penasaran, bagaimana kongkritnya upaya dan pengalaman membangun sinergi, silahkan japri saja.. karena contoh-contoh kasusnya agak privat dan sulit dibahasakan untuk konsumsi publik...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1843384593497075260?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1843384593497075260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/mendampingi-suami-yang-selalu-berputar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1843384593497075260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1843384593497075260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/mendampingi-suami-yang-selalu-berputar.html' title='Mendampingi Suami Yang Selalu “Berputar”'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-4464408233041551971</id><published>2008-03-09T23:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T05:56:36.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>“Every BUSINESS WOMAN”</title><content type='html'>“Gimana Mbak, rasanya jadi pebisnis dan sekaligus ibu dua anak?”, seorang wartawati dalam wawancara by phone bertanya.&lt;br /&gt;Rasanya ?, ehmm rasanya ?.. rasa yang apa ya… Bingung menjawabnya. Karena spontan yang melintas di kepala saya adalah: BIASA SAJA.&lt;br /&gt;Punya aktivitas bisnis dan jadi ibu, ya rasanya BIASA SAJA. Mau rasa yang bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus merasai saya bingung menjawab, Dik wartawati –yang masih single itu- mengubah pertanyaan. ”Maksud saya, bagaimana membagi waktunya..?”, ujarnya mengoreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mengapa saya juduli tulisan saya kali ini seperti diatas ? Saya sedang menulis buku tentang Muslimah dan Bisnis (dan belum selesai juga...aduuuhhh...). Ini membuat saya ingat masa lalu, tiba-tiba kenangan saya akan setiap person tetangga masa kecil saya merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya anak desa, seingat saya waktu itu, nyaris tak ada perempuan menganggur disana. Kalau musim tanam pagi, perempuan berangkat ke sawah. Musim tanam palawija, berangkat menanam jagung, kacang tanah, kedelai dan lain-lain. Musim tanam tembakau, ya ikut.. sampai proses panen para perempuan itu ikut. Jika aktivitas perladangan dan persawahan, tak ada.. mereka punya kesibukan lain, menganyam tikar. Ada juga mereka tampak menganggur, yakni ketika mereka bercengkerama sembari mencari kutu. Tapi selebihnya mereka adalah pekerja dan sebagian lainnya adalah pebisnis. Saya melihat dengan ”biasa” bahwa perempuan-perempuan sedemikian rupa terlibat aktif dalam perannya sebagai ”ikut” mencari nafkah buat keluarga. Apakah ini ”biasa” karena mereka adalah penduduk desa miskin ? (kalo masuk daftar desa IDT/inpres desa tertinggal, berarti bener miskin menurut pemerintah tho...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memprofilkan perempuan pebisnis dari kenangan masa kecil saya. Setidaknya, sebagai bahan perenungan buat saya dan temen-temen perempuan lainnya, bahwa punya aktivitas bisnis itu hal biasa. Bukan untuk dikontradiksikan dengan peran sebagai ibu dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti serial: Every BUSINESS WOMEN, hanya di blog Saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-4464408233041551971?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/4464408233041551971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-women.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4464408233041551971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/4464408233041551971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/every-business-women.html' title='“Every BUSINESS WOMAN”'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-3395992835366894075</id><published>2008-03-09T22:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-09T22:35:19.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>“WHY DON’T YOU HAVE BOTH ?” (1)</title><content type='html'>Kurang lebih tiga belas tahun silam, saya membaca tulisan itu.  Sebuah poster hitam putih yang menempel di salah satu dinding partisi kubikal kerja Mbak Henny T. Soelaiman –redaktur senior Majalah SWA-, kala itu, saya masih single, baru lulus, baru jadi wartawan, tulisan itu menancap kuat di benak saya.  Poster bergambar perempuan cantik dalam balutan busana formal kerja.  Tangan kanan perempuan itu menenteng tas kerja.  Tangan kirinya mendekap pinggang seorang bayi, yang bertengger mantap di pinggang kirinya.  Wajahnya cerah, senyum terkembang, postusnya tegap, begitu optimis, percaya diri dan sehat (soal sehat nanti saya bahas tersendiri).  Tidak ada teks lain kecuali: WHY DON’T YOU HAVE BOTH.  Pesannya singkat, padat sekalipun dibaliknya membawa serentetan dilema plus “keribetan” bagi perempuan-perempuan yang memutuskan HAVE BOTH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sedang disusun.  Nantikan versi lengkapnya, SEGERA!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-3395992835366894075?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/3395992835366894075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/why-dont-you-have-both-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3395992835366894075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/3395992835366894075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/why-dont-you-have-both-1.html' title='“WHY DON’T YOU HAVE BOTH ?” (1)'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-2404915537111584777</id><published>2008-03-06T02:43:00.001-08:00</published><updated>2008-03-06T02:46:13.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kucing</title><content type='html'>Si Sulung saya menderita asma.  Bila kambuh karena terpicu suatu hal, Ia akan batuk-batuk kadang sampai satu bulan penuh.  Ia alergi terhadap tungau debu rumah, bulu-bulu, es dan suhu dingin juga udara yang kelewat kering maupun yang terlalu lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika saya seumur dia, saya punya sembilan ekor kucing.  Masing-masing punya nama, dan menjadi kawan bermain saya.    Kini, demi kesehatan si sulung, tak satupun binatang berbulu boleh menginjakkan kaki dirumah.  Kecuali, seekor kucing hitam kurus, yang setiap pagi mengeong didepan pintu.  Hanya sampai didepan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buat perjanjian ekstra ketat, si sulung dan adiknya hanya boleh sebatas memberi makan si kucing.  Selebihnya seperti mengelus, menggendong, terlarang. Beberapa kali saya pergoki anak-anak menggendong, mengusap dan bercengkerama dengan si kucing.     Biasanya saya langsung perintahkan mereka untuk mencuci bersih tangannya, sembari mengulang-ulang peringatan “kucing itu kotor lho… tidak pernah mandi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun saya selalu menghardik-hardik tiap kali si kucing mendekati anak-anak, tampaknya Ia tahu kami sayang kepadanya.  Ia beranak dipojok gudang. Anak-anak kegirangan, kini mereka semakin gemas dengan kucing-kucing itu.  Melarang mereka untuk tidak menggendong makin mustahil.   Saya, diliputi kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kucing, tumbuh kian lucu.  Induknya bahkan sudah mulai melatih mereka menyantap tikus juga cicak.  Saya pakai hal ini untuk mengindoktrinasi anak-anak, tentang betapa kotornya para kucing lucu itu.  Anak-anak pun mulai agak menjauh, rupanya mereka jijik juga, melihat para kucing menyantap hasil buruan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, sabtu siang yang sarat matahari.  Si sulung menghampiri saya dengan mata berbinar dan berbisik  “Mama.. anak-anak kucingnya aku mandikan”.   “Hah !!!” pekik saya kaget, sambil menghambur keluar.  Dibawah kran tempat kami mencuci baju, sebuah ember biru berisi air.  Didalamnya dua anak kucing terapung-apung, sembari mengeong lirih.  Sembari cepat memberikan pertolongan saya berseru “aduh, bisa mati ini kucing kalau begini..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Sulung dengan wajah sedih berkata: “kan mama sendiri yang bilang, kalau kucing kotor karena tidak pernah mandi”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-2404915537111584777?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/2404915537111584777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/kucing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2404915537111584777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/2404915537111584777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/kucing.html' title='Kucing'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-7591361124009412133</id><published>2008-03-04T19:57:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T19:59:43.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>CatDog VS DeDa</title><content type='html'>Anak-anak membawa saya ke sebuah dunia yang FUN, pokoknya maunya seneng-seneng aja…  antara lain melalui film-film kartun yang aneh-aneh.  Salah satu film yang aneh, namun kini saya gemari adalah CatDog. Serial kartun di Nick. Kucing dan anjing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah disabdakan Kucing musuhan sama Anjing.  Nah dalam film ini kucing dan anjing itu tak mungkin bermusuhan, karena mereka begitu dekat, lengket.  Mahkluk aneh ini separuh berbadan Cat, separuh berbadan Dog!... Kedua anak saya dengan suka rela menelan fakta CatDog.  Saya pun begitu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat CatDog harus menghadap masalah-masalah sederhana yang menjadi rumit, karena selera mereka berbeda, kepentingan mereka berbeda.  Kalo Cat mau dan ngotot mau kesebuah tempat, maka Dog harus mengalah –biasanya sembari menggerutu atau bahkan terseret-seret-- Sebaliknya jika Dog mau dan ngotot ingin melakukan sesuatu maka Cat harus mengalah.  Jika keduanya sama-sama sedang ingin dan ngotot akan suatu hal yang berbeda, dalam waktu yang sama… maka, sampai peluh bercucuran, mereka tak akan bisa mendapatkannya…  Kompromi yang dilakukan oleh Cat, atas Dog dan oleh Dog atas Cat.. menjadi sesuatu yang sungguh lucu.. pokoknya lucu!. Kadang mengharukan dan sarat dengan wisdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, demikian pula yang terjadi di rumah saya.  Anak saya De dan Da, beda usia lima tahun, kepentingan berbeda, minat berbeda.  Kadang De tak mau berbagi, sementara Da menginginkan semuanya.  Kadang De bersabar, tapi Da bermotivasi membuat jengkel.“aku mau De ditangkap polisi, dibuang ke tempat sampah” seru Da“aku ga mau lihat Da, selama 100 tahun” pekik De.  Begitulah, bertikai namun tak terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami setiap hari harus mengulur urat sabar, berjuang untuk bisa adil dan obyektif menjadi penengah..susahnya bukan main, apalagi kalau badan sudah capek digempur pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DeDa… tak ada di Nick, hanya di rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kalau analogi itu dipakai dalam konteks perkawinan, kira-kira Suami-Istri itu CatDog juga atau bukan ya... atau keduanya Cat, atau keduanya Dog ? atau salah satu buaya darat ?... hehehehe...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-7591361124009412133?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/7591361124009412133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/catdog-vs-deda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7591361124009412133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/7591361124009412133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/catdog-vs-deda.html' title='CatDog VS DeDa'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-6563989004347053629</id><published>2008-03-04T19:26:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T19:43:44.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thought'/><title type='text'>Salah Jurusan</title><content type='html'>Mei 2005, dari milist FLP (Forum Lingkar Pena) seorang kawan meminta &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; pengalaman seputar salah jurusan (jurusan bidang studi maksudnya..).  Saya tidak ingat persis &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; saya ini, jadi saya kirimkan ke kawan itu, atau tidak... hari ini, tanpa sengaja file tsb terbaca.. jadi terpikir, mungkin diluar sana, ada adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar yang saat ini (mungkin) sedang merutuki nasib, karena merasa salah jurusan.  Apakah salah jurusan berarti kul de sac ?  Siapa tahu, diantara mereka ada yang tersesat ke Blog ini, selamat membaca!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAH JURUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Pernah mengalami salah jurusan (waktu SMA, Kuliah) ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya salah memilih jurusan  ketika kuliah.  Saya kuliah di fakultas pertanian, padahal sama tanaman gak suka – suka sih melihatnya, ngerawatnya nggak janji deh… Alhasil, saya kuliah sambil lalu, hasilnya tidak buruk tapi juga tidak mencerminkan kemampuan optimal saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Kenapa sampai salah? (ikut-ikutan teman? kurang informasi? dsb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semasa di SMA semua lancar saja, saya suka mata pelajaran Biologi dan Kimia, jadi pas saja rasanya ketika bisa masuk jurusan A2 (Biologi, A1=Fisika, A3=Sosial, A4=Bahasa), menjalaninya juga dengan senang, sekalipun serius karena temennya pada pinter-pinter jadi bersaing terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah muncul ketika menjelang lulus dan harus mulai memikirkan akan kuliah kemana saya, fakultas apa dan jadi apa saya kelak.  Bingung.. sudah pasti !!.  SMA saya yang ngetop itu, berada disebuah kota kabupaten.  Entah bagaimana, waktu itu informasi begitu minim (ini lebih dari 15 tahun lalu lho, belum ada internet, belum ada HP dll..).  Di sekolah ada penyuluhan oleh guru bimbingan, apa ya namanya..lupa saya, pokoknya istilahnya guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan), tentang profesi apa saja yang bisa kita idamkan untuk kita raih dikelak kemudian hari.  Nah, rentang profesi itu ya yang sudah umum antara lain dokter, guru, pilot, insinyur, tentara, polisi, perbankan dan nggak ada lho informasi tentang profesi lain seperti penulis, wartawan, konsultan, designer dll…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi karena saya anak A2, pilihan pastinya berada antara kedokteran, insinyur pertanian, peternakan, perikanan, atau ilmu murni (MIPA = Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam alias Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia..).  Mau milih kedokteran, takut gak lolos seleksi karena konon saingannya dengan anak-2 yang super pinter.  Akhirnya saya ambil fakultas MIPA jurusan Biologi –karena saya maniak sama pelajaran biologi—dan Fakultas Pertanian –karena ibu saya menyarankannya--. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak saya, hanya perpegang pada satu hal, jadilah insinyur, insinyur itu orang pinter kedua setelah dokter.  Kakak saya yang sulung kuliah di Fakultas Hukum, kakak nomor dua kuliah di IKIP jurusan olahraga –pas banget karena dia gemar olahraga dan pemain basket handal-, kakak ketiga kuliah di fakultas teknik perkapalan.  Jadi saya musti jadi insinyur juga nih, waktu itu, lulusan pertanian bergelar insinyur pertanian, ok, saya pilih fakultas itu tanpa tahu ada apa didalamnya dan jadi apa kelak setelah selesai kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tindakan apa yang dilakukan ketika menyadari telah salah pilih jurusan? (misal: pasrah, secepatnya pindah jurusan, dsb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama di bangku kuliah, saya mulai selingkuh dengan dunia pers mahasiswa.  Selingkuh dalam artian, saya sudah mulai bolos kuliah, kalaupun masuk kuliah hanya buat absent saja, Cuma nitip absent, saya malas ikut praktikum  dan mengerjakan laporan praktikum hanya dari mencontek laporan teman.   Menjelang ujian mid semester dan akhir semester, saya berburu catetan kawan-2 yang rajin rapih untuk di fotocopy, belajarpun benar-benar kebut semalam.  Hasilnya tentu tidak maksimal, tapi lumayan diatas temen-2 yang bahkan rajin kuliah dan praktikum.  Pokoknya IPK diatas 2,75 sudah happy saya.  Kegiatan perkuliahan saya kontrol sepanjang masih memenuhi jadwal/kalender akademik  dan  semua tahapan kuliah berjalan lancar, waktunya PKL (praktek kerja lapangan) , KKN, proposal penelitian sampai penyusunan tugas akhir tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu saya sama sekali tidak suka dengan perkuliahan saya, saya bisa tapi tidak suka, nah, jadi ya jalani saja.    Alhamdulillah, sekalipun tidak suka, saya bisa mengikuti, bisa menerima ilmu-2 dan mengerjakan soal-2 ujian dengan lumayan.  Santai saja, merasa tak ada beban, karena saya punya dunia lain yang mengasyikkan, yaitu dunia aktivis.  Saya lebih suka nongkrong di unit aktivitas, memikirkan bikin majalah,bikin koran bersama teman-2 dari fakultas dan jurusan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip saya, yang penting saya cepat lulus.  Saya aktif di kegiatan kemahasiswaan, ikut lomba penulisan karya ilmiah, menjadi panitia ini-itu, mengurus seminar ke jakarta dll dan bertemu dengan teman-teman dari perguruan tinggi lain. Teman saya beragam dari fakultas lain dan dari angkatan yang lebih tua.  Ternyata itu semua menguntungkan buat saya, saya punya informasi lebih tentang dunia selepas kuliah, tentang apa saja yang mungkin saya lakukan diluar jurusan kuliah saya.  Saya jadi memiliki kepercayaan diri yang lebih dibanding teman-teman yang ”hanya” kuliah.  Itu bekal yang paling mahal dan berharga yang saya dapat dari bangku kuliah.  Bekal keilmuannya, juga ada sih, karena pada dasarnya sampai detik ini pun saya tetap suka eksakta, tetap suka science. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kalau tetap pada jurusan tsb, hal-hal apa yang dilakukan? (misal: lebih keras belajar, dsb).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah memutuskan bertahan pada jurusan yang salah itu, ya sudah jalani dengan sungguh-sungguh tapi santai saja.  Sungguh-sungguh tapi santai gimana ? maksudnya, jangan sampai stress, merasa tertekan, terbeban, berpikir positif dan selalu semangat itu saja.  Tentu saja, harus bekerja lebih keras, misalnya saja, saya sering tidak tahu kalau ada tugas tambahan, nah gimana caranya bisa mengerjakan tugas secepat mungkin dalam waktu kurang dari 1 jam, supaya bisa dikumpulkan pada saat itu juga.  Kita juga harus bisa menjalin hubungan baik dengan teman-teman yang lain, jadi mereka dengan sukarela mau meminjamkan catatan dan memberikan contekan laporan praktikum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya gimana caranya kita tetap memegang kontrol atas jalannya studi.  Banyak contoh, kuliah gagal, macet tengah jalan dengan alasan salah jurusan, kalau itu yg terjadi yang rugi kita sendiri, ortu rugi juga sedih dan buang biaya, tapi yang paling rugi tetap kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk berprestasi di bidang apapun.  Prestasi ini salah satu obat kuat, karena IP saya tak pernah setinggi teman-2 yang lain, saya cari pengakuan lewat jalur lomba karya tulis ilmiah.  Prestasi di sini sangat membanggakan dan membuat teman-teman tidak memandang sebelah mata, mereka jadi menghargai eksistensi kita.  Caranya bagaimana ? kerja keras, kreatif, cari informasi.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saran buat yang 'terlanjur' salah jurusan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Salah jurusan ?, ini bukan salah kita memilih.. ini adalah kesalahan sebuah sistem pendidikan, ini dosa kolektif yang maha ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu salah jurusan ? jangan berhenti pada kata ”salah”nya, atau berusaha mencari siapa yang salah.  Sementara kalau mau berubah haluan, itu perlu keberanian ekstra, didalamnya ada unsur mengorbankan waktu, tenaga dan biaya.  Beberapa kawan ada yang berhenti kuliah, lalu pindah kuliah, pindah jurusan, apakah hasilnya signifikan ?  menurut saya kok tidak.  Kuliah di Indonesia ini dirancang ya supaya anak didik menempuh pendidikan strata satu, sarjana, ia tidak sedang mempersiapkan sarjana-sarjana yang mumpuni di bidang masing-masing.  &lt;strong&gt;Tentu saja ada sekian persen yang sukses di bidangnya sesuai dengan disiplin ilmu yang ditempuh di bangku kuliah, tapi sebagian besar tidak. &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, ketahui apa yang sebenarnya kamu inginkan, dan bila itu tidak sejalan dengan studi yang sedang ditempuh, gak apa, studi jalan terus, kompetensi yang ingin kamu bangun harus dirintis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah,bagi saya ketika itu adalah perjuangan besar ortu saya yang ekonominya pas-pasan untuk menjadikan anaknya sebagai sarjana bergelar insinyur.  Jadi saya harus hargai itu, saya harus tuntaskan kewajiban saya belajar dengan sebaik mungkin, sekalipun tidak maksimal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya adalah sarjana pertanian yang bekerja di bidang jasa (konsultan kehumasan) dengan pengalaman kerja sebelumnya sebagai wartawan sebuah majalah bisnis terkemuka dan penulis sekaligus peneliti di sebuah organisasi nir laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pertanian saya, sangat bermanfaat, saya bisa menerangkan tumbuhan, sistem perakaran, fungsi daun dll kepada ANAK saya.  Setidaknya saya tetap pecinta ilmu-2 eksakta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-6563989004347053629?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/6563989004347053629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/salah-jurusan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6563989004347053629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/6563989004347053629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/salah-jurusan.html' title='Salah Jurusan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-20487803618770280</id><published>2008-03-04T19:18:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T19:21:08.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Nangis Secukupnya</title><content type='html'>Saya sering kuwalahan dengan kegemaran anak saya, berbuat berlebih-lebihan.  Berlebih-lebihan yang saya maksud ini, antara lain, kalau dia ingin minum teh dan ingin membuatnya sendiri –&lt;em&gt;katanya kan, ortu yang baik, musti beri anak kesempatan kepada anak melakukan beberapa hal sendiri, biar anak latihan mandiri, biar motorik halusnya terlatih, biar anak merasa punya power&lt;/em&gt;--, dia akan tambahkan 5 sendok gula kedalam gelasnya, sekalipun saya sudah bilang, dua sendok sudah manis.  Saya hapal jawabannya: ”belum, Ma..belum manis, lagi, gulanya lagi...” sambil terus menyendok, dengan khidmat dan nikmat.  Saya tahu, sebenarnya yang dia kehendaki adalah keasyikan menenggelamkan sendok kedalam butiran gula, lalu membawanya ke bibir gelas dan menyaksikan butiran-butiran itu tenggelam dalam air teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlebihan yang lain, kalau sebentar saja saya lengah, banyak-banyak dituangkannya sabun mandi cair di telapak tangannya.  Meskipun bolak-balik saya ngomel: ”jangan banyak-banyak sabunnya, nanti cepat habis... secukupnya saja....”.  Suatu pagi, yang terburu-buru, melengking suara saya, melihatnya menuang sabun sampai berceceran ke lantai. ”Secukupnya saja..!!!!” pekik saya.   ”awas ya, kalau pakai sabun banyak-banyak lagi, kamu mandi pakai sabun cuci aja...” ancam saya.&lt;br /&gt;Kadang-kadang ingin rasanya memaklumi, anak mana sih yang tidak terpesona dengan busa sabun.  Tapi kalau, satu botol sabun habis dalam delapan hari, yang seharusnya cukup untuk satu bulan, kan jengkel juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memerangi keinginannya untuk selalu berlebihan itu, saya terus menerus, tanpa bosan menyerukan istilah ”secukupnya”. &lt;br /&gt;Saya berusaha menerangkan konsep cukup ini dengan berbagai contoh, antara lain: 5 sendok gula dalam segelas teh itu banyak, sementara 1 sendok itu sedikit, sedangkan 3 sendok itulah cukup.&lt;br /&gt;Setetes sabun ditelapak tangan itu sedikit, setelapak tangan penuh sampai berleleran ke lantai itu banyak, sedangkan segumpal di dasar telapak tangan itu cukup.  Artinya cukup untuk membusai badannya yang masih kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain lagi, misalnya:  ”Ayo sudah, sudah cukup mainnya sekarang waktunya istirahat..”, ini kalau dia tidak mau berhenti bermain sementara jam sudah makin larut. &lt;br /&gt;”sudah, isi gelasnya setengah saja sudah cukup, kalau kepenuhan tumpah...” ini peringatan ketika dia mengisi gelas minumnya dari keran galon minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika saya menelpon rutin dari kantor, untuk mengecek keadaannya, sebuah percakapan yang mengharukan terjadi:&lt;br /&gt;“Bu, tadi De nangis di sekolah…., ini anaknya mau bicara sendiri”, kata pembantu saya, yang juga bertugas mengasuh De.&lt;br /&gt;“Tadi aku nangis Ma…” ujarnya.&lt;br /&gt;”Nangisnya lama, apa sebentar”, maksud saya ingin mengukur seberapa serius masalahnya.&lt;br /&gt;”aku nangis secukupnya saja...” jawabnya dari seberang sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-20487803618770280?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/20487803618770280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/nangis-secukupnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/20487803618770280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/20487803618770280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/nangis-secukupnya.html' title='Nangis Secukupnya'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-1185301159827263724</id><published>2008-03-03T03:11:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T03:13:10.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Rumah Kami</title><content type='html'>Kami tinggal dirumah sewaan  kecil, disebuah kampung yang berjarak hanya beberapa kilo meter dari pusat bisnis Jakarta –Gatot Subroto, Sudirman, Rasuna--.  Beda antara si punya dan si papa, menjadi santapan mata setiap hari.  Komunitas kampung saya sangat beragam, mulai dari tetangga kaya dengan rumah bertingkat dan berpagar tinggi, sampai dengan rumah sepetak dengan satu pintu dan satu jendela yang tiap kali penghujan tiba, air selokan melimpah masuk kedalamnya.  Di kampung itu berkumpul aneka profesi, mulai dari pengusaha, kontraktor, guru, kenek Metromini, buruh cuci, tukang sayur, karyawan dan terbanyak adalah dewasa muda menganggur.   Pelajaran atas kenyataan hidup yang sangat mahal –juga bagi anak saya-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat terobsesi pada kualitas pendidikan kelas wahid, saya kirimkan anak saya pada sebuah sekolah yang cukup mahal, tempat anak-anak kelas menengah atas Jakarta.  Sebagai konsekuensinya, setiap hari anak saya menyaksikan aneka simbol kekayaan didepan matanya.  Teman-temannya adalah anak-anak yang dibesar dengan limpahan gizi dan aneka asesoris bermerek.  Halaman sekolah tak ubahnya sebuah show room mobil mewah.  Carilah kendaraan tipe terbaru, niscaya mudah dijumpai disana, terutama pada jam antar jemput.   Sedangkan anak saya, saya percayakan untuk diantar oleh mobil sekolah.  Sesekali Ia bercerita tentang lokasi rumah temannya dan ukuran rumah mereka yang berkali lipat rumah mungil kami.   Ia pun akrab dengan aneka tempat makan waralaba internasional, tempat kawan-kawannya merayakan ulang tahun.  Saya tidak mampu membayangkan apa yang ada dibenaknya.  Disatu sisi ia berada disebuah lingkungan kaya, disisi lain, kami tinggal disebuah kampung yang sangat heterogen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, kami dikejutkan oleh kunjungan mendadak beberapa guru sekolahnya.  Rupanya siang itu beberapa ibu guru ikut serta di mobil jemputan, dan anak kami dengan keramahan yang luar biasa memaksa mereka untuk singgah.  Ia bawa guru-gurunya sampai kedalam rumah.  Ia perkenalkan pembantu kami.  Ia tunjukkan dinding rumah kami yang penuh tempelan karyanya dan penuh coretan tangannya.  Ada rasa yang saya tak tahu apa namanya, mendengar Ia dengan bangga berkata: “Ini  rumah saya, mama, papa dan adik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini jauh didalam hati saya sering terbersit rasa malu, malu atas rumah kami yang seadanya.   Sebenarnya, kalau saja kami mau bergeser ketepi Jakarta, tentu terbeli sebuah rumah yang layak.  Tapi ada banyak pertimbangan, sehingga kami memutuskan tetap tinggal di pusat kota dan dirumah sewa.    Saya tidak pernah mengundang kenalan ataupun keluarga untuk singgah, rasanya jengah harus menerima tamu duduk dilantai.  Sepertinya kok, kami terlihat begitu miskin, malu rasanya.  Dilain pihak, saya selalu menasehati anak saya: “kita tidak boleh rendah diri, kita punyanya seperti ini, harus bersyukur, masih banyak yang tidak bisa seperti kita”.  Hari itu Ia mengajarkan kepada saya apa sesungguhnya arti percaya diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya persembahkan untuk De dan Da, dua bocah yang sedang membangun karakter.  Semoga kearifan senantiasa lekat di sanubari-mu Nak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-1185301159827263724?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/1185301159827263724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/rumah-kami.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1185301159827263724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/1185301159827263724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/rumah-kami.html' title='Rumah Kami'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-590847168313047689</id><published>2008-03-03T03:03:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T03:27:29.370-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Menahan Gempuran Iklan</title><content type='html'>Saya termasuk orang tua yang tidak berhasil mengisolir anak dari TV. Rumah kami yang kecil, hanya menyisakan satu ruang, tempat kami berkumpul, sekaligus disitulah TV berada. Kami membutuhkan informasi, membutuhkan hiburan, disisi lain, kami paham dampak negatif TV bagi kedua anak kami. Dengan kesadaran tersebut, kami tetapkan jadwal kapan TV boleh menyala dan kapan harus mati. Ketika anak-anak tidur siang, pembantu mendapat jatah penuh nonton sepuasnya acara apapun –biasanya gosip artis dan film india-. Sementara Scoobidoo, Dora, Twinnies, beberapa kartun dan tayangan ilmu pengetahuan, jatah anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pembatasan jam TV, berhasil melindungi anak-anak dari tontotan tak bermutu yang mendominasi seluruh stasiun TV. Tapi iklan tak bisa dibendung, menyisip dimana-mana. Salah satu yang cukup meresahkan adalah iklan makanan dan minuman. Saya menyakini bahwa sebagian besar produk yang diiklankan, mengandung bahan-bahan tambahan yang kontroversial bagi kesehatan anak. Beberapa bahan tambahan tersebut antara lain penyedap rasa–biasanya monosodium glutamat-, pewarna, pengawet dan peniru rasa –dari senyawa kimia-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, iklan-iklan ini begitu komunikatif, begitu persuasif, begitu memikat. Rasanya seperti masuk ke medan perang. Perang melawan citra yang dimasukkan oleh iklan kedalam kepala anak saya. Segala jenis makanan yang menurut banyak artikel kesehatan membahayakan bagi kualitas kesehatan anak-anak, ditawarkan secara menggiurkan. Mulai dari snack ringan dalam berbagai bentuk dan rasa, minuman bervitamin -yang katanya mencerdaskan dan menambah kelincahan anak-, hingga makanan cepat saji berhadiah mainan. Anak-anak terpesona didepan iklan, sambil melancarkan protes, minta dibelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan bohong vs berpikir kritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir kritis baik diperkenalkan sejak dini dan ini bukan hal yang mustahil. Sambil menemani mereka menonton acara TV -berikut iklannya-, saya bercerita tentang apa maksud sebuah produk beriklan. Dari kaca mata orang awam, setidaknya iklan dicipta untuk menarik pembeli. Konsep itu yang pertama kali saya sampaikan kepada anak. Semakin banyak dan semakin sering orang membeli, si penjual makin gembira. “Tidak semua iklan menyampaikan sesuatu yang benar”, lanjut saya. Lalu saya bercerita tentang bahan-bahan aditif yang tidak dibutuhkan tubuh, bahkan beresiko bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah iklan minuman yang menyatakan dirinya sarat vitamin, dibela habis-habisan oleh anak saya. “Mengandung vitamin minuman itu Ma, jadi aku boleh meminumnya”, sergah anak saya. Saya sedih juga, dengan para pengiklan yang berpromosi secara membabi buta dan tidak mendidik. Si model iklan, meminggirkan buah-buahan segar dan memilih minuman instan dalam kemasan. Susah payah orang tua memperkenalkan dan membiasakan anak agar suka mengkonsumsi buah dan sayur. Iklan malah mengajarkan sebaliknya, seolah-olah produknya jauh lebih baik daripada buah-buahan segar. Saya tegaskan pada anak-anak, bahwa iklan ini merupakan satu contoh promosi yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iklannya bohong ya Ma, padahal tidak ada vitaminnya ya…”, ujar anak saya minta penegasan. Sebuah respon yang tak terduga. Disatu sisi saya tidak ingin, anak saya, mudah menghakimi sesuatu. Dilain pihak, bagi saya iklan tersebut bohong belaka. Sehebat apapun makanan dan minuman instan, tidak serta merta bisa menggantikan manfaat dan kebaikan bahan makanan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya dengar anak saya berkata kepada temannya yang sedang menikmati sebungkus minuman instan: “yang benar itu, kalau mau sehat, harus makan yang banyak, makan sayur dan buah, jangan mau dibohongi iklan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika kepraktisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan membuka mata saya, tentang begitu banyak hal yang bisa dan harus saya sampaikan kepada anak. Menantang saya untuk terus berpikir, bagaimana menjelaskan sesuatu yang “rumit” dengan bahasa dan pemahaman anak-anak. Ketika ramai diperkenalkan produk cairan instan anti kuman untuk membersihkan tangan, anak saya tak ketinggalan. Semata karena setuju dengan kegunaan praktisnya, produk itu tersedia juga di rumah kami. Maksud saya, untuk memudahkan ketika kami harus bepergian bersama anak-anak. Namun yang terjadi sebaliknya, anak-anak menolak mencuci tangan dengan air dan sabun. Mereka memilih memakai cairan tersebut. Baunya wangi, rasanya adem di kulit, anak-anak takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memberi tugas tambahan kepada saya, untuk menerangkan kepada anak-anak bahwa cairan itu bukan sedemikian rupa bertugas menggantikan kebiasaan mencuci tangan dengan air dan sabun. Saya sampai harus menyembunyikan cairan itu, agar anak-anak tidak tergoda dengan kepraktisan diluar fungsi. Akhirnya mereka bisa mengerti, bahwa cairan itu tepat guna bila kami bepergian atau berada di tempat umum. Sekalipun saya yakin, produsennya tak akan keberatan bila kita menggunakan cairan tersebut kapan saja dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain, anak saya mengusulkan agar saya membeli satu jenis produk popok sekali pakai (diaper) dengan model tertentu. “Beli popok itu saja, Mama tidak usah repot, praktis”, ujarnya. Tepat sama dengan pesan yang disampaikan oleh produk. Saya juga setuju, produk itu praktis sekali. Tapi tentu ada pertimbangan lain, karena produk itu bisa berharga 3 kali lipat, popok sekali pakai jenis biasa. Sebuah harga yang tidak bisa diterima anggaran belanja keluarga kami. Akan tetapi, dari iklan ini, saya bisa mengajarkan kepada anak tentang konsekuensi produk terhadap harga jual dan nilai fungsinya. Sehingga dia bisa menarik kesimpulan bahwa sebuah produk yang sangat praktis dan canggih, belum tentu sesuai dan dibutuhkan untuk ukuran keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih para praktisi iklan, kalian membuat aku (mungkin juga ibu-ibu yang lain) berpikir keras, agar anak-anak kami tak 100% percaya apa kata kalian tentang produk-produk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mari kita temani anak-anak nonton TV demi aneka iklan yang berseliweran disetiap jeda film dan acara. Atau pilihan yang berbayar yakni berlangganan TV kabel (dengan mengaktifkan mode-parental lock-) terbukti lebih ampuh melindungi anak-anak dari gempuran iklan (produk) dan iklan sinetron.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-590847168313047689?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/590847168313047689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/menahan-gempuran-iklan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/590847168313047689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/590847168313047689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/menahan-gempuran-iklan.html' title='Menahan Gempuran Iklan'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5350260085074524495</id><published>2008-03-03T02:55:00.001-08:00</published><updated>2008-03-03T02:56:59.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Pilih Mana: Menindas atau Kuwalahan…</title><content type='html'>Semoga Bapak-Ibu pembaca yang budiman, bukan termasuk penjajah.  Penjajah ? ya benar, penjajah bagi buah hati Bapak-Ibu sekalian.  Semoga juga bukan seoarang manipulator.  Manipulator ?, ya benar, pihak yang selalu memanipulasi kepolosan kanak-kanak.  Atau mungkin tanpa sadar, sudah menjajah dan memanfaatkan keluguan anak-anak, ketika kita habis akal menghadapi kreatifitas mereka.  Karena toh, sebenarnya tak satupun orang tua dimuka bumi ini yang menginginkan keburukan bagi anak-anaknya, kecuali pada beberapa kasus yang tak lazim dan ekstrim seperti penganiyaan anak, menjual anak dan sejenisnya.  Menjajah dan memanipulasi memang cara yang ringkas dan tepat guna untuk mengatasi “kenakalan” anak.  Tapi hati-hati, dalam jangka panjang ini bisa berarti Bapak-Ibu sekalian sedang melakukan korupsi  potensi intelegensia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bungsu saya tak kunjung bisa berjalan pada ulang tahunnya yang pertama.  Sebaliknya ia begitu gesit dan lincah merangkak keseluruh penjuru rumah.  Ini agak melelahkan, karena bolak-balik kami harus mengangkatnya dari tempat-tempat yang kami anggap “membahayakan”.  Lengah sedikit saja, Ia sudah berada didapur, menyelip diantara wadah sampah dan tangki BBG.  Kali lain, Ia tiba-tiba masuk ke lemari pakaian -yang tak terkunci--.  Malam hari, ketika kami asyik menonton TV, Ia tiba-tiba menyelinap ke ruang sebelah yang gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat bertualangnya, menakjubkan, tapi  ini membuat kami harus selalu waspada.  Kami yang capek seharian bekerja, mengambil cara pintas, dengan menakut-nakutinya setiap kali ia mulai bergerak menuju ruang lain.  “hi..gelap..gelap…hiiiihhh….hantu”  atau “hiii..kecoak, kecoak…jangan kesitu ada kecoak”  atau “hi… tikus, tikus..hi..takut, ah..takut..ada tikus..” atau “hi..jijik..kotor…jijik..kotor..” dan banyak lagi.  Sebenarnya sih, tak ada tikus, kecoakdi dapur, lantainya bersih, juga tak ada hantu.   Niat saya cuma satu, agar ia kehilangan minat untuk berkelana dan tetap bermain disekitar kami saja.  Jadi kami bisa mengawasi sambil santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung saya yang lebih besar, sedang senang-senangnya dengan binatang.  Tiap kali ada kucing bertandang ke rumah kami, langsung saja dengan penuh semangat diusap, digendong. Saya geli melihat kucing, bulunya mudah rontok dan hidungnya basah.    “awas, jangan dipegang nanti digigit lho, nanti dicakar kamu..” ujar saya berulang kali.  Dan ini terbukti manjur, Ia tak lagi mau menyentuh dan menggendong kucing, paling hanya memandangi saja.  Saya tahu sebenarnya kucing-kucing itu tidak akan menggigit, mencakar bila diperlakukan dengan baik.  Tapi, ya biar saja lah, kenapa anak saya harus suka kucing, bila saya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap minggu pagi, saya bawa kedua balita saya ke lapangan berumput dekat rumah.  Biar mereka bisa berlari-lari lepas.  Maksud saya, di tempat itu, mereka bisa bersepeda atau menendang-nendang bola.  Tapi setelah bosan dengan sepeda dan bola, yang besar  masuk-masuk kedalam semak perdu.  Sementara yang kecil merangkak-rangkak dirumput, sambil memungut-mungut segala benda yang dia temukan.  “ada ulat lho, nanti digigit ulat, biar gatal nanti badan kamu”, saya hanya bertujuan menakuti saja.  Ternyata benar terjadi, tubuh si kakak bentol-bentol.  “makanya jangan guling-guling, jangan ke pohon-pohon itu, banyak ulat”. Sekarang tiap kali bermain ditanah rumput, si kakak tak mau lagi menyuruk-nyuruk di pepohonan.  Sayangnya saya belum punya kalimat yang tepat untuk menghentikan adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilingkungan tempat kami tinggal, ondel-ondel adalah hantu yang paling menakutkan.  Ia tidak hanya muncul di malam hari –seperti kebanyakan hantu- tapi juga gentayangan di siang bolong.  Ondel-ondel ini benar-benar jalan keluar yang tokcer untuk menghentikan kenakalan anak-anak kami.  Dari generasi ke generasi, dikisahkan, betapa sepasang ondel-ondel ini suka sekali menyergap dan membawa anak-anak yang bandel.  Maka ketika salah satu dari anak-anak itu berulah, gampang tinggal katakan saja, “hayo, dipanggilkan ondel-ondel ya, biar dibawa”, dijamin langsung tunduklah anak-anak itu.  Kalau ada anak merajuk dan menangis tak kunjung reda, tinggal bilang saja “hayo panggilkan ondel-ondel, mau diam apa tidak hayo, ada ondel-ondel”, kontan akan terdiam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang ondel-ondel mengamen memang kerap melintas di depan rumah kami.  Sebuah topeng muka buruk, rambut gimbal dengan ukuran 1,5 kali orang dewasa, barbaju longgar kumal.  Didalamnya tentu saja orang biasa, sambil memukul semacam bende kecil bunyinya tung, tung, tung.  Saya tidak tahu riwayat historis lahirnya ondel-ondel, tapi saya yakin pencipta ondel-ondel ini tentu tidak berniat untuk menakut-nakuti bocah dengan karya seninya itu.   Apa boleh buat, ondel-ondel terlanjur berpihak pada ibu-ibu yang kuwalahan “menjinakkan” energi anak-anaknya.  Maka tiap kali ondel-ondel datang, bencanalah bagi anak-anak.  Mereka lari terbirit-birit masuk ke dalam kamar, bersembunyi dibawah kolong tempat tidur, beberapa diantaranya sampai menangis.  Takut yang sangat.   Sementara ibu-ibu tersenyum-senyum kegelian, menikmati kemenangan sesaat atas anaknya.  Lucunya, bila anak-anak itu kelewat takut dan menangis berkepanjangan, sambil kesal ibu-ibu itu berkata: “ondel-ondel aja takut, penakut amat sih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Bapak-Ibu pembaca yang budiman, apakah Anda termasuk orang tua sejenis kami, manipulator yang gemar menakut-nakuti anak-anak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tulisan ini wujud keprihatinan saya kepada teman-teman (sesama ortu) yang gemar menakut-nakuti anak mereka.  Terutama kalau anaknya perempuan, anak bergerak sedikit saja sudah ”aduh...jangan dong Nak, bajunya kotor tuh..., basah tuh...”.  Yang mudah gusar dengan keaktifan anaknya lalu enteng berkomentar ”iya nih, nakal..gak bisa diem..”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5350260085074524495?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5350260085074524495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/pilih-mana-menindas-atau-kuwalahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5350260085074524495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5350260085074524495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/pilih-mana-menindas-atau-kuwalahan.html' title='Pilih Mana: Menindas atau Kuwalahan…'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-851786026816538445</id><published>2008-03-03T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T05:07:05.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Bersiap Menjadi Kakak</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Mas, di perut mama ada adik lho, adik keciiil banget, kiriman dari Tuhan”, kata saya kepada si sulung. Suatu malam menjelang tidur, setelah saya positif hamil anak kedua. Ekspresinya biasa saja, biasanya itu pertanda Ia sedang berpikir. Selanjutnya, Ia sibuk bertanya mengapa Tuhan memberikan hadiah adik. Bagaimana adik didalam perut. Kapan adik akan lahir. Apakah adik akan bersekolah seperti dirinya. Apakah adik laki-laki atau perempuan, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung saya bawa serta dalam seluruh proses kehamilan saya. Dia menyimak seluruh cerita tentang kehadiran bayi didalam perut, sebagai hadiah cinta dari Tuhan kepada kami semua. Terutama ketika saya gambarkan, bahwa Ia juga pernah menjadi “bayi kecil” didalam perut saya. Seperti yang saya harapkan, si sulung menjadi penuh perhatian dan pengertian. Terutama pada awal kehamilan, dimana saya harus bertempur dengan morning sickness, lemas lunglai dan lebih banyak berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga membawa dia pada setiap kunjungan ke dokter kandungan. Dengan ijin dokter yang merawat saya, si sulung boleh ikut masuk ruang periksa, beberapa saat sebelum konsultasi atau sesudahnya. Pemeriksaan dengan USG menjadi saat yang paling dinanti oleh si sulung. Kami semua terharu, ketika Ia spontan mencium layar monitor dan melambaikan tangan setiap kali usai USG. Perkembangan bayi di dalam perut, menjadi bahan diskusi yang tak habis-habisnya. Terima kasih pada buku-buku tentang kehamilan yang menjelaskan secara rinci tentang pertumbuhan bayi didalam rahim. Si sulung pula, yang selalu rajin menyapa dan bernyanyi dengan mulut ditempelkan ke perut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan bulan berlalu. Pagi itu setelah proses kelahiran yang agak lambat. Si sulung menghampiri saya, tangannya menggenggam plastik dengan sepasang kupu-kupu kecil didalamnya. “Ini buat Mama”, ujarnya. Sepanjang hari itu si sulung menempelkan mukanya ke kaca ruang klinik, tempat bayi kami ditidurkan. Lalu malam harinya Ia berkata, “kok adik diam saja sih, tidur terus”. Saya teringat, saya lupa tidak memberikan gambaran kepadanya seperti apa bayi ketika baru dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkuat rasa memiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kawan yang mengeluhkan ekspresi kecemburuan kakak kepada adik. Saya tak terkecuali. Suatu hari, nyaris copot jantung saya, ketika si sulung yang duduk tenang disamping saya, ternyata sedang menutup lobang hidung adik dengan jarinya. Reaksi spontan saya adalah berteriak dan secepat kilat menepis tangannya. Namun, seketika itu pula saya tersadar, ketika mendapati raut muka si sulung yang kaget dan takut. Saya peluk dia. Dalam diam, saya berpikir apa sebenarnya yang ada dibenak si sulung. Menurut pemahaman orang dewasa, menutup lubang hidung bisa diartikan dengan tidak menginginkan si pemilik hidung menghirup udara. Naluri saya mengatakan, tak mungkin si sulung punya niatan seperti itu. Ketika saya bertanya apa alasannya, si sulung dengan suara lirih menjawab “ya cuma ingin menutup hidungnya adik aja, kan nggak apa-apa”. Lalu dia peragakan kedua jarinya menutup kedua lubang hidungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita lupa, bahwa anak sulung perlu terus didampingi dalam hari-harinya berperan menjadi kakak. Lebih baik memberikan penjelasan yang sesuai dengan taraf pemahamannya, dari pada melontarkan kalimat-kalimat yang tak jelas maksudnya. Seperti: “kakak jangan nakal sama adik”; “kakak, harus mengalah sama adik, adik kan masih kecil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun kehadiran seorang adik adalah sesuatu yang luar biasa bagi si sulung. Terutama pada jarak kelahiran yang relatif jauh, sekian lama menjadi yang satu-satunya. Kemudian dihadapkan pada kondisi harus berbagi, harus bertoleransi dan melihat ayah-bundanya mencurahkan perhatian dan kasih kepada pihak lain. Sebentuk emosi yang sangat wajar. Karena tidak bisa mendefinisikan rasa cemas akan tersisih, rasa diduakan, anak sulung bisa melakukan hal-hal yang tak terduga. Seperti menumpangkan bantal atau menutupkan selimut dimuka bayi, sengaja bersuara keras ketika bayi sedang lelap, atau juga berajuk dan minta diperhatikan ketika kita sedang disibukkan menyusui atau merawat bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespon dengan marah, sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Dalam masa transisi kehadiran adik baru, ada baiknya kita ekstra waspada dengan tidak membiarkan si sulung hanya berdua dengan bayi. Dan terus menerus memberikan pengertian, menghibur dan meluangkan waktu sepenuhnya bersama dia, ketika si bayi tidur. Kadang-kadang si sulung berkeras, meminta perhatian dan tidak mau mengerti. Ketegasan dan ketahanan mental kita untuk tidak mudah tersulut emosi sangat dibutuhkan. Si sulung akan belajar untuk makin iri kepada adiknya, bila kita menyelesaikan tahap ini dengan amarah, bentakan atau bahkan hukuman. Si sulung juga bisa belajar makin manja dan menuntut perhatian, jika kita tidak tegas menegakkan aturan, bahwa kita hanya bisa memenuhi permintaannya secara bergiliran. Meski tahap ini begitu melelahkan, percayalah ada masanya akan berlalu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjembatani terbangunnya relasi yang positif antara kita, si sulung dan si bayi, antara lain:&lt;br /&gt;- Libatkan si sulung dalam banyak hal berkaitan dengan kegiatan sehari-hari merawat bayi. Mulai dari menyiapkan bak mandi, menyiapkan baju bayi dan perlengkapan lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Ijinkan si sulung melakukan beberapa tugas kecil seperti memasang sarung tangan dan sarung kaki, mengoleskan minyak di telapak kaki bayi, atau meletakkan alas tidur Tunjukkan betapa mungil dan rapuh jemari tangan dan kaki bayi, bandingkan dengan ukuran jemari si sulung&lt;br /&gt;- Tunjukkan kepada si sulung ketika bayi menangis karena lapar, karena popoknya basah dan betapa si bayi begitu membutuhkan pertolongan&lt;br /&gt;- Ajarkan kepada si sulung bagian mana dan tindakan apa yang bisa membahayakan si adik.&lt;br /&gt;- Luangkan waktu sepenuhnya bersama si sulung, ketika bayi tidur, membaca buku, makan bersama, bernyanyi, menggambar, menonton film, bercanda dan bermain, ini membuat si sulung percaya bahwa ia akan mendapat gilirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tekanan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, si sulung, pulang kerumah dengan muka cemberut dan menahan tangis. “aku mau adik dikembalikan saja ke rumah sakit”, ujarnya sambil menangis dalam pelukan saya. Usut punya usut, ternyata anak saya tertekan dan risau dengan komentar beberapa tetangga. Misalnya: “wah, habis ini nggak disayang nih, kan ada adik…”. “Mamanya gendong adik terus ya, kasihan ya Kakak nggak digendong lagi ya…”. Dan celetukan lainnya, yang sebenarnya tidak bermaksud buruk tapi berakibat negatif. Tujuan si pemberi komentar sekedar menggoda, tapi bagi si sulung ini bisa merupakan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian yang cukup sulit, karena kita terpaksa harus membangun lagi kepercayaan si sulung, bahwa kehadiran adik bukan ancaman baginya. Bila komentar yang kurang produktif itu datang dari sanak saudara mungkin lebih mudah bagi kita untuk meminta mereka menghentikannya. Bagaimana jika anak mendengar dari tetangga, bila anda bisa mendatangi dan menyampaikan keberatan anda, lakukan. Bila tidak, anda harus berjuang untuk menanamkan keyakinan dan rasa percaya anak, bahwa tidak ada yang lebih besar cintanya kepada si sulung selain anda berdua dan si adik. Dari sini saya membuktikan, betapa pentingnya kemampuan berkomunikasi verbal secara positif dengan anak. Sebuah sesi khusus berdua dengan anak sangat diperlukan. Sehingga anak memiliki kesempatan untuk bertanya dan mengungkapkan kecemasannya, sekaligus mendengar penjelasan serta ungkapan perasaan kita secara terbuka dan jelas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tulisan ini saya dedikasikan buat Fauzan (putra pertama pasangan &lt;a href="http://www.rumahmuslimah.com/"&gt;Teguh &amp;amp; Tina&lt;/a&gt;) yang segera menjadi kakak, juga kepada teman-teman yang sedang menunggu kehadiran anak ke2 (dst).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-851786026816538445?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/851786026816538445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bersiap-menjadi-kakak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/851786026816538445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/851786026816538445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/03/bersiap-menjadi-kakak.html' title='Bersiap Menjadi Kakak'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3378172287967574114.post-5620693919331050999</id><published>2008-02-29T06:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T07:37:04.611-08:00</updated><title type='text'>Q2 2008</title><content type='html'>"Kamu ngeblog dong..."&lt;br /&gt;"Mbak...bikin blog dong.."&lt;br /&gt;"Punya blog ga, blognya apa.."&lt;br /&gt;"ngeblog dong Bu..sharing, bagi-bagi pengalaman..."&lt;br /&gt;"Udah..tulis aja, terus publish, ga usah mikir..."&lt;br /&gt;"Ya ampun...masa sih ga punya blog.."&lt;br /&gt;"haaa... lupa password.."&lt;br /&gt;"Ngeblog sana lho..."&lt;br /&gt;"Mbokya ngeBlog, harii gini.. mbak..."&lt;br /&gt;dst..dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"he..he..he...ya..baik, saya ngeBLOG.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3378172287967574114-5620693919331050999?l=ineshan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ineshan.blogspot.com/feeds/5620693919331050999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/02/q2-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5620693919331050999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3378172287967574114/posts/default/5620693919331050999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ineshan.blogspot.com/2008/02/q2-2008.html' title='Q2 2008'/><author><name>INES HANDAYANI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11285182709889668229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
