Waktu TK saya pingin jadi astronot, apa yang mengilhami, saya tak ingat. Ketika SD saya pingin jadi detektif. Mungkin karena saya senang baca cerita detektif di majalah intisari, novel lima sekawan, trio detektif, sapta siaga, nancy drew dan hardy boys. Komplit. Setiap hari saya beraktivitas dengan imajinasi bak seorang detektif. Saya suka mengamat-amati sekeliling. Menandai hal-hal yang menurut saya penting, mencurigakan dan sejenisnya. Cita-cita itu berubah lagi. Saya pingin jadi wartawan, karena jadi wartawan berarti bisa pergi-pergi ke banyak tempat. Selain itu saya juga pernah ingin jadi peneliti, jadi profesor (ga tau profesor apa), pingin jadi ahli (ntah ahli apa) dan jadi insinyur (mbuh insinyur apa).
Sekolah pertanian
Sampai menjelang ujian masuk PT, saya sesungguhnya dalam keadaan bingung, tidak tahu harus sekolah apa, mau jadi apa. Ibu saya memberi masukan, jadi insinyur pertanian saja, biar ilmunya bisa diamalkan di desa saya. Sementara itu, sebelah hati saya bilang, kuliah MIPA Biologi saja, karena saya senang pelajaran itu, sekalipun tidak tahu kalau lulus saya bisa jadi apa.
Hasil test ujian masuk, mengirim saya masuk fakultas pertanian. Tak butuh waktu lama, ternyata saya tidak punya feeling dengan tumbuh-tumbuhan. Kuliah berlalu begitu saja, praktikum kadang ikut kadang tidak. Laporan dan tugas pinjam teman sana-sini. Tidak punya catatan kuliah, dan sibuk fotocopy saat ujian tiba.
Untungnya, saya punya hiburan. Teman-teman nongkrong di unit aktivitas pers mahasiswa. Bersama mereka saya melewatkan 4.5 tahun masa kuliah dengan selamat. Kami bicara bahasa yang sama, tertawa dan bercanda dengan cara yang sama.
Selepas yudisium, saya diterima kerja di Majalah SWA (Alhamdulillah...). Penuh semangat, saya jalani profesi itu seluruh jiwa raga dan kebanggaan. Tapi hanya tiga tahun, diganggu rasa bosan, ingin sesuatu yang lain. Saya pindah ke perusahaan lain, ke jenis pekerjaan lain.
Sekarang, saya adalah wiraswasta yang tidak ada hubungannya dengan cocok tanam. Pengalaman menjadi wartawan, penulis, periset serta di event organizer dan public relations menjadi bagian dari proses membentuk sikap mental dan personalitas.
Pertanyaannya: apa relevansi sekian tahun kuliah saya pada kehidupan saya kini?
Saya dulu seneng pelajaran kimia, pinter biologi, laluuu… Bener banget yang dibilang Pak Bob Sadino, ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari, jika tdk applied, maka akan busuk belaka.





