Wednesday, May 6, 2009

MAIN APA, dong!!!

Peringatan keras bagi semua orang tua, segera beri batas waktu anak-anak berinteraksi dengan komputer dan segala gadget lain, terutama jika untuk nge’game.

Jaman sekarang, selain kita dibantu oleh suster,mbak atau apapun namanya atau tanpa bantuan, ada asisten berteknologi tinggi yang mungkin tanpa kita sadari sudah menjadi menjadi “pengasuh terbaik” bagi anak-anak. “Pengasuh” yang tidak pernah marah, yang tidak pernah berantem sama anak kita, yang bisa membuat anak duduk manis, penuh konsentrasi itu bernama komputer, TV dan piranti lain sejenis (PSP,gameboy dll yang saya tdk tahu namanya)

Kami mengalami banget, masa-masa dimana “pengasuh” itu menjadi jalan keluar saat kami sibuk urusan pekerjaan maupun kecapekan karena pekerjaan. Anak-anak tidak merengek minta ditemani, tidak minta jalan-jalan, mereka manteng terus didepan komputer main game selama berjam-jam.

(Sering bukan, melihat anak-anak umur SD entah lagi jalan di mal, makan sama ortunya diresto, di ruang tunggu dokter dan kesempatan lain, tangannya asyik pegang entah PSP entah HP ortunya, matanya tidak lepas dari layar main game, seperti tak ada hal lain yang bisa dan positif untuk dikerjakan. Coba kita liat, seperti apa itu ortunya).

Para pembaca yang budiman, para orang tua yang bijaksana. Ayo mari sama-sama mengevaluasi, berapa lama anak-anak kita main game komputer,main PSP, main game di Hp, setiap harinya.

Main apa dong kalo tidak boleh nge’game?

Protes spontan anak-anak, saat peraturan komputer sejam sehari ditetapkan. Beberapa hari kemudian anak-anak jadi badmood. Jika ini nanti terjadi, mohon jangan menyerah.

Pada prinsipnya, anak-anak adalah mahkluk yang rajin, tidak bisa bengong dan tidak suka jika tidak beraktivitas –sudah capek disuruh tidur aja ga mau-. Berbeda dengan orang dewasa (saya maksudnya hehehe). Jika ada anak yang suka bengong, maunya ngganggur alias do nothing, ha itu pasti karena salah asuhan (coba kita lihat bagaimana cara ortu mendidiknya).

Jadi, setelah jam komputer dibatasi. Sebagai pengganti, sepeda yang berdebu dan kempes ban-nya, dibenerin. Mainan-mainan yang lama terlupa dibongkar. Buku-buku yang berjajar di rak, dibongkar. Dan sesuai dengan kodratnya sebagai anak-anak, lambat tapi pasti mereka akan mencari hiburan lain. Bersepeda, main bola, main segala macem yang bisa dimainkan, baca buku, berkelahi dengan siblingnya dan satu lagi - kembali merecoki orang tuanya.

1 comments:

  1. Selain dibatasi jam mainnya juga diarahkan kalo main game yang bersifat edukasi jangan lupa dipantau kalo pas maen keluar rumah, takutnya mainnya ke game center.

    Tips ekstream nya ganti windows ke Ubuntu :D, banyak game yang digemari anak-anak yang jalan diplatform windows, di Ubuntu banyak sekali game yang sifatnya edukasi. Atau bisa diarahkan belajar pemograman contohnya di http://aryosanjaya.net/2008/05/14/scratch-pemrograman-untuk-anak/

    ReplyDelete